Rembowruby
—Don't copy paste anything from here —
—
Well tembus 3700 kata 💋
—
Komenlah masa tidak? cape loh ini tulisnya 🙊🙉
—
***
Perseteruan itu masih berlanjut. Vici memberontak saat Kaivan mengangkat tubuhnya layaknya sekarung beras, dengan mudah Kaivan menuruni tangga. Pria ini benar-benar kelewatan. Tidak bisa Vici diamkan kebejatannya ini.
"Sinting kau! Lepaskan. Kubunuh kau bajingan" bentak vici, sungguh ia benci sekali pria ini. Tangannya bergerak brutal, memukul dan menarik jas Kaivan.
Namun pria itu sama sekali tidak terganggu, sangat santai menuruni tangga. Ini benar-benar menyebalkan jika dilihat, berbeda dengan nya yang bahkan tidak bisa menggerakkan kakinya, sebab pria sinting ini menahan pergerakan kakinya. Kedua kakinya itu seakan terkunci dan ia hanya bisa mengandalkan pukulan tangannya.
"Lepas! Turunkan aku! kau pikir aku tidak punya kaki? Aku bisa berjalan sendiri sialan!" Histeris Vici, ia memberontak, memukul, dan menarik kuat jas pria itu.
"Diam atau kupukul pantatmu" Balas kaivan yang bukan ancaman semata. Pria ini, akan melakukan apapun yang dia katakan. Namun Vici, tidak bisa diinjak-injak seperti ini. Pria badebah, sial dan kotor ini memang harus ia maki-maki.
"Manusia rendahan! Pantas saja kau jadi parasit di tubuh orang, kau memang tidak berguna, mati saja kau!" Vici terus berusaha melepaskan diri. Terus memberontak.
Sampai akhirnya kelelahan dan ia menyerah sendiri. "Oke, aku mengikuti maumu. Jadi, mari kita bicara dengan baik-baik" Sambungnya.
Tawaran itu justru mendapat tawa kecil dari Kaivan. Menggeleng kepalanya, "Hah..tuan putri kemana emosimu tadi? Kau takut pantatmu di pukul?" Ucapnya.
Dan di akhir akalnya, Vici mengigit punggung pria itu. Ia kerahkan semua kekuatan giginya, mencoba mencabik pria itu, mengoyak daging Kaivan sampai berdarah-darah.
"Gigitan semacam itu tidak bisa melukaiku, otak bodohmu tidak tau kalau jas ini tebal?" Ucap kaivan meremehkan, tangannya bergerak memegang pantat Vici.
Dan saat itu Vici menarik mulutnya menjauh, tidak lagi mengigit. "Oke! maaf! tolong jangan rendahkan aku seperti ini, lepaskan tanganmu sekarang!" Ucap Vici, nada suaranya bergetar. Kaivan benar-benar menginjak-injak harga dirinya. Pria itu, sumpah mati Vici akan berusaha mengucurkannya.
"Belum juga kupukul kau sudah begini, benar-benar lemah. Biarku ajar kau, bagaimana caranya balas dendam" Ucapan itu keluar, bersama dengan tangan Kaivan yang membuka pintu.
Sampailah mereka di area parkir, Kaivan memutari mobil dan menurunkan Vici di kursi penumpang. Tangannya memegang kap atas mobil, menunduk dan mendorong bahu vici dengan telunjuknya, hingga ia menempel pada Kursi.
"Tidak perlu bersikap manis, tunjukan taringmu. Seperti caramu menggigitku tadi, lakukan lagi..hingga gigimu mampu mengoyakku. Tapi," ibu jari kaivan masuk ke dalam mulut vici, meraba gigi atasnya sampai ke gigi bawah. Sontak Vici memegang tangan Kaivan itu dengan kedua tangannya. Menariknya menjauh, namun kepalanya justru semakin terdorong ke belakang.
Matanya memerah, siap menelan Kaivan.
Brengsek!
Gerakan Kaivan selanjutnya membuat Vici mengigit kuat ibu jari Kaivan.
Pria sial itu menggigitnya,
pada bahunya yang terbuka. Tubuh Vici bergetar, gigitan itu sangat sakit, ia bahkan mengeluarkan air mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Say [end]
FantasíaSemua orang tau bagaimana kaisar begitu mencintai vici. Perjalanan kisah mereka dimulai ketika umur 18 tahun. Dalam waktu yang lama- sepuluh tahun itu mereka lalui bersama, fakta cinta kaisar yang tidak pernah berkurang, masih tetap besar dan utuh u...
![Don't Say [end]](https://img.wattpad.com/cover/345833615-64-k488586.jpg)