Bab 24_Iri

598 71 18
                                        

Canny baru saja selesai mandi dan ia langsung di pakaikan baju dan bedak bayi oleh Rora dan Ahyeon.

Setelah selesai dengan kegiatan itu mereka bertiga keluar dari kamar karena Rami sudah memanggil jika makanannya sudah jadi. Tapi sesampainya di sana ketiga manusia beda usia itu justru terkejut melihat makanan yang tersaji di atas meja makan.

"Taraaaaaa.. ini makanannya."dengan penuh percaya diri Rami menaruh piring berisi telur dan nasi buatannya sendiri di atas meja.

Jreng jreng jreng

Rora, Ahyeon bahkan Canny sampai tidak bisa berkata-kata melihat telur ceplok full Hitam.

Rora, Ahyeon bahkan Canny sampai tidak bisa berkata-kata melihat telur ceplok full Hitam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak ! Yang bener aja lu kasih Canny makanan seperti ini."protes Rora melihat hasil karya Rami di dapur. Ahyeon bahkan bisa membayangkan rasa pahit di telur itu.

"Ya~ mau gimana lagi? Lu berdua juga tau kan gue gak bisa masak. Masak telur ceplok aja gue tutor dulu di YouTube, niat nya mau buat setengah matang tapi gue ke'asikan nonton Vidio jadi telor nya gosong deh, maaf ya Canny."bayi itu tidak bereaksi sama sekali tapi tatapan mata nya terus mengarah pada telur gosong itu apakah bisa di makan atau tidak.

"Maaf mu gak bisa bikin dia kenyang Kak, udah deh biar gue aja yang buatin bubur buat Canny dan yang ini lebih baik di buang aja."dengan perasaan kesal Rora mengambil piring berwarna oranye itu lalu membuang semua isinya ke dalam tong sampah dan mulai membuat kan makanan baru untuk Canny.

Melihat Rora sudah mulai berkutik dengan masakan nya Ahyeon menarik salah satu kursi lalu ia duduk disana dengan memangku Canny tentunya.

"Tunggu sebentar lagi ya? Kak Rora lagi buatin makanan baru buat Canny."kata Ahyeon di balas anggukan kepala oleh anak itu.

Rami menarik kursi di hadapannya lalu bertanya pada kembaran nya itu.

"Yeon."

"Apa?"

"Lu pernah iri gak sih sama Rora?"dahi Ahyeon mengerut bingung tak mengerti arah pembicaraan Rami.

"Iri? Kalo gue sih gak pernah iri ya sama Rora apalagi sama saudara kita yang lain."jawab Ahyeon sambil memainkan rambut Canny di hidung nya.

"Serius deh Yeon, gue tuh ya dulu pernah iri sama Rora, gara-gara dia lebih banyak mendapatkan perhatian dari Papa dan Mama sedangkan kita? Di urus sama kakak-kakak. Tapi seiring berjalannya waktu gue sadar kalo perasaan itu salah, dan gue coba mengerti kalo perhatian yang Rora dapet itu hal yang wajar karena dia anak bungsu di keluarga kita."

"Ram, gue ngerti perasaan lu dan gue bersyukur lu udah sadar bahwa pemikiran lu itu salah. Gue yakin kok Papa dan Mama membagi kasih sayang mereka sama rata dengan kita semua. Dan hal yang lu rasain waktu itu pasti juga di rasakan oleh Kak Ruka, Kak Rita dan Kak Asa ketika kita lahir. Syukur deh kalo lu gak lagi berpikiran seperti itu, kalo masih gue jamin hubungan persaudaraan kita akan rusak dan susah untuk di perbaiki lagi."Ahyeon benar-benar bersyukur Rami tidak lagi iri pada Rora karena dia benci sekali jika ada saudaranya saling bermusuhan.

My Daughter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang