Sebuah bencana gempa bumi besar di Bandung memisahkan Leandra dan Revano-sahabat yang dipertemukan takdir sejak kecil. Bersama Kai dan Diandra, mereka menjalani persahabatan yang sederhana dan tulus, tanpa menyadari bahwa dunia kecil yang mereka ken...
Static Noise : Gambaranakangangguansinyal dan ketidakjelasan situasi.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jari-jariku terasa mati rasa saat menekan tombol panggilan. Aku menempelkan ponsel ke telinga, napasku pendek, menunggu dengan tegang.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan."
Suara robot provider itu, entah mengapa aku mendadak kesal padanya. Darahku berdesir turun ke kaki. Aku menekan ulang panggilannya, kali ini lebih kuat seperti hendak menancapkan kuku ku pada layar ponsel, seakan jika aku cukup keras menekan layar, jawabannya akan berubah. Namun tidak.
Suara yang sama. Tidak aktif.
Dadaku mulai terasa sesak, seakan ada yang mencekik. Oksigen di ruangan ini tiba-tiba terasa sangat sedikit.
"Lea..." Kai memanggil namaku pelan, tapi aku sudah tidak bisa mendengar dengan jelas. Suara di kepalaku terlalu berisik—kecemasan yang berlebihan, mengingatkanku pada kehilangan yang pernah terjadi dahulu.
Tanganku kembali bergerak sendiri, mencoba menelepon lagi, terus, dan terus. Aku mulai terengah-engah, ponsel di tanganku hampir jatuh karena telapak tanganku yang sudah mulai basah.
Kai langsung bertindak. Dalam satu gerakan, dia meraih, merebut ponsel dari genggamanku dan meletakkannya di meja.
"Lea, lihat aku, Lea." suaranya tenang namun tegas.
Aku masih mencoba meraih ponsel, tapi Kai dengan cepat menggenggam kedua tanganku. Hangat, kokoh, dengan tangannya yang besar.
"Lea, tarik napas. Sekarang," katanya, suaranya lebih tegas kali ini.
Aku terisak pelan, tapi Kai tidak melepaskan tangannya, malah memperkuat genggamannya. Dia menarik satu tanganku ke dadanya. Sementara Mega, yang tahu anxiety-ku kumat, langsung bergegas mencari dapur dan menuangkan segelas air.