Episode 21

1.9K 109 5
                                        

"Dokter Leon apakah kau tidak apa-apa?"

Selain melihat Darion keluar secara tiba-tiba, Erick juga kebingungan akan sang dokter yang tiba-tiba terbatuk-batuk cukup parah.

"Ah..iya aku tidak apa-apa" balas Leon sambil mengambil botol minumnya.

"Feromonnya bukan main-main, ini pertama kalinya aku merasa tercekik karena feromon milik seorang alpha" pikir Leon sambil meneguk air dalam botol yang dipegangnya.

Setelah beberapa kali mencoba untuk menetralkan penciumannya, Leon baru menyadari bahwa ia juga tidak sengaja mengeluarkan sedikit feromonnya saat ia terkena efek dari feromon Darion sehingga ia menyimpulkan bahwa itulah alasan Darion meninggalkan ruangan tersebut.

"Kedepannya pastikan Tuan Darion memiliki lebih banyak waktu luang dan sebaiknya kurung dia di dalam kamar dan suruhlah untuk mengeluarkan feromonnya" Leon menjelaskan kepada sang manajer.

Yang diajak berbicara hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat ke arah jam yang tertera pada handphone nya. Ia melihat bahwa sesi bincang-bincang tersebut sudah memakan waktu 30 menit sehingga artinya pasien berikutnya dari sang dokter sudah akan tiba.

"Baiklah kalau begitu, seperti sebentar lagi pasienmu yang lain akan segera tiba. Aku akan menyusul Tuan Darion ke toilet dan akan kusampaikan hasil konsultasi minggu ini kepadanya, terima kasih"

Erick segera berjalan keluar dari ruangan tersebut dan pergi ke arah toilet setelah mengingat bahwa Darion sudah menghilang cukup lama.

Leon kembali menyandarkan dirinya pada kursi kerjanya dan menenangkan dirinya karena ia kembali menyadari bahwa feromonnya masih sedikit keluar secara terus menerus.

"Feromon yang menakutkan tetapi menarik" gumamnya lagi.

***

Bunyi bel yang ditekan berkali-kali mulai memenuhi ruangan apartemen milik Leon membuat pemiliknya menunjukkan muka kesal.

'Ella, tolong bantu bukakan pintunya" pintanya kepada Estrella yang sedang asik bermain dengan handphone nya.

Tak lama kemudian, pintu tersebut pun dibuka dan beta yang sudah ditunggu-tunggu oleh keduanya akhirnya tiba.

"Oh, kalian terlihat lelah kawan-kawan baikku" ejek Chris melihat raut muka kedua temannya.

"Diamlah sebelum kupatahkan lehermu"

Mendengar ancaman dari Estrella, Chris hanya tersenyum kecil lalu berjalan ke arah temannya yang sedang memperhatikan Leon melakukan sesuatu.

"Dia sedang memasak?" tanyanya.

Yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya dengan ekspresi muka yang susah untuk dipahami.

"Mengapa dia tiba-tiba belajar memasak?" tanya sang beta lagi.

Estrella menghelakan nafasnya dan menarik Chris untuk duduk disebelahnya pada sofa yang berada di tengah ruangan.

"Aku juga sama penasarannya dengan dirimu, apakah menurutmu 'hanya ingin belajar untuk memasak' adalah sebuah alasan yang masuk akal?" jelas Estrella.

"Sangat tidak masuk akal" jawab Chris sambil berusaha menahan tawanya.

"Bantu aku mencari tahu mengapa ia tiba-tiba melakukan hal ini"

Sang beta hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan masuk ke dalam dapur meninggalkan omega wanita yang sudah kembali memfokuskan dirinya kepada handphone nya.

"Ada yang perlu kubantu?" Chris memberdirikan dirinya disebelah Leon yang sedang memotong beberapa bahan makanan di meja dapur.

"Tidak apa, aku hanya ingin mencoba sebuah resep yang kutemukan di internet" jawab Leon sambil mengambil bahan lainnya yang akan digunakannya.

[bxb abo] OmegaphobicCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang