rembowruby
—don't copy paste anything from here —
—
kirim pesan cinta kalian💌💗
—
ciuman perayaan 4000 kata 💋
—
Selamat membaca
ngomong-ngomong kalian suka aku up di waktu kapan?
pagi?
siang
sore
atau
malam seperti biasa?
Kalau aku pribadi ya lebih suka baca malam..kayak suasananya mendukung sekali.
Apalagi lampu di matikan.
kipas di nyalakan.
pake earphone.
duh...enak bangat kan? 🙊🙊🙊
***
Kaisar tidak lagi menjadi tim kontra Vici. Daripada meledek Vici yang sangat menahan diri dengan baik itu, Kaisar lebih tertarik. Meneliti wanita yang sudah sepuluh hari ini tidak ia jumpai. wajar bukan kalau dia rindu?
Maka dari itu, sejak ia datang. Bukannya menyapa kolega atau pemeran utama malam ini ia justru memerhatikan Vici yang kini memajukan bibir kesal.
"Jangan digigit. Kebiasaan" Ucap kaisar, tangannya tidak tinggal diam. Menarik bibir bawah Vici yang baru saja ia gigit, wanita itu menepis tangannya. Kaisar terkekeh ia dapat penolakan lagi. Namun sang empu bahkan tidak melirik ke arah Kaisar justru berfokus melemparkan menyalakan api pada Hiara yang sedang Mode silent.
"suaranya bisa hilang begitu, kenapa hiara? jangan sok jaim. Ini keran bocor di sumbat apa Tara?" Ucap Vici meledek tentu ia akan balas apalagi sekarang timing tepat.
"Kotoran. Terlalu banyak lumut, Hiara jangan jorok ah! Lumutnya masa dibiarkan, bersihkan dong." Ucap Marka menyindir Sadam yang baru saja bergabung.
"Pakai apa Tara?" Vici mengernyit, tangannya terangkat seolah menantang. "Masa pakai tangan kosong?"
"Pakai kesadaran," jawab Marka santai. "Tapi kalau kesadaran juga bocor, ya susah."
"pffft...." Vici juga Zian menahan tawa bersama dengan Rere yang kini menyembunyikan wajah. Rere merasa lucu, namun suaminya ini benar-benar memalukan. Tidak tau jaga image.
Bocor-bocor. Mulut Marka sebenarnya yang paling lebar bocornya. Untuk menahan bocor itu, Rere harus memasukan satu potong kue ke dalam mulut Marka, semoga tahan.
🍰 : aku satu-satunya harapan.
"Tambah lagi masih kurang" Ucap Haciko.
"Apa yang kurang?" Tanya zian.
"Kuenya," jawab Haciko santai, menyodorkan satu potong lagi ke mulut Marka. "Mulutnya masih longgar, masih ada celah angin keluar."
"Pffft..." Vici menahan tawa, sementara Rere hanya bisa mengusap wajah, pasrah.
Marka mengunyah dengan ekspresi tak terima. "Kalian pikir aku pipa bocor?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Say [end]
FantastikSemua orang tau bagaimana kaisar begitu mencintai vici. Perjalanan kisah mereka dimulai ketika umur 18 tahun. Dalam waktu yang lama- sepuluh tahun itu mereka lalui bersama, fakta cinta kaisar yang tidak pernah berkurang, masih tetap besar dan utuh u...
![Don't Say [end]](https://img.wattpad.com/cover/345833615-64-k488586.jpg)