Episode 39

1.2K 45 3
                                        

"Tuan Leon, aduh, tolong tenanglah"

Beberapa orang pelayan kastil berusaha untuk menenangkan Leon yang sedari tadi berlarian untuk mencari sang nenek. Tepat setelah mengetahui bahwa kastil Antario mengalami penyerangan dan saat ini sang nenek malah membawa mate nya untuk pergi keluar dari kastil membuat dirinya mulai mempertanyakan rasionalitas dari sang ratu.

"Ada apa ini?" sebuah suara muncul dari ujung lorong.

Sumber dari suara tersebut tidak lain adalah Aveny yang memutuskan untuk tidak ikut bersama dengan Valice karena dirinya masih ingin berbincang-bincang dengan Arthur dan Chris yang kebetulan sedang berkunjung.

"Yang mulia, pangeran baru saja terbangun dan mengamuk karena mencari Tuan Darion dan yang mulia ratu" jelas salah seorang pelayan.

Mendengar penjelasan tersebut Aveny langsung bergerak cepat untuk menenangkan sang cucu yang tentunya membutuhkan bantuannya, ia tidak menghiraukan lagi rasa sakit yang biasanya membuat dirinya tidak dapat bergerak dengan cepat.

"Yang mulia, hati-hati" pelayan tersebut sedikit panik melihat Aveny yang tiba-tiba berjalan cepat.

Setibanya Aveny di kamar yang ditempati oleh Leon, ia melihat sang cucu yang ditahan oleh 4 orang pelayan beta di kasurnya mengingat perintah dari Valice untuk memastikan Leon tidak keluar dari kawasan kastil Antario.

"Leon..."

Panggilan tersebut membuat sang omega yang sebelumnya meronta-ronta menjadi terdiam dan melihat sang oma, air matanya mengalir hebat karena rasa khawatirnya yang tidak dapat ditahan lagi.

"Oma, dimana mate ku? Apa yang nenek lakukan?" tanyanya dengan suara yang parau dan desahan karena air matanya.

Aveny hanya dapat menelan ludahnya dan memeluk sang cucu yang telah tenang, ia mengetahui bahwa dirinya tidak dapat membeberkan rencana yang dibuat oleh Valice karena dirinya pun dahulu pernah berada di posisi yang sama.

"MAJU KE MEDAN PERANG? APA DIA SUDAH GILA?"

"Aveny tenangkan dirimu, Valice pasti akan kembali dengan selamat"

"DIA ADALAH MATE KU PERSETAN DENGAN SEGALA UCAPAN KALIAN"

Mengingat dirinya yang memporak-porandakan kastil karena Valice yang diminta oleh para menteri untuk maju ke medan peperangan menjadi salah satu memori kelam yang benar-benar dipendam dalam-dalam oleh Aveny dan saat ini sang cucu ditempatkan pada posisi yang sama dimana ia berharap omega muda tersebut tidak akan mengambil jalan yang sama dengannya.

"Tenang dulu ya Leon, oma akan jelaskan nanti tetapi kamu harus menenangkan dirimu dulu" ucap Aveny sambil memeluk dan sedikit menepuk pundak yang lebih muda.

"Sebentar lagi nenek akan kembali dan kami akan menjelaskan semuanya kepadamu ok? Tenangkan dulu dirimu" lanjutnya.

"Aku tidak mau oma, aku mau bertemu Darion" Leon mulai sedikit meronta.

Aveny memberikan isyarat kepada para pelayan lainnya untuk meninggalkan keduanya karena ia tahu ia harus membantu sang cucu untuk menenangkan dirinya menggunakan feromonnya. Perlahan-lahan bau lavender mulai memenuhi ruangan tersebut membuat Leon sedikit lebih tenang.

"Tunggulah sebentar lagi ya" Aveny memeluk sang cucu dengan erat tetapi penuh dengan keberatan hati karena ia sudah pernah berjanji pada dirinya untuk tidak menggunakan feromonnya untuk mempengaruhi emosi anggota keluarganya.

***

Tak terasa dua minggu telah berlalu sejak Leon pulih dari heat nya dan ia selalu berkomunikasi menggunakan alat rahasia yang berada pada tempat tinggal Darion setiap malamnya. Keduanya bergantian bertukar pesan dan saling mendengarkan kalimat-kalimat yang penuh rasa rindu. Tentunya kegiatan tersebut beberapa kali menuai emosi sang ratu yang merasa pasangan mate tersebut menggunakan alat rahasia tersebut sebagai mainan meski begitu ia tidak pernah melarang sang cucu untuk mengirimkan pesan karena ia sendiri memahami bagaimana perasaan seseorang dipisahkan dari mate nya.

"Nenek dengarkan ini" Leon meminta sang nenek mendekat ke arah speaker yang digunakannya untuk memutarkan suara pesan dari Darion.

"I miss you"

Suara tersebut membuat sang nenek hanya memutar matanya karena melihat kelakuan sang cucu yang 'melelahkan' menurutnya.

"Eh?" seorang operator yang bertugas melakukan pemantauan daerah tiba-tiba bersuara membuat Valice dan Leon yang berada di ruangan tersebut untuk mendengarkan pesan dari Darion memutarkan kepalanya ke arah sumber suara.

"A-3 mohon menjawab panggilan" ucapnya lagi.

"A-2 baru saja menghilang dari radar" operator kedua menambahkan.

"Sinyal darurat dari A-1 berbunyi" lanjut operator kedua yang melihat sebuah tanda muncul pada monitornya.

Valice yang mendengar konversasi keduanya segera menyuruh Leon untuk keluar dari ruangan dan mengambil alih kendali.

"Bagaimana dengan sinyal darurat dari mekanisme?" tanya alpha tersebut.

"Tuan Darion tidak membunyikan alarm darurat" operator pertama menjawab.

"Lupakan, aku akan pergi kesana, berikan kabar secara langsung apabila ada perubahan"

Valice memerintahkan dan segera keluar dari ruangan tersembunyi yang berada di kantornya tersebut. Tanpa membuang waktu lagi ia segera memerintahkan agar sebuah kendaraan dipersiapkan untuk menuju ke rumah rekreasi tersebut. Leon yang merengek untuk ikut pun akhirnya diijinkan olehnya mengingat ia tidak dapat membuang lebih banyak waktu untuk berdebat dengan omega muda tersebut.

Mobil tersebut melaju dengan kencang hingga setelah 20 menit perjalanan akhirnya kendaraan tersebut mulai mendekati area gubuk kayu tersebut.

"Nenek..." ucap Leon dengan nada yang mencekam.

Valice hanya menoleh ke arah pandangan Leon, ia melihat dari kejauhan rumah yang sebelumnya berada di tengah-tengah hutan tersebut telah menjadi reruntuhan.

"Apa.." Valice kehabisan kata-kata.

Sesampainya mobil tersebut di depan reruntuhan rumah tersebut, Leon langsung berlari dan mulai mengangkat beberapa balok-balok kayu yang sebelumnya tersusun rapi membentuk tembok dari gubuk tersebut, begitu pula dengan sang ratu dan beberapa orang bodyguard yang turun dari mobil kedua dan turut membantu omega tersebut.

"Pangeran Leon dan yang mulia ratu tunggulah di sana saja biarlah kami yang menggali reruntuhan ini" ucap salah seorang bodyguard.

Tentunya permintaan tersebut tidak dihiraukan oleh Leon yang sudah terlihat sangat khawatir akan keberadaan sang mate.

"KAMI MENEMUKAN SESEORANG" jerit salah seorang bodyguard yang berada di bagian teras belakang gubuk tersebut.

Valice dan Leon dengan segera meninggalkan tempat mereka dan berlari menuju ke arah bodyguard yang menerit tersebut, tanpa berpikir panjang Leon langsung mendudukkan dirinya dan memeluk badan yang telah tergeletak tersebut. Ia merasakan sedikit sisa bau hutan di pagi hari yang telah bercampur dengan bau anyir dari darah dan bau lainnya yang cukup menyengat.

"Ini Darion..."

Suara Leon terdengar pasrah dan penuh penderitaan karena ia hanya dapat merasakan tangan yang dingin tanpa adanya denyut nadi.

"Kenapa kau meninggalkanku..."

***

To Be Continued

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To Be Continued

(27 / 08 / 2025)

[bxb abo] OmegaphobicCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang