Neuf [9]

98 5 2
                                        

"Ph....phi Off, ehmm, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?" Tanya Gun dengan ragu

"Mmhmm. Mai pen rai. Senyamanmu saja." Balas Off acuh tak acuh

[Dalam hati Off udah kayak malam tahun baru di lapangan, alias kembang api meledak dan petasan meluncur dengan brutal]

"Mhm. Khopkun naa Phi untuk hari ini. Maaf merepotkanmu. Semoga kita tidak bertemu lagi. Kamu deserve orang yang lebih baik daripada seorang 'Slut' liar sepertiku Phi." Entah mengapa hati Gun retak menjadi beberapa bagian saat dirinya mengatakan hal itu dan yang paling tidak dipahami olehnya adalah, MENGAPA DIA PERDULI APAKAH DIRINYA PANTAS ATAU TIDAK UNTUK ORANG DI DEPANNYA INII?!!

Off tertegun mendengar ucapan dari makhluk mungil di depannya ini.

(Mengapa dia tiba-tiba mendorongku menjauh?? Apakah aku berbuat salah padanya?? Tapi apa?!! Arrghh!!! - Frustasi Off di dalam otaknya saat ini)

Off yang masih terkejut akan apa yang dilontarkan oleh pria manis di depannya ini, tenggelam dalam lamunan dan tatapan kosong ke depan dan tidak menyadari bahwa pria itu sudah hilang dari hadapannya. Hilang. Tanpa kata perpisahan.

______________________________________

2 bulan kemudian....

"KELUAR DARI RUANGANKU SEKARANGG!!! ORANG2 BODOH. BAGAIMANA AKU BISA MEMBUANG UANGKU HANYA UNTUK MENGGAJI KALIANN!!"

Ya. Kantor yang sebelumnya sudah cukup suram. 2 bulan belakangan ini semakin bertambah suram dan mencekam.

-tok..tokk ..tokkkk

"Masuk!" Suara rendah menyambut ketukan pintu kokoh itu.

"Ada apa White?!" Tanya suara itu menuntut.

"Tuan hari ini ada jadwal untuk bertemu client dari Paris. Miss Amour." Ujar White dengan hati-hati namun tetap profesional. Dia tidak mau menjadi target amarah bos selanjutnya.

"Hm. Ok. Kamu udah ada info tentang Dia?" Kali ini lelaki itu bertanya dengan nada yang lirih dan putus asa

Tatapan White meneduh. Ya. Dia sudah menjadi saksi sang bos yang terlihat seperti macan lepas kandang ini, menjadi anjing yang kehilangan majikannya ketika berbicara tentang lelaki manis kecilnya.

"Belum bos. Maaf. Aku sudah keliling negara ini dan juga negara yang mungkin ada "Dia" namun aku tak bisa menemukannya bos. Maaf bos." Ujar White sama putus asanya dengan Off.

Ya, Off, dia sudah mencari lelaki itu semenjak terakhir dia berpisah dan dengan bodohnya tenggelam dalam lamunan tanpa sempat mencegat lelaki itu untuk pergi darinya.

"Kira-kira di mana dia saat ini ya White? Apa salahku? Kenapa dia menghilang?? Aku sudah menggeledah club malam itu sampai ke dalam-dalamnya, namun ia tetap tidak kutemukan. Seperti dia membenci dan menghindar dariku White!!" Tangis Off di sela-sela ucapannya yang membuat White ikut hancur hatinya

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

France.

"Bonjour Gun!!" Seru seorang wanita tua dengan rambut putih dan topi kecil warna pinknya.

"Bonjour Madam Erii!!!" Gun menyapa dengan sama excitednya

Ya. Benar. Gun sekarang tinggal di Prancis. Kota impian kedua orangtuanya semasa dia kecil.

Kalau kalian penasaran, saat ini Gun sudah tidak lagi bekerja sebagai 'penjaja'. Dia memilih untuk memulai lagi hidupnya dengan impian kedua orangtuanya semasa dia kecil.

Orangtuanya bermimpi memiliki sebuah cafe kecil di Prancis dan hidup sederhana namun bahagia di sana bertiga dengannya. Meskipun saat ini hanya dirinya seorang, tapi Gun yakin kedua orangtuanya juga bisa melihatnya dan ikut berbahagia atas apa yang dia lakukan saat ini.

"Ini semua bisa terjadi berkat Madam Erii, Mae, Pho. Khopkun naa sudah mengirimkannya untuk membantuku keluar dari jalan kelam itu. Aku tau kalian pasti yang membantuku walau dari atas sana. Rak naa Mae, Pho." Ujar Gun pelan sambil memandang Madam Eri yang sedang menikmati es serut buatannya di meja cafenya dengan semangat.

To be continued.

New chapter of Gun's life. No more Slut Gun. From now on, Gun bakal semangat untuk menata hidup ke depannya demi mencapai impian kalian Mae Pho- Gun.

Love SlutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang