~🥰~
Pagi ini begitu sejuk, langit biru pun tak nampak karena tertutupi oleh awan yang tebal, area sekolah pun sudah mulai dipadati dengan siswa/siswi yang berdatangan
Lio dengan tenang duduk di bangkunya sambil membaca novel yang dia pinjam dari perpustakaan beberapa hari yang lalu, dia datang sangat pagi karena hari ini dialah yang bertugas untuk piket kebersihan, suasana kelas sudah mulai ramai dan berisik, saat mereka semua tengah asik berbincang tiba-tiba terdengar pengumuman melalui microphone
"Tes... tes... Mohon perhatian semuanya, sebentar lagi para guru akan mengadakan rapat, diharapkan kepada seluruh siswa dan siswi tetap tenang berada di dalam kelas dan tidak membolos apalagi keluar dari area sekolah terima kasih"
"Uhhuyyy, jamkos kantin yok"
" Lah tau gitu gue gak ngebut ke sininya, mana ampir nabrak lagi"
" Bener-bener ye si pak yanto, enteng bener ngomong rapat nya"
Saat suasana kelas sedang riwehnya garvin dan para temannya masuk ke dalam kelas, lio yang melihat garvin langsung teringat kejadian semalam di mana garvin menciumnya dan hal itu mampu membuat dia tidak bisa tidur semalaman, karena hal itu pula lio menolak di antar pulang oleh garvin kemarin sehingga kai-lah yang mengantar nya,
Garvin merasa sedikit gugup namun ia tetap berjalan dan duduk di sebelah lio,
Tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka, lio yang masih merasa malu malu dan garvin yang merasa lio menghindarinya karena biasanya lio akan menyapanya duluan, entah sekedar mengucapkan selamat pagi atau menanyakan kabarnya
Karena tidak tahu harus berbuat apa lio pun memutuskan untuk mengembalikan buku yang telah ia pinjam ke perpustakaan, saat ia berdiri dari tempat duduknya dengan sigap garvin menahan tangannya
"Mau kemana?" Tanya garvin yang berusaha terlihat tenang walaupun sedang nervous
"Aku..." tanpa sengaja lio melihat ke arah bibir garvin, masih jelas diingatannya bagaimana bibir yang sedikit tebal itu menyentuh bibirnya
Lio yang menyadari bahwa pasti mukanya memerah sekarang pun langsung berlari keluar kelas yang membuat bobby, kai dan arlo heran namun tidak dengan nagi
Karena terburu-buru dan tak memperhatikan langkahnya, lio pun menabrak pot bunga dan sialnya pot tersebut mengenai kakinya sehingga di bagian jempol kakinya berdarah
"Aww sakit banget" lio memegangi kakinya yang terasa sangat sakit
"Aku juga sih yang nggak hati-hati jalannya" lio duduk di lantai
"Kakinya kenapa?"
Mencari arah sumber suara barusan, dan ternyata ares berdiri di belakangnya bersama fatur
" Anu..." Ares langsung jongkok di hadapan-nya dan melihat bahwa kakinya mulai memar
"Kenapa ceroboh banget" ares membantu lio berdiri
"Aku tadi nggak liat ada pot disitu" lio berusaha bangun dari duduknya
"Ya makanya kalau jalan itu langkahnya diperhatiin, sini gue bantuin ke uks" lio hanya menurut saja, ares membantu memapahnya dan mereka pun menuju ke UKS
Sementara lio dan ares yang sedang berada di UKS dengan lio yang ditangani oleh dokter, garvin seperti orang yang kesetanan mencari di mana keberadaan lio,pasalnya ia telah mencari anak itu dari setengah jam yang lalu namun ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaannya, bahkan ia telah mencari di perpustakaan karena dia melihat lio tadi membawa beberapa buku jadi mungkin lio ingin ke perpus atau ke taman membaca buku tapi tidak ada tanda-tanda dimana dia berada
KAMU SEDANG MEMBACA
Sama Garvin Aja!
Novela JuvenilLio seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, remaja yang hanya memiliki tinggi 160cm serta lemak tambahan di pipi dan perut Di sekolah dia sering di bully Namun sejak kedatangan garvin di sekolah itu dan merupakan teman sebangkunya iyapun t...
