rembowruby
—Don't copy paste anything from here—
—
Tembusss 3000 kata!
—
KETIK GACOR DULU LAH!
—
Semuanya sudah lihat OH! My Favorite
Sudah?
sudah?
Coming soon yaa..
Setelah DON'T SAY Ending.
***
Vici memalingkan wajah, terkatup rahangnya seerat mungkin. Sial. Pria ini menggodanya.
Vici mengguyur rambut kebelakang. Memalingkan wajah sedikit ke samping. Mengigit bibirnya kuat untuk menahan gejolak dalam perut.
cepat sekali perubahan wajah itu. ia benar-benar berusaha untuk menutupi debaran jantung. Belum pernah Vici sesinting ini hanya karena rayuan templet pria berlesung ini.
"Pipimu sudah merah..padahal kau tidak pernah malu tentang semua kebenaran yang kukatakan"
"Keluar dari unitku sekarang" Usirnya. Vici menunjuk pintu keluar.
"Tidak. aku akan melihat lama-lama di hari kelahiranmu. Anggap saja aku bukan kekasihmu namun, pemuja nomor satumu, sebab aku hanya menyukai sesuatu yang indah dimataku."
"Halah"
"Tidak apa, aku akan menunggumu bersiap. sejam atau lebih lama terserah padamu. Aku tahu kau suka berdandan. walau begitu tanpa berdandan kau selalu indah dimataku"
"Halah" decak Vici sambil rolling eyes.
"Jadi katakan. Apa aku harus menunggu atau..kau ingin kita berangkat sekarang. Kau sebenarnya tidak perlu khawatir, kau tidak akan bertemu siapapun malam ini selain diriku. Tempat tujuan malam kita ini sangat special. Pria mu ini punya banyak uang, Manfaatkanlah."
"Kau masih mengatakan itu padahal kau tidak bertanya apa aku akan menerima ajakanmu atau tidak" ucap Vici kesal.
"Katamu Wanita tidak suka pertanyaan" balas Kaisar.
"Tapi dari tadi kau bertanya" Ucap Vici lagi-lagi memutar bola matanya yang bulat itu.
"Kalau begitu," Sepenggal kalimat itu keluar dan tangan kaisar menarik Vici "Mari berangkat" lanjutnya.
Vici menyesal. Hanya karena Kaisar tadi datang membunyikan bel dan mengembangkan senyum ia jadi salah tingkah. Setelah seharian memikirkan Kaisar lalu pria itu muncul. Bayang-bayang tadi menjadi kenyataan. Rasa senang itu hadir jadi apakah ia memang mengharapkan kedatangan Kaisar?
Tapi boleh Vici tarik lagi euforianya tadi?
"Kau ingin mempermalukan aku dengan tampilan gembel seperti ini?" ucap Vici setelah berhasil menghentikan langkah Kaisar.
Ia berjalan hingga melewati pria itu. Berdiri tepat di depan kaisar. Mata bulat itu naik ke atas. Memandangnya dari bawah. "Kau tidak lihat kaos ku ini? Aku hanya pakai celana pendek. Tidak pakai lipstik, tidak menata rambut, tidak pakai parfume. Ayolah setidaknya aku harus memilih gaun, memilih heels, memilih perhiasan, pakai parfume. Tidak mungkin aku pergi dengan tampak jelek begini"
"Kenapa harus berdandan jika sudah cantik?"
Kening mengkerut kembali seperti semula. Mata yang tadi melotot kini tampak kosong. Terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Say [end]
FantasySemua orang tau bagaimana kaisar begitu mencintai vici. Perjalanan kisah mereka dimulai ketika umur 18 tahun. Dalam waktu yang lama- sepuluh tahun itu mereka lalui bersama, fakta cinta kaisar yang tidak pernah berkurang, masih tetap besar dan utuh u...
![Don't Say [end]](https://img.wattpad.com/cover/345833615-64-k488586.jpg)