Episode 37

1.3K 60 3
                                        

Sorry late up nya TvT

Enjoy the episode <3

***

"GAGAL?"

Suara amukan keras menggema hingga ke lorong-lorong bangunan. Seorang alpha wanita tampak menghentakkan kepalan tangannya pada meja kayu yang berada di depannya.

"Maaf Nyonya, kami tidak menyangka kastil itu dijaga dengan sangat ketat dan kami tidak-"

Sebuah map yang berisikan lembaran-lembaran kertas mendarat pada wajah beta yang sedang berbicara tersebut dan membuat dirinya terjatuh sambil menahan rintihan.

"BODOH, BAGAIMANA KALIAN BISA GAGAL DENGAN PERSIAPAN SEPERTI ITU" bentak wanita tersebut lagi.

"APA GUNANYA AKU MEMPEKERJAKAN KALIAN AHHHHH" amuknya sambil mendorong segara barang yang berada pada mejanya hingga berserakan pada lantai ruangan tersebut.

"Mata-mata yang kita tanamkan pada kastil juga telah tertangkap oleh pihak keamanan mereka sehingga kita kehilangan informasi mengenai keadaan saat ini" beta tersebut melanjutkan laporan yang diterimanya.

Setelah terdiam sambil berjalan memutar-mutar dan menggeramkan suaranya, alpha wanita tersebut berusaha menangkap kembali nafasnya lalu menatap beta yang berada di depannya dengan penuh amarah.

"Siapkan kendaraan kita berangkat ke Antario"

Sang beta yang mendengar tersebut hanya menganggukkan kepalanya dengan penuh ketakutan dan segera beranjak keluar ruangan.

"Andai saja omega bajingan itu tidak melarikan dirinya semuanya tidak akan serumit ini sekarang" geram alpha tersebut dalam hati.

***

Saat ini Darion tengah berada di ruangan utama dari kastil Antario sambil berbincang-bincang dengan sang ratu, permaisuri, dan juga Noah yang kebetulan sedang berkunjung. Pembicaraan keempatnya terpotong oleh seorang alpha yang merupakan komandan keamanan tersembunyi pada kastil Antario.

"Maverick, bagaimana hasil interogasinya?" tanya Valice melihat sang alpha.

"Mereka merupakan sekumpulan pasukan dari Graveon, kelompok kriminal yang diketahui aktif di daerah kerajaan Glarent di Benua Cordonia, mereka juga bertanggung jawab atas penyerangan Tuan Darion dan Pangeran Leon beberapa bulan yang lalu" jelasnya.

Aveny menyipitkan matanya setelah mendengar penjelasan tersebut karena penyerangan dari kelompok kriminal yang berasal dari benua yang berbeda benar-benar tidak dapat diperkirakan alasannya.

"Kerajaan Glarent? Bukankah itu artinya kelompok kriminal tersebut bergerak dibawah perintah Keluarga Gant? Dan apabila begitu artinya alpha picik itu telah memiliki kekuatan yang cukup besar di Kerajaan Glarent" Valice berusaha menyimpulkan segala informasi yang telah didapatkannya.

"Jadi Lativah sudah meraih kekuatan yang cukup besar di benua Cordonia" ucap Aveny menambahkan.

"Lativah?" Noah membuka suaranya karena ia masih tidak dapat memahami situasi tersebut.

Darion menghelakan nafasnya lalu menjelaskan mengenai pesan yang ditinggalkan oleh papanya dan juga pengalaman-pengalaman yang diceritakan langsung oleh neneknya.

"Apa? Aku tidak bisa membayangkan ada manusia sepicik itu" ucapnya setelah mendengarkan cerita tersebut.

"Lalu apa yang akan kita lakukan yang mulia?" tanya Darion melihat Aveny dan Valice yang sedang berunding.

"Bawa permasalahan ini ke peradilan tingkat internasional?" Noah tiba-tiba menyuarakan opininya membuat keempat orang lainnya menoleh ke arahnya.

"Apa aku menyarankan hal yang bodoh?" alpha mudah tersebut tersenyum kikuk.

"Kita tidak memiliki bukti yang cukup tetapi dengan penyelidikan dan perencanaan yang matang ide mu itu sangat mungkin dilakukan" ucap Valice.

Tok tok tok

"Masuklah" Aveny meminta orang yang mengetuk pintu untuk masuk.

"Ada seorang tamu untuk yang mulia dan juga Tuan Darion" ucap seorang pelayan yang memasuki ruangan dan berdiri di sebelah pintu masuk.

"Apakah nenek datang?" tanya Darion mengira bahwa sang nenek telah memberitahu Valice terlebih dahulu mengenai rencana kedatangannya.

Sang ratu hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit menggerakkan alisnya karena rasa curiga.

"Nenekmu tidak memberitahu kalau akan datang sama sekali"

Keduanya langsung berdiri dan meminta agar pelayan tersebut mengantar mereka kepada tamu tersebut diikuti oleh sang komandan, Noah, dan Aveny yang mengekori keduanya.

Sang pelayan beta tersebut pun membuka pintu ruang tamu kastil dan membungkukkan badannya untuk mempersilahkan sang ratu masuk.

"Akhirnya tiba juga, sangat tidak sopan membuat seorang tamu menunggu lama-lama" ucap seorang wanita yang sedang terduduk sambil memegang sebuah cangkir teh.

"Lativah Berntden, apa yang kau lakukan di wilayah kerajaan Antario" ucap Valice dengan tegas.

"Apa yang kulakukan? Isn't it quite clear? Tentu saja aku ingin bertemu dengan keluargaku yang sudah lama tidak kutemui dan kudengar keponakanku tercinta sedang berada disini"

"Keponakanmu? Maksudmu bayi yang ingin kau bunuh 27 tahun yang lalu?" lanjut Valice.

Dalam perjalanan menuju ke ruangan, Valice telah meminta Aveny untuk menjalankan sebuah alat perekam dengan harapan alpha wanita tersebut akan mengakui tindakan kriminalnya sendiri.

"Apakah ini salah satu bentuk candaan di Antario? Aku benar-benar kebingungan hahaha" jawab Lativah.

Mengetahui bahwa Lativah sudah mulai menyadari niat dari Valice dan dirinya, Aveny memutuskan untuk masuk kedalam ruangan.

"Maaf kami tidak bisa menerima tamu untuk hari ini dan untuk orang yang kau cari, kurasa kau sudah mengetahui jawabannya, silahkan keluar" potong Aveny.

Lativah meletakkan cangkir teh dalam genggamannya dan mengangkat tangannya.

"Ya ampun, permaisuri kerajaan Antario sangat galak rupanya. Baiklah aku akan pergi untuk saat ini"

Sang alpha perempuan tersebut berjalan keluar dari ruangan dan segera meninggalkan kastil Antario. Baru saja mobil tersebut menghilang dari pandangan Valice dan Aveny yang berdiri di depan pintu masuk, sang komandan yang sebelumnya berada di dalam kastil segera berlari keluar dan memanggil Valice.

"Yang mulia, tempat penyekapan para tahanan diserbu oleh orang tidak dikenal dan semua tahanan telah meninggal" lapornya.

"Apa? Lalu bagaimana dengan para prajurit penjaga disana? Apakah mereka tidak apa-apa?" tanya Aveny.

"Tidak ada korban dari sisi prajurit kita, menurut laporan mayoritas hanya mengalami luka-luka ringan dan tidak sadarkan diri" jawab sang komandan.

"Dia sengaja memasuki kandang singa untuk mengalihkan perhatian kita, sungguh tidak dapat diprediksi" geram Valice mengeratkan cengkraman tangannya.

"Sudahlah, setidaknya kita mengetahui bahwa tujuan mereka bukanlah keamanan negara ini melainkan Darion seorang jadi kita hanya perlu meningkatkan penjagaan untuknya" saran Aveny diikuti oleh anggukan dari Valice.

***

To Be Continued

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To Be Continued

(07 / 08 / 2025)

[bxb abo] OmegaphobicCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang