√ 21

121 13 0
                                        

Plang!!

Badan Kenav terdorong ke samping, hampir saja tertimpa runtuhan kayu. Beruntung Elsya datang di waktu yang tepat.

"Lo---"

Elsya segera membekap mulut Kenav sebelum mereka mendengar hentakan kaki berkali-kali. Keringat bercucuran membasahi dahi keduanya.

"Hmmm..."

Siluet misterius itu meninggalkan tempat, sinar senternya menuju arah pintu. Akhirnya mereka bisa bernafas lega meskipun masih terasa sesak.

"Mmmmmmm"

Ternyata bukanlah situasi aman bagi Kenav. Tangan dan kakinya mulai diikat dengan tali hingga tidak bisa bergerak bebas. Mulut Kenav juga ditutupi kain.

"Maafin aku kak Kenav. Kita gak boleh ketahuan sama siapa-siapa. Tadi itu Pak Satpam lagi ngecekin gudang, jadi...."

Krieekkk...

Gadis berambut sebahu itu menutup pintu secara perlahan. Seketika tatapan matanya berubah dingin dan datar.

"Ini adalah urusan kita berdua. Pokoknya gue harus jadi orang pertama yang berhasil nangkep pelaku yang sebenarnya."

"UDAH GUE BILANG GUE BUKAN PELAKUNYA!" Terdengar samar, namun Elsya memahami maksud dari penyampaian Kenav.

Tidak terima bentakan. Elsya langsung melempar jas hitam secara kasar ke wajah Kenav. Kesabaran Elsya sudah sangat menipis menanggapi sikap keras kepala lawan bicaranya.

"Tolong katakan dengan jujur! Apa yang kakak lakuin di pagar itu? Apa kakak yang merencanakan kerusakan jalan buat kita semua?!" bentak Elsya.

Mulut Kenav menjadi kaku, bahkan untuk mengomel dari dalam hati saja sangat sulit. Kenav bingung karena tidak boleh ada sesuatu yang harus diungkapkan.

Biarkan orang berspekulasi sesuka hatinya--

"Bakal aku bukain kain lap itu kalo kakak mau jawab pertanyaanku," kata Elsya.

Dia akan membunuh diri sendiri melalui kesombongannya.

Kepalan tangan Kenav terasa semakin keras, seolah menahan sesuatu yang menggebu-gebu. Tanpa perlu bantuan pun, ia akan terus berusaha. Kenav bangkit, kemudian menarik tali secara paksa sampai ikatannya berhasil patah.

"Serangan lo gak ada apa-apanya. Pergilah sebelum gue yang bikin lo sadar diri!"

"Gak bisa!! Aku harus tangkap kakak sebagai pelaku."

"Kenapa?!!"

"Karena Pak Darta tadi bilang.... siapapun yang berhasil duluan menangkap pelakunya. Dipastikan bakal dapet jaminan 600 juta!!"

Ucapan Pak Darta kembali terlintas di ingatan Elsya. Sungguh yakin! Elsya bisa melihat tidak ada tanda-tanda kebohongan pada dosen itu.

"Cih gue udah gak heran lagi. Mahasiswa disini selalu menjadi lahan bisnis! Lo rela semuanya hancur cuma demi uang?"

"Masalahnya kakak itu pelakunya, jadi aku lebih tega merelakan kakak demi uang!"

"Lo ga ada bedanya sama Askar. Psikis kalian emang udah rusak."

"Hahaha siapa yang rusak duluan kak? Masak lupa sih sama sikap kakak yang bikin kak Nara sakit hati? Kakak udah nunjukin emosional ga jelas!"

Sekarang giliran kesabaran Kenav yang habis. Rasanya meluap. Suhu tubuh Kenav memanas. Tidak ada yang bisa Kenav lakukan selain tertawa getir. Bagaimana caranya mencari alasan yang tepat di saat situasi terpojok seperti ini? Bagaimana?

Theory 247  ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang