21

1K 104 41
                                        


Pagi ini posko KKN udah rame. Semua udah segar, duduk di ruang tengah, siap buat main games buat nentuin siapa yang kena giliran piket masak hari ini. Tapi di satu sudut, ada satu orang yang masih setengah sadar. Hazel, dengan mata setengah merem, duduk sambil megang segelas susu cokelat hangat. Mukanya masih khas orang baru bangun tidur.

Padahal udah dibangunin sama Chakra sejak tadi, tapi Hazel malah izin dan mohon-mohon buat dibiarin tidur lagi.

Dan Chakra? Oh, dia jelas gak bisa nolak kalau kucingnya udah masang muka melas dan minta izin buat tidur lagi. Dengan Hazel yang minta izin ke dia buat tidur tuh buat Chakra ngerasa kalau dia punya kendali atas Hazel. Dia senang tiap Hazel minta tolong ke dia untuk hal-hal gak berguna dan dia lebih senang lagi tiap denger Hazel minta izin atau memohon ke dia buat hal yang seharusnya udah jadi hak pribadi Hazel sendiri.


"Dengerin dulu!" Wahda bersuara sambil ngangkat kotak kardus gede. "Di dalam ini ada bola warna-warni. Masing-masing dari kita ngambil satu buat nentuin tim. Terus kita bakal main dua lomba: lari atau makan semangka."

Semua langsung berdecak kesal. Udah pasti semua lebih milih lari daripada makan semangka. Sejak rumah sebelah panen, mereka udah kebanyakan makan buah itu. Mau siang, sore, malem, setiap buka kulkas isinya semangka semua. Sekarang Wahda dan Dion malah mau bikin mereka makan lagi? Big no.

"Udah, ayo ambil bolanya." Dion mulai membagikan.

Tim merah: Hazel, Nadya, Jian, Gina

Tim biru: Chakra, Malik, Bagas, Silvia

Tim kuning: Khalif, Dion, Jevian, Wahda

"Tim gue gak perlu ikut lomba, sih. Udah jelas menang." Malik senyum sombong. "Gue udah lari marathon dari umur dua tahun, Bagas larinya kenceng karena kebiasaan nyolong mangga terus dikejar warga, Silvia udah gak diragukan, dan Chakra? Ah, juara satu lomba lari ghosting orang."

"Anjing lu, Malik! Gue kapan nyolong mangga?!" Bagas protes.

"Udahlah, Gas. Lo malu-malu kayak sama siapa aja."

"Tai lu, Lik"

Sementara tim biru sibuk bercanda, tim merah udah pasrah duluan. Lomba lari? Mereka jalan kaki aja udah ngos-ngosan. Gina coba nyemangatin, tapi Nadya udah hampir nyerah.

"Kalau kita ikut, kita capek dua kali, loh," keluh Nadya.

"Gak ada nyerah-nyerahan!" Gina bersikeras. "Pokoknya kita lari. Gue udah capek masak kemaren, masa hari ini harus masak lagi?"

Hazel sih diem aja. Dia udah 100000000% yakin bakal kalah. Lari lawan Chakra dan Khalif? Oh, tentu saja mustahil, dia baru 4 langkah aja mereka kayaknya udah bakalan nyampe finish.

Setelah nentuin pelari dari tiap tim, urutan buat lomba larinya jadi gini:

Pelari pertama: Malik vs Gina vs Jevian

Pelari kedua: Bagas vs Dion vs Jian

Pelari ketiga: Wahda vs Silvia vs Nadya

Pelari terakhir: Chakra vs Khalif vs Hazel

"Sumpah deh, tim gue gak usah ikutan. Udah menang telak ini." Malik kembali bersuara, dia ngerasa buang-buang tenaga buat hasil yang udah jelas.

"Malik, lo diem deh."

"NOH DENGER NOH" Khalif berseru setelah Silvia protes ke Malik, "Marahin aja Sil, bacot mulu daritadi."

𝐊𝐊𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang