"Aku baru mengetahui kalau cuaca di Eirient sepanas ini" Noah menarik bajunya berkali-kali berusaha untuk mengarahkan angin agar masuk dan mendinginkan badannya yang sudah basah karena keringat.
"Apa yang kau harapkan dari kota pesisir? Apakah kau mengira akan ada salju di pantai?" balas Chris sambil sedikit tertawa.
Yang lebih muda hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil.
"Kukira akan ada sesuatu yang spesial. Jadi mengapa kau mengajakku ke pantai ini?" tanyanya lagi.
Chris terdiam sejenak setelah mendengar kalimat yang keluar dari alpha yang lebih muda darinya tersebut, ia mendudukkan dirinya pada pasir dan menepuk tempat kosong di sebelahnya untuk memberi tanda kepada yang lebih muda untuk duduk di sampingnya. Tanpa berpikir panjang Noah langsung turut mendudukkan dirinya sesuai dengan keinginan dari beta tersebut.
"Jadi?" Noah bertanya sekali lagi setelah melihat ekspresi muka Chris yang sedikit berkaca-kaca tetapi tetap tersenyum kecil.
"Pantai ini dulu adalah milik keluargaku" jawab Chris.
...
"Sebentar keluargamu memiliki pantai?"
"Ella diamlah jangan memotong penjelasannya, ceritanya baru mulai menjadi menarik" Leon mengangkat tangannya dan meletakkannya di depan muka Estrella yang duduk di hadapannya.
"Baiklah silahkan dilanjutkan" ucap Leon.
"... tidak ada yang perlu diceritakan lagi, kami hanya bosan karena tidak ada hal yang bisa dilakukan sehingga kami memutuskan untuk pergi ke Demaria" Chris kembali mengambil sendok dan garpunya kemudian melanjutkan menghabiskan makanannya.
"Aku yakin ada yang disembunyikan olehnya" ucap Estrella sambil menyipitkan matanya.
"Habiskan saja makananmu terlebih dahulu" balas Chris diikuti tawa kecil dari Leon.
***
"Tingkat produksi feromonnya sedikit bertambah tetapi tidak ada perubahan yang terlalu signifikan, jadi tetap lakukan yang sudah dilakukan saat ini hingga Tuan Darion merasa bahwa menahan feromon tidak lagi menyakitkan dirinya maka tidak akan terjadi masalah apa-apa" jelas Leon setelah melihat lembaran kertas di tangannya.
"Apabila saya boleh bertanya juga, kapan terakhir kali Tuan Darion mengalami rut?"
Sang alpha yang mendengar perkataan tersebut hanya mengalihkan pandangannya tidak ingin untuk melihat muka sang dokter yang berada di sebelahnya. Ia sedikit menepuk punggung dari sang manajer dengan pundaknya memberikan tanda untuk menjawab.
"Dia tidak mengingatnya, yang pasti sudah sangat lama"
"Atau mungkin tidak pernah" tambah Erick dengan sedikit berbisik.
"Belum pernah mengalami rut?" Leon bergumam sambil menaikkan alisnya.
Perubahan ekspresi tersebut membuat Darion mendecakkan lidahnya karena perasaan kesal.
"Peningkatan produksi feromon biasanya merupakan sebuah tanda-tanda akan terjadinya rut pada alpha maupun omega, tetapi mengingat tidak ada data historis sebelumnya sehingga akan diperlukan beberapa tes lainnya dan tentunya pemantauan secara langsung"
Selain memberikan penjelasan mengenai perkiraan diagnosis yang dibuatnya, Leon juga turut memberikan beberapa brosur yang biasanya ia berikan kepada alpha maupun omega muda yang ditanganinya. Sebuah semburat merah mulai muncul pada muka Darion tetapi berusaha untuk ditutupi oleh alpha tersebut dengan batuk yang dibuat-buat karena rasa malunya menjadi seorang alpha yang masih belum mengalami rut.
KAMU SEDANG MEMBACA
[bxb abo] Omegaphobic
Teen FictionKisah cinta antara seorang Alpha yang membenci Omega dan Omega yang membenci Alpha tetapi seperti pepatah tak kenal maka tak cinta, sebuah kisah romansa mulai tumbuh diantara keduanya yang sedang menempuh jalan untuk menghilangkan rasa benci tersebu...
![[bxb abo] Omegaphobic](https://img.wattpad.com/cover/322211041-64-k921973.jpg)