"Gamau!! Adek mau ikut pulang pokoknya" Hazel merengek, dia peluk pinggang Papinya kuat sementara Maminya ngelusin punggung anak tunggalnya biar bisa lebih tenang.
"Minggu depan Mami sama Papi datang ngunjungin Adek lagi kok, jadi Adek tenang aja" Hibur Mami. Perempuan yang masih terlihat muda itu kecup pipi Hazel berkali-kali karena gemes sama rengekannya.
"Adek sayang, Adek mau apa nih biar Papi sama Mami dibolehin pulang tanpa Adek? Mau nambah uang jajan?"
"Pi, Adek gamau apa-apa, mau pulang pokoknya!"
Dion yang sedari tadi cuma berdiri dipojokan sambil ngeliat drama keluarga itu cuman bisa tarik nafas panjang. Dia mutusin buat ngedekat dan ikut bujuk Hazel.
"Zel, kalau pulang emang gak malu sama yang lain? Mau jadi bahan gosip kalau lo pulang sendirian?" Dion senyum ketika akhirnya Hazel angkat kepala buat natap dia, "Lo bakalan rugi banget kalau pulang, banyak drama seru yang nantinya lo lewatin."
Hazel berdecak, kemudian menggeleng, "Gak peduli. Pokoknya tetep mau ikut Mami pulang."
"Yaudah pulang aja, entar Chakra jadian sama Adri."
Jurus terakhir Dion. Kalau uang, janji liburan, dan janji-janji lainnya gabisa luluhin hati Hazel. Mungkin sedikit ancaman tentang hubungan aneh-nya dengan Chakra bisa menjadi solusi.
"Lah, kok jadi bawa-bawa nama Chakra?Gue gak peduli dia mau jadian sama siapa aja." Hazel lepasin pelukannya dipinggang Papi, kemudian berkacak pinggang dengan wajah cemberut, "Kalau lo maksa-maksa kayak gini dan gabisa hidup kalau gue gaada, yaudah, gue bisa aja selain tinggal?"
Helaan nafas penuh kelegaan keluar dari Papi, Mami dan juga Dion. Mami cubit pipi anaknya yang menggemaskan itu, "Mami sama Papi tuh juga gak rela tinggalin kamu. Tapi, emang harus kayak gini. Biar Adek bisa lebih mandiri."
Papi ngelus kepala Hazel, "Papi sama Mami pulang dulu. Adek harus selalu hati-hati dan dengerin apa kata Dion. Okey?"
Hazel ngangguk dengan ogah-ogahan. Sebelum Papi Maminya pulang, dia dihujani ciuman bertubi-tubi dari keduanya. Mereka juga berpamitan dengan teman-teman Hazel yang lainnya.
"Chakra tolong bantu Dion ya jagain si Adek" Mami berpesan begitu bersalaman dengan Chakra, "Tolong dimaklumi kalau sesudah ini dia bakalan agak rewel, tadinya mau ikut pulang."
Chakra tersenyum lebar, "Tante gak minta tolong juga saya udah dengan senang hati jagain Hazel."
Mami tersenyum terus ngucap terimakasih ke Chakra. Ketika giliran Papi yang bersalaman, Chakra sedikit gugup.
"Jangan macam-macam sama anak saya. Jangan dibikin nangis."
"Siap, Om." Chakra senyum canggung, bisa dia rasakan kalau Papi Hazel sengaja remes tangannya agak keras pas salaman, sebagai peringatan.
~~
Lupa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.