13

719 99 50
                                        


"Lo ngapain, Anggora?" Chakra mengernyit bingung begitu mendapati Hazel yang sibuk ngelipat selimut dan beresin baju-bajunya, "Kenapa dimasukin ke koper? Mau kemana?"

"Mau tukaran kamar sama Jevian. Gue bareng Dion aja karena disini banyak serangga."

"Eh, gak boleh!" Chakra nyamperin Hazel, selimut dan baju yang tadinya sudah masuk koper langsung Chakra keluarkan semuanya, "gaada main pindah kamar seenaknya. Lo harus tetap disini."

"Tapi gue digigitin seranggaa" Hazel merengek, dia cubitin lengan kuat Chakra dengan perasaan kesal, "lo gak tau rasanya bangun pagi dengan bibir kebas kayak tadi."

Chakra tarik nafas panjang. Hazel keliatan gemesin banget sekarang, bibirnya cemberut lucu dan mukanya melas banget. Kalau saja kompas moralnya Chakra rusak, sudah pasti dia bakalan ciumin cowok manis ini sekarang.

"Semalam bakalan jadi pertama dan terakhir kalinya lo digigit serangga, bentar bakalan gue beresin semua serangga yang ada di kamar ini."

"Berarti lo yang tukaran kamar sama Jevian?"

Kalimat itu keluar dari mulut Khalif, dia lagi duduk santai diatas kasur sambil main ML. dia daritadi udah nahan biar mulutnya diam, tapi karena greget akhirnya keceplosan. Khalif tetap fokus liat hp nya walau dia sadar kalau sekarang lagi diliatin sama Hazel dan Chakra.

Hazel bingung, sementara Chakra panik.

"Maksudnya? Kenapa Chakra yang tukaran?"

Sebelum Khalif menjawab, Hazel sudah dirangkul dan diajak keluar kamar oleh Chakra, "Khalif kalau lagi nge-game jangan didengerin, suka asbun. Mending temenin gue ke pasar."

"Bukan piket masak gue, ngapain ke pasar?" Hazel protes, tapi masih biarin dirinya dirangkul dan dibawa jalan ke depan oleh Chakra.

"Temenin gue doang, Anggora."

"Males."

"Chakra mau ke pasar ya? Sini biar aku temenin." Adri, yang baru aja pulang ngajar dan masih pakai seragam batik khas sekolah muncul didepan pintu posko dengan senyum lebarnya. Adri berdehem kecil karena ajakannya yang tiba-tiba membuat dua orang didepannya terdiam, "Aku gak sengaja denger kalau Hazel nolak temenin kamu ke pasar, jadi kalau kamu mau, sama aku aja ke pasarnya."

Hazel lepas paksa tangan Chakra yang rangkul pundaknya dan dorong Chakra ke arah Adri, "Tuh, ditemenin pujaan hati."

Mendengar kata 'pujaan hati' hari mulut dari Hazel, yang mana ditujukan buat dia, telinga Adri langsung merah. Sebenarnya, udah beberapa kali Adri denger orang-orang godain dia dan manggil dia pujaan hati Chakra. Tapi entah kenapa, pas godaan itu keluar dari mulut Hazel, rasanya beda. Kayak, konfirmasi pastinya kalau dia ditaksir sama Chakra tuh berasal dari Hazel.

Jantung Adri makin berdetak gak karuan begitu Chakra berdiri disampingnya. Chakra gak nyanggah kata 'pujaan hati' dan juga lebih milih buat ke pasar bareng dia dibanding kembali minta Hazel buat nemenin.

"Kalau gitu lo mau nitip gak, Anggora? Lo mau apa buat makan siang?"

"Apa aja asal enak."


~


Pilih menu

Pilih menu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐊𝐊𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang