rembowruby
-don't copy paste anything from here -
-
Massage here 💌
-
ciuman perayaan 3700 kata 💋
-
Helowww aku up siang ya!
kemarin aku up huhuhu maaf ya..
Aku bakal lanjutin tulisan selanjutnya kalau selesai malam ini.
Nanti aku up
kalau selesai..tapi kalau tidak besok tetap aku up kok 😉
Ya sudah. Mari kita membaca 💋
***
perkataan Marka barusan tentu mengundang tanduk kecil vici untuk naik. Mereka tertawa meledek, mengejek Vici yang mengacukan jari tengah.
Marka menutup mata putrinya, hal-hal kotor harus di jauhkan. Sebenarnya ia rada tidak percaya ketika hiara sering mengambil Zeeya, bagaimana perangi buruk wanita itu. Namun, seiring berjalan waktu marka akui Hiara layak menjadi seorang ibu.
Semua sifat jeleknya, hilang begitu saja. Lihat sekarang bahkan Zeeya yang berlari ke arah Hiara setelah bosan di pangkuan ayahnya.
Hap.
Hiara langsung mengangkat tubuh mungil zeeya, memeluk gemas tubuh kecil itu. "Kamu jadi anak tante aja ya?" ucap Hiara, berusaha membujuk Zeeya untuk kesekian kalinya.
"Zeeya mau tante, tapi aku takut ayah kesepian. Kemarin saja aku ingin ke rumah Ganu tidak dibolehkan katanya ia kesepian" Ucap Zeeya menghela nafas berat, bebannya berat sekali. Ayah posesif.
"Kasian, padahal Ganu pasti sudah menunggu kan?" Ucap Hiara, jelas ia tau siapa Ganu. Teman les Zeeya yang tampaknya zeeya menggilai anak itu.
Bibit cegil sudah ada sejak dini. Marka jadi resah sendiri takut anaknya jadi Hiara kedua. Sontak marka menggeleng, bisa-bisanya ia membayangkan hal mengerikan itu pada anaknya sendiri. Akan ia jauhkan Zeeya dengan si sial, Ganu-Ganu itu.
Vici yang sedari tadi mendengar ikut meneliti bagaimana gelagat putri marka ini.
"Dia bukan anak hiara yang kau sengaja sembunyi kan?" vici memulai percakapan, ucapan itu membuat Marka mendelik, jelas tidak terima.
"Mana mungkin! Kau tidak lihat bagaimana wajahnya? lihat, perhatikan. Mirip denganku kan?" Ucap Marka membolak balikan wajahnya kemudian menunjuk Zeeya.
"Dia copy paste hiara" Ucap Vici membuat Hiara sontak tertawa keras juga Rere yang ikut tertawa.
"Capek-capek istriku mengandung. Usaha kami, kerja keras kami kau bilang Mirip Hiara. Jangan samakan begitu, astaga putriku. Bilang amit-amit sayang" Ucap Marka kemudian berdiri meraih tubuh Zeeya yang tentu anak itu tidak mau.
"Ayah ih, aku bosan lihat ayah terus. Jangan dekat-dekat aku dulu, mataku nanti iritasi" Ucap zeeya sambil bersedekap.
Marka menganga, mulutnya sontak ditutup oleh Rere. Sementara Rere terkikik, Marka justru sebaliknya.
"Butuh keset basah?" Ucap Vici membalas ucapan marka tadinya.
"Tara mengaku saja, zeeya memang mirip aku. Rere keseringan bertemu aku jadi akhirnya zeeya jadi mirip tantenya" ucap Hiara santai.
"Sayang jangan tertipu. Tante hiara bukan barang bagus" ucap marka berusaha membujuk putri kesayangannya untuk segara leas dsri Hiara.
"Yang bilang aku barang siapa? Cantik begini di bilang barang"
"Percuma cantik, toh second choice juga kan?"
"What hell-" ucapan Hiara berhentik saat dering telponnya ia melirik gawai itu kemudian menurunkan Zeeya berlalu dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Say [end]
FantasySemua orang tau bagaimana kaisar begitu mencintai vici. Perjalanan kisah mereka dimulai ketika umur 18 tahun. Dalam waktu yang lama- sepuluh tahun itu mereka lalui bersama, fakta cinta kaisar yang tidak pernah berkurang, masih tetap besar dan utuh u...
![Don't Say [end]](https://img.wattpad.com/cover/345833615-64-k488586.jpg)