36. Ciumlah aku Vici

541 37 2
                                        

Rembowruby

Don't copy paste anything from here

sampai 3500 kata! ayo-ayo votenya yang rajin biar ketikan ku tetap panjang sampai duar...duar...lumer-lumer

Lapak komen 💌

***

Mata Vici terbuka. Wah ternyata dia benar-benar ketiduran lagi. Terlalu nyaman paha Kaisar, hingga begitu kepala Vici menempel disana, ia bahkan tidak menyangka akan senyenyak itu.

Mau tahu apa yang ada di kepalanya saat melihat Kaisar rapat online? Tiba-tiba dia ingin melihat bagaimana reaksi Kaisar jika ia menganggu nya bekerja. Tidak-tidak. Bukan dia ingin cepat-cepat mereka putus.

Hanya saja itu yang ada dipikirannya. Kalian pernah tidak, ketika melihat sesuatu hal tiba-tiba BOOM!

Terbesit dalam pikiran. Ku beri gambaran, misalnya ketika ketika party. Bagaimana kalau Vici tiba-tiba mencabut colokan spikernya saat mereka sedang asyik-asyiknya bergoyang.

Ini bukan usil.

Tapi entahlah selalu saja ada bisikan setan. Bisikan roh-roh jahat.

Lalu ketika mengendarai mobil ia tiba-tiba berpikir bagaimana jika ia menabrak toko-toko di pinggir jalan. Menghacurkan kacanya serta isi di dalamnya?

Bahkan anak-anak,
bagaimana kalau tiba-tiba ia tarik rambut mereka lalu mengangkat di udara, mereka kan kecil. Jadi mudah saja Vici angka hingga kaki-kaki mungil itu tidak menginjak tanah.

Anak kecil suka permen kan?

Kalau ia membeli banyak permen lalu memancing mereka pasti seru sekali. Lalu ia tutup pintu mobil dan menjadi hyper Zombie di dalam. Apakah mereka akan menangis? atau mungkin mengompol.

Itu hanya khayalan. Tidak pernah terwujud. Kecuali targetnya Kaisar.

Bahkan khayalan itu juga sering kali muncul saat mereka melakukan photoshoot, ia membayangkan menggila. Tiba-tiba membanting barang-barang disana, menendang lighting. Kemudian memberikan jari tengah pada fotografer.

Vici bangkit dan duduk. Masih berada tempat semula. Selimut berbulu putih yang membungkus bagian atas tubuh di singkap.

Halah, Kaisar berkata bahwa bajunya terlalu terbuka, padahal mungkin dia suka juga kan. Kaisar kan mata keranjang.

Mata Vici menyapu seluruh ruangan. Tidak melihat Kaisar. Kemana perginya pria kaos army tadi. Ia tidak meninggalkan Vici dalam keadaan sakit begini kan?

Rasa resah itu muncul. Kepala Vici menoleh kesana-kemarin, badannya juga miring-miring. Apakah Kaisar anak tikus hingga ia mencari di smua celah-celah kecil,

Vici bersandar. Tidak ada Kaisar. Pria itu tidak ada di dalam apartemen. Bibirnya mengkerut, benar-benar mengkerut, mungkin sebentar lagi

tes

Air matanya jatuh masuk ke dalam teling. "brengsek. Cengeng sekali"  kalimat kotor itu keluar bersama dengan bibirnya yang cemberut. Begitu sakit hati, ia dengan cepat menghapus air matanya.

Vici menepuk dahinya. Ada hal lebih penting dari menangis, eh bersedih karena ditinggalkan Kaisar. Hari ini kan pestanya!

Vici menarik nafas dan mencoba untuk tenang.

Vici jangan pedulikan Kaisar. Lahirlah sebagai wanita mandiri jangan merengek!

Berulang kali ia mantrakan. Hingga matanya kembali terbuka. Ya, setidaknya dia kembali mendapatkan ketenangan.

Don't Say [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang