"Kita sepakati, mulai detik ini sampai seterusnya, desa Archer dan desa Txder mendeklarasikan perdamaian."
Kedua pemimpin desa tersebut berjabat tangan usai menandatangi surat perdamaian. Disaksikan secara langsung oleh keempat putra Donghae, dua putra Siwon, beserta masing-masing lima warga yang diundang sebagai saksi.
"Kuharap kita dapat bekerja sama tanpa melibatkan persaingan lagi. Datanglah ke desa kami di lain waktu, karena khusus keluarga besanku, pintu gerbang desa akan selalu terbuka untuk kalian para warga Archer."
Donghae tersenyum simpul mendengar penuturan dari mantan musuhnya tersebut. "Kalian juga bisa datang kemari, kami akan dengan senang hati menyambut kalian."
"Paman, bagaimana keadaan adik kami?" tanya Mark menyela. Sejujurnya meski kedua desa telah resmi damai, dalam lubuk hatinya masih terselip rasa ketidaksukaan, apalagi melihat sosok yang menjadi mate sekaligus suami adik tersayangnya itu.
"Tenang saja, Jeno tidak akan kenapa-kenapa. Penjagaan kami ketat terhadap omega, apalagi luna," balas Siwon tenang.
"Maaf, tapi saya masih tidak sepenuhnya percaya. Saya ingin memperingatkan putra sulung Anda, apabila membuat adik kami terluka hingga menangis, kami akan mengambil paksa adik kami. Ingat itu, Choi Soobin."
"Bahkan tanpa kamu suruh pun, aku akan menjaga istriku, karena dia sekarang milikku."
Kedua alpha itu saling menatap tajam. Sarat akan permusuhan. Suasana di sekitar mereka menjadi sangat memanas apabila tidak segera diambil alih oleh Kai dengan mengajak semua anggota keluarga mencicipi manisan dari desa Txder. Dibiarkan sebentar saja kemungkinan besar kedua alpha tersebut bisa langsung saling menyerang satu sama lain.
....
Jeno terjaga mendengar pintu kamar dibuka. Mendapati sosok alphanya baru pulang membuat Jeno bangkit duduk. Ia melihat ke luar jendela yang dibiarkan terbuka. Hari sudah gelap ternyata.
"Apa aku membangunkanmu?"
Sang omega terdiam sesaat. Sontak kedua matanya membelalakkan lebar. "Jay?! Ya ampun Jay, aku bermain petak umpat dengannya!" pekiknya heboh. Ia buru-buru beranjak dari ranjang, hendak membuka pintu. Namun, Soobin segera mencekal pergelangan sang istri dan dibawanya menghadap.
"Sepertinya Jay sudah pulang."
Bibir tipis sewarna buah stroberi itu mengerucut maju. Tatapan memelas diperlihatkannya, menandakan ia sedang sedih.
Melihat itu pun Soobin terkekeh gemas. "Kalian bermain petak umpat, tapi mengapa kamu bersembunyi di dalam kamar? Tentu Jay tidak akan mungkin mencarimu di sini meski dia bisa melakukannya. Sudah menjadi peraturan bahwa tidak ada yang boleh masuk kamar tanpa permisi, 'kan?"
"Aku lupa, Alpha. Maaf."
Soobin mencium kening Jeno saking gemasnya. Mengapa istrinya ini sangat lucu, sih? Rasanya Soobin ingin sekali lepas kendali dan menciumi Jeno terus tanpa harus ingat waktu. Namun, tidak mungkin dilakukannya, mengingat ia harus menjaga wibawanya sebagai calon pemimpin sekalipun seorang suami dari omega itu.
"Tidak apa-apa," balas Soobin melembut. "Apa kamu sudah makan?"
Jeno menggeleng. Ia ketiduran dari tadi sore, sampai melewatkan jam makan malam. Apalagi sekarang perutnya tiba-tiba berbunyi. Ah, sial, ia sungguh malu.
Soobin menghela napas. Pria itu membawa sang omega duduk di atas karpet beludru di dekat tempat tidur. Dia mengambil meja mini dan ditaruhnya di depan sang omega. Alpha itu ikut duduk di hadapan Jeno. Mengeluarkan empat buah kotak makan kayu dari buntelan kain biru muda yang dibawanya.
"Ayahmu membawakannya untukmu."
"Wah, goldongban!" pekiknya senang mendapati salah satu makanan kesukaannya. "Ada eo-mandu juga! Terima kasih, Alpha!"
Soobin bereaksi dengan senyuman kecil. Kedua tangannya terangkat menggulung lengan pakaian sang omega.
"Alpha sudah makan?"
"Sudah. Ayahmu memaksaku mencicipi semua makanan yang ada di sana. Bahkan ketika rombongan kami akan pulang, beliau membawakan banyak sekali makanan."
Jeno terkikik menahan tawa. "Ayah memang begitu, Alpha," ujarnya manakala mengingat kelakuan sang ayah. "Tapi ini terlalu banyak, aku takkan bisa menghabiskannya sendiri. Alpha bantu aku, ya?"
Omega itu bisa melihat sang alpha membuka mulutnya. Mengisyaratkan agar disuapi. Dengan senang hati Jeno menyuapi Soobin. Walau sejujurnya Soobin sendiri masih merasa kenyang, tapi demi Jeno, apapun akan ia lakukan untuk menyenangkan hati si manis.
Hmz, dasar bulol.
...
Dikit dululah, seng penting wes update awokawok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembatas
Fantasía"Ada hal apa yang membuat omega semanis dirimu berada di wilayah kami?" "M-Maafkan aku, ak-aku tidak bermaksud m-melanggar ...." ⚠[b×b stories]⚠ →C.Soobin [dom] & L.Jeno [sub] ©Pin, edited by Lillavias
