Liburan🏖️

3.5K 185 17
                                        

                              ~🥰~

Hari ini merupakan hari kedua mereka berada di villa tersebut sejak kemarin mereka betul-betul menikmati liburan dengan berbagai kegiatan seru dimulai dari snorkeling, skateboard serta berselancar di pantai depan villa yang mereka tempati

Sore hari  sudah menunjukkan pukul 05.00 dan kini mereka tengah duduk di pinggir pantai sambil menikmati waktu senja menjelang malam karena rencananya mereka akan mengadakan barbequean di pinggir pantai, apalagi besok mereka sudah harus pulang karena lusa mereka sudah mulai masuk sekolah lagi

Berbeda dengan lio yang sudah dari tadi sibuk meminum air kelapa sambil pamangkung buah kelapa tersebut garvin dan yang lainnya dari tadi menertawakan penampilan Lio yang bisa dikatakan sedikit kucel dan menghitam karena bermain di pantai seharian, dia yang ditertawakan pun tidak sadar dan hanya fokus menatap ke arah lautan dengan mata bulat sambil menikmati buah kelapa yang berada di pangkuannya

" Serius deh lio bener-bener gosong hueee, gimana nih anak orang" sungguh bobby tidak tega melihat penampilan lio sekarang

Lio yang merasa namanya disebut pun hanya menoleh ke arah bobby dengan tatapan bingung

" Lio kenapa?" tanyanya dengan bingung sambil menunjuk dirinya sendiri

" Nggak kok nggak apa-apa" cengir Arlo

" Hehh apanya yang nggak apa-apa, Lo liat dong dia item ireng begitu padahal tadi udah gue pakein sunscrine banyak banget" kai memegang pipi lio untuk melihat dengan jelas wajah anak itu

" Kai jangan marah-marah terus nanti asam lambungnya naik loh" jawab Lio yang berhasil membuat semuanya tertawa terbahak-bahak kecuali kai yang terlihat cemberut

Sore pun berganti malam kini mereka semua dalam mempersiapkan bahan untuk barbeque-an seperti daging sosis dumpling dan lain-lain

Mereka pun makan dengan nikmat sambil diselingi candaan yang terus dilanturkan oleh Bobby dan kai, lio hanya menanggapi dengan tawa dan senyum yang terlihat sangat manis dengan mulut yang terus mengunyah karena garvin tidak berhenti menyuapinya dengan daging dan sayuran yang mana disambut baik oleh lio karena dia pun sangat menyukai makanan yang ada di hadapannya

Makanan di hadapan mereka pun telah habis tanpa sisa kini mereka duduk dengan muka yang terlihat kekenyangan
Apalagi lio yang sedari tadi terus mengelus perutnya yang membuncit

"Lio kenyang banget" semua tatapan tertuju kepada lio

"Awas lo perutnya bisa meledak"ucap arlo menakut-nakuti lio yang mana berhasil membuat lio mematung sesaat kemudian mengalihkan pandangannya ke arah garvin

"Pe-perut lio gapin"cicitnya dengan takut-takut

"Jangan di dengerin manusia pulu-pulu satu ini nih" ucap kai menatap sinis ke arah arlo

"Jangan ikut campur ya opet"

Nagi melihat lio yang terlihat mulai kelelahan karena mungkin bermain air seharian serta hidung yang memerah

"Kita lanjut di dalem aja, kayaknya lio kedinginan, kasian" mereka semua pun setuju kemudian masuk ke dalam villa

Merekapun mengobrol dengan diselingi candaan konyol dari Bobby, kai, dan arlo sementara yang lain hanya menimpali dengan tawa. Berbagai jenis cemilan dan minuman tersedia di hadapan mereka

Sampai akhirnya Bobby tersadar akan sesuatu kemudian pindah duduk di samping Lio

" Lio gue pengen nanya sesuatu boleh nggak?" Bobby merangkul Lio

" Boleh, Bobby mau tanya apa?" Lio menatap Bobby mata bulatnya

"Tapi maaf nih kalau pertanyaan gue agak privasi dikit gitu" sejujurnya Bobby tidak enak menanyakan hal ini kepada Lio tapi dia sungguh penasaran, dan lio hanya mengangguk menanggapi pertanyaan bobby

"Gini, kan lo tinggal di panti tuh nah yang gua mau tanyain lo itu di panti udah dari lahir apa gimana?"semua menatap heran dan terkejut ke arah Bobby terutama garvin, untuk apa anak itu menanyakan hal yang mungkin akan menyinggung hati lio

"Lo apa-apaan sih bob nanya begituan nggak jelas banget" sewot arlo

"Ya kan gue cuman nanya karna penasaran, kalaupun nih ya lio nggak mau jawab ya nggak apa-apa juga" melihat mereka yang mulai berdebat liopun menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepala

"Sudah tenang semuanya lio nggak apa-apa kok"

"Jadi gini bobby, lio itu memang tinggal di panti sejak lahir bahkan lio lahirnya di panti tau"

"Eh bentar bentar kalau lo lahirnya di panti berarti mama lo tinggal di panti dong, atau ibu-ibu yang waktu gue jemput lo itu ibu kandung lo?" ingat betul dengan wajah ibu panti saat menjemput lio ketika akan menginap di rumah garvin

" Eh bukan itu tuh ibu panti bukan ibu kandung lio" Lio menggeleng-geleng kan kepalanya

" Terus lu tau dari mana lu lahir di panti?" Kepo kai

Mereka pun mulai mendekat ke arah lio untuk mendengar cerita yang menurut mereka tidak biasa itu

"Dari ibu panti, ibu yang ngomong kalau mamanya lio itu ngelahirin lio ya di panti"

" Terus mama kamu sekarang dimana?" Kali ini garvin yang membuka suara

"Sebenarnya gini, katanya ibu panti mama setelah ngelahirin lio memang nggak tinggal di panti lionya dititip di panti tapi mama sering kok jenguk lio dua kali atau tiga kali seminggu katanya sampai lio umur 3 tahun mama nggak pernah lagi datang ke panti buat jenguk lio sampai sekarang" lio tampak sedih menceritakan kisah hidupnya tetapi dia tetap tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca

" Tapi lo tahu nama dan bentuk wajah mama lo itu?" Tanya kai yang langsung dipukul bagian kepala belakangnya oleh Bobby

"Ya lo mikir aja dong babi apa sih yang bisa diingat baik anak umur 3 tahun" sungguh bobby tidak habis pikir dengan isi kepala sahabatnya itu

" Ihhh tapi bisa aja lo lio inget kan dia pinter" jawab kai menendang-nendang kaki Bobby

" Lo berdua bisa diam gak sih" kali ini nagi bersuara sungguh ia pusing melihat tingkah teman-temannya

" Kamu tau nama mama kamu?" Tanya garvin

"Tau dong bahkan lio tau kok wajah mama itu seperti apa ya memang udah lupa kan terakhir ketemu umur 3 tahun, tapi ibu punya banyak foto mama bahkan waktu lahiran pun ibu ada fotonya, jadi lio sering lihat foto mama supaya kalau lio ketemu di jalan bisa tahu itu mamanya lio, kan pasti mama ndak bisa kenalin lio kan gapin apalagi lionya sudah besar" Lio sungguh semangat menceritakan tentang mamanya yang membuat garvin dengan yang lain hanya menatap satu sama lain

"Lio bawa fotonya nggak siapa tau kita kenal dengan mamanya lio" jiwa stalker Nagi keluar🤭

"Lio ndak bawa tapi di panti ada kok nanti dibawain ya" Nagi mengangguk

" Kalau boleh tahu nama mamanya siapa?" Tanya bobby dengan hati-hati takut membuat lio sedih

" Namanya itu mama Rania" senyum lebar terukir di bibir lio sungguh ia senang menyebut nama malaikatnya itu

Garvin dan arlo menyerngitkan dahi

Namun telfon yang masuk di handphone Nagi membuat perhatian mereka teralihkan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku baik hati kan cepet up nya

Jangan lupa comment dan vote yah

Sama Garvin Aja!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang