33

566 94 56
                                        


Hari ini, Chakra dan yang lainnya niat mau langsung ngasih pelajaran buat anak-anak. Tapi ternyata sesi perkenalan mereka sangat memakan waktu.

Chakra, Bagas dan Nadya masuk di kelas VIII sementara Wahda, Gina dan Jevian di kelas VII. Dari sejak mereka masuk sampai dengan detik ini, tidak berhenti pertanyaan penuh rasa penasaran keluar dari mulut bocah-bocah itu. Apalagi, kelas yang dimasuki Chakra, hebohnya luar biasa.

"Kak Chakra bohong ih, masa ganteng kayak Kakak gapunya pacar?"

Seorang siswa protes karena Chakra jawab 'gak punya' pas ditanyain dia udah ada pacar atau belum.

Nanggapin itu, Chakra senyum sombong "Gini ya adik-adik, justru yang ganteng kayak Kakak ini harus selektif, gaboleh asal pilih pasangan" katanya.

Disampingnya, Bagas berusaha tetap diam, dia gak mau kelepasan teriak NAJIS didepan muka Chakra dan para siswa. Dia harus jaga image. Harus.

"Aku kira Kak Chakra pacaran sama Kak Hazel, soalnya dekat banget."

Siswa yang duduknya paling depan menyeletuk, dia salah satu bocah yang rajin berkunjung di posko. Pernyataannya diangguki sama bocah-bocah lain yang juga rajin datang ke posko.

"Jawab Cak, jawab" Nadya tertawa menggoda, "Konfirmasi dong Kak Chakra. Pacaran atau gak nih sama Kak Hazel?"

"Eh tapi tapi.. Pak Adri juga dekat sama Kak Chakra!" Bocah yang duduknya paling belakang berseru, "kata Bapak mereka sering jalan bareng malam-malam!! Berdua!!"

Kalimat bocah itu membuat gaduh sekelas, mereka berdebat penuh pro kontra tentang siapa yang lebih cocok dengan Chakra.

Ada yang jawab Hazel, Adri, nyebut nama anggota lain sampai nama random kayak Fuji dan kawan-kawan juga disebut cocok sama Chakra.

BRAK!!!!!

Suara gebrak meja membuat kelas yang heboh itu jadi hening, pelakunya adalah Bagas. Dia berdiri dari duduknya dan merangkul Chakra, "Cak, jawab Cak. Katakanlah kebenaran kepada adik-adik kita yang penasaran."

Chakra berdecak kesel sebelum akhirnya buka suara, "Gini ya adik-adik, Kakak sama Pak Adri itu gak pernah jalan berdua malam-malam. Kita ramean ngumpul di rumah Kak Ahmad, buat ronda, jagain maling."

"Tapi, kata bapak kalian ngerokok doang."

"Bapakmu itu fitnah Dek, kita ngerokok sambil jaga maling." Chakra senyum manis, kemudian mendapatkan anggukan mengerti dari seluruh kelas.

"Kalau sama Kak Hazel gimana?"

"Kalau itu..." Chakra menggantung kalimatnya cukup lama, membuat seisi kelas penasaran, "...Rahasia!" katanya diakhiri dengan tawa.






~~


Sakit

Sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐊𝐊𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang