Bab 48

501 61 36
                                        

"Endak! MAMIIIIIIII..."

"BERISIK! Bisa diam tidak ha?"bentak Sana pada Canny.

"Tante aja yang diam, Canny mau bangunin Mami Jangan ganggu Canny Tante."balas bentak Canny pada Sana lalu kembali menatap sosok wanita yang telah melahirkan nya  kini terbaring tak berdaya di tanah.

"Mami ayo bangun. Bangun Mami, bobok nya jangan di sini kita pulang dulu yuk? Baby lapal Mami mau di suapi sama Mami.."Canny menggoyangkan tubuh Asa.

"Mami bangun..."Canny lakukan sekali lagi.

"Bangun Mami, ayo bangun ihhh.. kebo banget jadi olang endak bangun-bangun ! Nanti baby malah ni sama Mami, nanti baby endak akan panggil Mami Kingkong lagi deh asalkan Mami mau bangun ya?"Asa masih tidak merespon juga.

Mata Canny mulai berkaca-kaca sudah  bersiap menumpahkan air mata. "Hiks Mami malah ya sama baby? Makanya Mami endak bangun-bangun."lirihnya pelan.

"Canny minta maaf sama Mami jika pelbuatan Canny selama ini udah bikin Mami sakit hati. Canny janji Mami, Canny endak akan nakal lagi, endak akan ngompol lagi di kasul, endak akan jajan sembalangan, endak akan ikutan mandi lumpul sama Kak lami, dan Canny juga janji akan jadi anak baik dan belhenti ikut Mami Lulu main judi ke Kasino asalkan Mami bangun. Bangun yuk mi, kita pulang."Asa masih tidak merespon juga dan itu membuat Canny takut.

"Mami endak pelgi kan? Mami masih disini kan sama baby? Jawab Mami, jangan tidul mulu."Canny menggigit bibir bawahnya pertanda bahwa ia tidak sanggup dengan fakta ini.

"Endak! Ini pasti mimpi. Bangun Canny, AYO BANGUN! kamu pasti masih tidul di lumah  makanya kamu liat Mami kamu sepelti ini. Bangun Canny, BANGUN ENDAK! AYO BANGUN CANNY SEMUA INI PASTI MIMPI."Canny memukul kepala nya sendiri berusaha untuk sadar bahwa semua yang terjadi hanyalah sebuah mimpi belaka.

"Dasar anak itu, kehilangan ibunya malah tidak waras."cetus Sana menggeleng kepala tak habis pikir.

Sana mulai jengkel dengan cara Canny  membangunkan Asa, Dengan tidak berperasaan Sana mengompori anak itu dengan sarkasnya.

"Hey! Canny. Mami mu itu udah mati,  Dia udah jadi mayat dan sebentar lagi akan membusuk di penuhi belatung."

"DIAM! Mami masih hidup."bentak Canny sekali lagi pada Sana yang selalu saja mengganggu nya.

"Hidup apanya sih bocah? Orang udah gak gerak gitu ya tandanya  dah mati. Sadar diri lah Canny, Mami kingkong mu itu udah gak ada! makanya jadi anak itu yang baik dan nurut sama orang tua jangan jadi anak durhaka. Sia-sia kamu bangunin Mami kamu yang udah jadi mayat itu mending kamu ikut sama Tante dan Papi kamu, kita bertiga akan memulai hidup yang baru dan menjadi keluarga Cemara yang bahagia."ucap Sana secara sarkas dan tidak berperasaan.

Canny yang sudah kehilangan kesabaran berdiri menatap tajam wanita dewasa yang dulu menjadi favorit nya.

"Tante, Canny benal-benal benci sama Tante. Canny kila Tante olang nya baik tapi Tante lebih jahat dali Papi. Canny mungkin endak pelnah ketemu Papi tapi dengan hanya mendengal celita dali Mami bahwa Papi jahat, Canny belpikil keputusan Mami menjauhkan Canny dali Papi adalah keputusan yang tepat."Sana cukup tercengang mendengar kalimat itu namun ia berusaha untuk tetap tenang.

"Ekhem! Begini ya Canny biar Tante luruskan kesalahpahaman ini. Pertama, Tante ini memang orangnya jahat! Tante baik sama kamu karena Tante tau kamu anak dari seorang Asahi Gentaraksa, pria yang paling Tante cintai."

Cuih

Canny langsung meludah di kaki Sana tepat pada wanita itu selesai berbicara.

"Hey! Apa yang baru saja kamu lakukan ha?"bentak Sana.

Canny tersenyum miring melihat reaksi  Sana sesuai harapan nya. "Canny? Canny cuma meludahi kotolan."

"Kau--"Sana bersiap menerkam Canny namun teringat sesuatu bahwa Asahi sempat berpesan untuk segera membawa Canny pergi jika rencana mereka gagal dan Asahi tidak segera menemui nya.

"Sepertinya terjadi sesuatu pada Aksa terbukti dia tidak kunjung datang mencari kami. Aku harus segera membawa bocah ini pergi sebelum bala bantuan datang."batin Sana menyusun siasat untuk segera membawa Canny pergi karena dia dan Asahi sudah memikirkan konsekuensi terburuk jika rencana mereka gagal dan hal seperti ini terjadi, bisa saja tanpa sepengetahuan mereka Pharita dan yang lain sudah memanggil Polisi.

Melihat Sana melamun dan  Canny melihat sebuah batu besar di dekatnya, anak itu jadi memiliki sebuah ide untuk memberi pelajaran pada wanita jahat itu.

"Lihat saja, Canny akan membalas lasa sakit Mami."batin Canny diam-diam mengambil batu itu lalu ia lemparkan ke arah Sana.

BUGH

"AKKHHH! SIALAN, sini kamu biar Tante kasih pelajaran."Sana yang tidak terima akan serangan mendadak dari Canny marah, ia tarik paksa Canny lalu dengan tega nya membenturkan kepala Canny berulang kali pada pohon.

BUGH

BUGH

BUGH

Bruk

Tubuh Canny yang lemah Sana hempas dengan kasar di tanah. Kening anak itu kini di penuhi darah dengan kesadaran yang perlahan menghilang.

"Hah.., selesai sudah."gumam Sana setelah puas memberi pelajaran pada Canny.

"Ini yang akan terjadi jika kamu melawan ku Canny."lanjut Sana dengan seringai khasnya menepuk pipi Canny yang masih setengah sadar.

"Cann ny ben ci Tan te."lirih Canny masih bisa di dengar oleh Sana.

"HAHAHAHA ! Ya, teruslah membenci ku karena Tante tidak peduli Canny."gelak tawa Sana menciptakan suasana semakin seram.

Canny hanya diam saja karena rasa sakit di kepala, namun mata nya tak bisa menyembunyikan bahwa ia sangat membenci Sana.

Sana terkekeh melihat begitu dalam rasa sakit, hancur, dan kebencian dari sorot mata Canny. Ia bertumpu di depan anak itu menarik dagu Canny secara paksa lalu ia berbisik

"Dengar ! anak manis. Tante memang tidak suka dengan sikap kurang ajar mu tadi yang main lempar batu ke arah Tante. Jadi jangan salahkan Tante jika setelah ini kau tidak akan bisa hidup dengan tenang karena Tante akan membuat mu menderita sayang."

"Dan Canny tidak takut sama sekali."

"Hahaha Tante senang dengan keberanian mu ini sayang. Nah! Sekarang waktunya kita buktikan ucapan mu apakah benar kamu tidak takut sama sekali, terutama pada TANTE."setelah berucap seperti itu Sana menarik paksa kaki Canny tidak peduli anak itu terus memberontak untuk melepaskan diri.

Dalam tubuh yang lemah dan kepala di penuhi darah, Canny terus  berontak dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki sampai kegelapan menyambut nya dengan tubuh Asa yang menjadi pemandangan terakhir kali.

"Mami..."

                             Bersambung

Tadinya mau kemarin up 😳 tapi ternyata kemarin sibuknya minta ampun 😭 jadi baru kelar sekarang 😭

My Daughter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang