Hello, welcome to my story!
Gak nyangka banget aku bakal bikin genre misteri. Cerita ini perdana bagiku. Oh iya, dukung terus sampai tamatt ya manteman. Aku yakin kalian pasti suka hehehe.
••••
Malam menyapu bersih seisi langit. Lihat lah, ada satu sosok seperti habis dikejar banteng. Tubuh yang berlumuran darah bukan penghambat baginya untuk terus melangkah.
"Wah gila, gila, gila. Lihat tuh! Pergi ke pasar membeli pita, ada pisau yang menghiasi tangan bos kita."
"Widiwww gagah woman. Ini menjadi suatu fenomena.. launcing ganti indentitas."
"Mantap jiwaa melebihi odading ikan cupang!"
Bukannya merinding disko, mereka justru terbahak-bahak, batuk secara jahanam. Betapa lucunya penampilan gadis berwajah bringas itu. Meskipun begitu, mata elangnya tetap aktif, tatapannya tegas, dan rambutnya terurai.
"Hampir aja minuman gue jatuh. Dah ganti profesi ya bos? Kriminal versi apa nih?" celetuk salah satu geng.
"Nara gak asik ah. Kan psikopat ga punya komunitas kayak geng motor."
Satu delikan mata Nara berhasil membungkam cangkem lemes mereka, berujung saling menyalahkan. Langkah pertama, Nara memang harus mengatur nafas dulu agar kembali relax. Alhasil, beruntung amarahnya sudah mulai padam.
"Gue habis sembelih ayam sama pacar. Lupa mandi karena udah ngira balapan bakal telat."
Ceritanya mereka sangat terkejut mendengar Nara, seolah mendapatkan sebuah fakta yang paling menggemparkan. Pokoknya mereka harus tanggap! atau nasib mereka akan berakhir di bawah pohon jeruk purut.
"Gak ada sisa mentahan nih buat kita?"
"Gak, kami cuma nyembelih sesuai jumlah pemain sepak bola!" tajam Nara.
"Hmm... nasib emang jarang berpihak sama orang yang ngincer gratisan."
Tidak ada waktu menyikapi kekonyolan para anggota geng motor. Nara menarik diri dari kerumunan, hingga mencuci beberapa bagian tubuhnya.
Clek!
Tiba-tiba serangan blitz mengincar Nara di balik pohon. Nara tertegun, menatap batang pohon beringin secara seksama.
Yesss!! Akhirnyaa!!
Hasil cahaya yang berkilau itu membawa berkah baginya, lantaran sosok Nara sudah tertangkap dalam kamera. Seorang pria mengayunkan tangan dengan girang, tanpa sadar suaranya sudah melebihi bom atom.
"Udah banyak koleksi, saatnya mencari sensasi. Lumayan kann jejak digital tersimpen permanen, gue—"
TSSSKK!!!
Ia membeku sejenak. Pikirannya sudah mulai tak karuan. Seiring berjalannya waktu, ia merasakan ada sesuatu yang mengalir. Kental tapi bukan brand susu, warnanya merah pekat.
Perihnya terasa sampai ujung saraf. Pria itu meraung histeris. Tiba-tiba wajah Nara mendongak dari bawah. Nara tersenyum sumringah menyambut wajah tegang pria itu dengan senang hati.
Pisau sungguhan menancap di lutut pria itu, seperti lagi nyoblos pemilihan presiden. Tanpa belas kasihan, Nara malah memperdalam tusukan pisau hingga cairan merah semakin mencuat.
"AAARRRRRRGGGHHH!!"
Burung-burung mulai berhamburan meninggalkan pohon beringin, saking berisiknya teriakan pria itu.
~ TBC
So, makasih udah luangin waktu buat baca. Selamat melanjutkan aktivitas!
KAMU SEDANG MEMBACA
Theory 247 ✅
Mystère / Thriller[KASUS PEMBUNUHAN] Civitas akademika Universitas Antajaya dibuat gempar akibat sebuah kasus yang merenggut nyawa mahasiswa berprestasi. Nara yakin kalau pelaku sengaja ingin menjatuhkan nama baik kampus sebagai motif pembunuhan. Dari segi pelaku, ad...
