BISING 9

73 11 1
                                        

Akrab pun ada waktunya.


•••

+627777

|Nadlyne
|Besok aku free, cari kerjaan yokk

Besok? Cari kerjaan? Cabutin rumput kos kah? kira-kira inilah isi pikiran Nadlyne.

|bingung ya?
|Eira cantik baik ga kyk Edgar
|cekul bgt

hihihi kangen bgt sama kaka|
apalagi yg cantik ini|
bagi dior satu dong ka|

|tai mau?
|boleh asal janlup bandingin aku sm Edgar

Begitu Eira membahas Edgar, barulah Nadlyne teringat kembali dengan pemuda tampan taksirannya.

Edgar ada dirumah kak?|

|ga dikabarin ya?
|emang siTai
|dia lagi ps-an tu dikamar
|minta vc aja
|heran banget
|pacaran 2 tahun ga pernah vc bareng

Nadlyne langsung mak-deg, haduh masih 3 hari ada aja hantamannya.

kaka tau sendiri adeknya kyk gimana|
pacarnya sendiri suka dikacangin|
dikira sukro kali|

|yahh seenggaknya
|kmu ga bakal diselingkuhin
|paling ya selingkuhnya kerja, hp dan PS, ML

Edgar sudah mendapat pekerjaan walau masih belum tamat kuliah, seperti pada umumnya kontraktor yang lain. Tak heran ia tak pernah kekurangan malah kelebihan hingga sering ia gunakan merawat hobinya, topup ml.

ya gapapa ka|
uangnya ikut ngalir koo|

|tapi kalo siitu selingkuh,
|sunat aja
|orang perilakunya sering minta disunat.

•••

Benar - benar,

Sekarang Eira ribet dengan dirinya, "Nadlyne, bagus mana si dressnya? Bingung banget pada cantik - cantik,"

"Asal kaka tau ya, udah 2 jam kita disini, taroh gak gaunnya!" Nadlyne kepalang kesal, Eira sedari tadi masih plin - plan dengan gaun yang dipegang. Gaun merah maroon yang anggun ditangan kanannya, serta gaun navy yang menawan ditangan kirinya. Masih untung jika yang dipegang gaun yang berbeda setiap waktu, tapi ini kayak gaun yang sama?

Eira juga sebenarnya sudah pegel linu memikirkan sebuah sebatang gaun, "Ga bisa, ini cantik banget plis."

"Ya Allah, beli dua-duanya udah," mata Nadlyne juga terus tak lepas dari gaun yang dibawa Eira, ikut mempertimbangkan.

"Ga bisa, mending buat beli kuota internet." Eira mengingat jika ia juga tak mempunyai kuota internet, karna dirumah juga sudah dipasang wifi. Tapi yakin, Eira tak akan membeli kuota internet, melainkan hotspot pada Edgar. Biasalah...

"Minta saran pacar kaka aja gimana? Atau Edgar?" saran Nadlyne.

"Nanti ga surprise dong, Edgar seleranya jamet kuproy gamau banget,"

"Pilihan tengah deh," saran ulang Nadlyne, menenteng gaun kuning menyala ditangan kirinya dan gaun ijo miskin ditangan kanannya.

"Cerdas banget, sekalian nanti mangkal diperempatan," ujar Eira cemberut.

Lantas terdengar bisik-bisik, tidak jauh dari tempat Eira dan Nadlyne yang masih ribet.

"Gaun navy yang dibawa mbak itu bagus ga si?" bisik cewek berpakaian overall.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 27, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Terpaan RenungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang