Hai, Li back🤗
Happy Reading!
🦋G🦋J🦋
"Apa Rui akan kembali?" Junjie bertanya pada Zi Xian di sampingnya, namun tatapannya lurus pada Ruipeng yang tengah sibuk dengan sesi tembaknya.
Sudah sering Junjie menjenguk Ruipeng, namun pria itu selalu acuh. Seolah Junjie tidak ada di dekatnya.
"Dia belum terlalu lama terjerumus. Jadi dia hanya melewati beberapa minggu untuk detoksifikasi." Zi Xian menjeda sejenak dan menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan. "Aku rasa dia bisa kembali."
Junjie mengangguk dan tersenyum. Itu bagus jika Rui bisa kembali. Masih menatap Ruipeng dari balik kaca, Junjie mengerutkan keningnya, melihat bagaimana Ruipeng menggenggam bahu kirinya.
"Luka tembaknya masih belum sembuh?" Junjie menatap pada Zi Xian.
"Dia tidak mau pelurunya dikeluarkan." Zi Xian berkata pelan dan tersenyum. "Tanyakan padanya jika kau ingin tahu alasannya."
Setelahnya, Zi Xian pergi dari sana. Dan Junjie, yang berniat mengikutinya, terhenti saat mendengar Ruipeng memanggil namanya. Dia terkejut tentu saja. Ini pertama kalinya Ruipeng memanggil namanya dengan benar.
Selama dirinya di Obsidian, Junjie selalu mendapat tatapan sinis Ruipeng. Dan Junjie tidak akan menyalahkannya. Ruipeng kesal karena Junjie yang pernah membakar sebagian bangunan di Obsidian, dan membuat beberapa orang, termasuk Ruipeng terluka.
"Apa kau akan kemari, besok?" Ruipeng bertanya dengan matanya menatap Junjie.
Junjie berpikir sejenak. Mengingat apakah dirinya senggang besok. Zhiguang belum mengatakan Junjie harus ikut dengannya, jadi itu artinya dia senggang. Hanya seperti biasa dia bertemu Linghe di club, malam hari. Jadi dia senggang dari pagi sampai siang.
"Ya. Aku akan kembali lagi besok." Junjie tersenyum menjawab Ruipeng.
"Jika kau membawa makanan lagi," suara Ruipeng terdengar ragu, namun dia tetap melanjutkan. "Bisakah kau membawakanku ayam kung pao?"
Junjie terdiam mendengarnya. Itu makanan yang sama yang Zhiguang minta saat Junjie menanyakan makanan yang ingin dimakannya.
Dan memang, setiap dirinya mengunjungi Ruipeng, dia pasti membawakannya makanan. Meski Rui terlihat acuh, namun Zi Xian mengatakan bahwa dia memakan makanan yang Junjie bawakan.
"Tentu." Junjie tersenyum lembut. "Aku akan memasakannya untukmu."
Junjie melihat Ruipeng mengangguk dan pergi terlebih dahulu. Dia berpikir itu sedikit kemajuan untuknya.
🍫🍫🍫
Mata Junjie dibalik kaca helm nya melirik mobil yang melewatinya, keluar meninggalkan pekarangan Obsidian. Setelah memarkirkan motornya, Junjie membuka helmnya dan memperhatikan bagaimana mobil itu semakin menjauh.
Dia sempat melihat seseorang yang mengendarai mobil itu. Zhennan. Dia pria yang sama yang Junjie lihat di club bersama Zhiguang terakhir kali. Jika pria itu sendirian, itu artinya Zhiguang sudah dirumah.
Dengan helm di tangannya, Junjie berjalan memasuki rumah. Mengedarkan pandangannya, Junjie bisa melihat Zhiguang yang duduk di sofa single, bahunya bersandar pada sandaran sofa, begitupun kepala Zhiguang, yang menjadikan sandaran sofa sebagai bantalnya.
Semakin mendekat, Junjie bisa melihat bagaimana mata Zhiguang yang terpejam. Dia tidak tahu Zhiguang benar tertidur atau hanya sekedar memejamkan matanya saja. Melihat bagaimana wajah lelah Zhiguang, membuat Junjie berjalan kearah tangga, tidak ingin mengganggu istirahat pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mate [Guangjie]
Fanfiction#12 - huangjunjie 18 November 2024 #4 - xiazhiguang 29 November 2024 #1 - huangjunjie 19 January 2025 Huang Junjie, yang mencari kebenaran tentang kematian ayahnya, nekat menyerang 'Obsidian' seorang diri. Dengan membakar markas besar Obsidian, Huan...
![My Mate [Guangjie]](https://img.wattpad.com/cover/372698711-64-k511857.jpg)