Mobil Pharita telah tiba di tempat tujuan. Kedua pupil mata gadis pemilik Rusa itu tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya melihat di depan sana nampak sebuah mobil yang sangat ia kenali.
Itu mobil Asahi, tapi bagaimana mungkin Canny tau Asahi ada disini? Sementara Pharita saja tidak tau.
Pharita pov.
Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini, bagaimana bisa Canny tau di mana lokasi Genta? Padahal Genta hanya mengatakan dia ada di jurang pinggir kota yang aku sendiri tidak tau pasti nya dimana itu karena pinggiran kota Melbourne Australia memang di penuhi jurang.
Entah kenapa.. aku jadi takut pada anak ini.
"Ateu."
"Hm? Kenapa sayang."aku tersenyum mengusap kepala Canny dengan lembut, namun gerakan itu terhenti ketika ia mulai berbicara lagi.
"Cepatlah kelual dan tolong Ateu Lola."
Deg
Jantung ku seakan berhenti berdetak. Namun aku tidak bisa membiarkan Canny melihat keresahan ku, aku tidak mau dia terlalu banyak memikirkan permasalahan orang dewasa dan mungkin memang benar, aku harus mikirin keselamatan Rora dulu baru mikirin yang lain.
"Ateu kenapa diam saja? Cepat kelual Ateu dan cali Ateu Lola. Canny takut Ateu Lola kenapa-kenapa."desak Canny tapi aku tetap tenang dalam menjawab pertanyaan tersebut.
"Iyaa.., Ateu akan keluar. Tapi sebelum itu boleh Ateu tau dari mana Canny tau kalo Ateu Rora ada di sini?"tanya ku dan dia menunjukkan smartwatch di tangannya.
"Canny tau dali GPS yang ada di kalung Ateu Lola, Ateu gak lupa kan kalo bulan lalu Canny minta Mami beli'in hadiah buat Ateu Lola agal Canny bisa kasih kalung itu sebagai hadiah untuk Ateu Lola. Di situ ada GPS nya yang langsung telhubung dengan Smaltwatch Canny."aku menganga sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
Jujur aku shock, tapi aku benar-benar kagum pada tindakan Canny yang lebih pintar dari ku. Dia selalu selangkah lebih maju ketimbang kami yang orang dewasa.
"Oke, Ateu ngerti sayang. Sekarang Ateu harus pergi ke arah mana agar memudahkan Ateu menemukan Ateu Rora?"tanya ku dan ku lihat Canny melepaskan smartwatch miliknya lalu memberikan nya padaku.
"Ambil ini, ini akan membantu Ateu mencali Ateu Lola. Canny akan tunggu di mobil saja jadi Ateu endak usah kawatil sama Canny."aku mengangguk menarik nafas lega karena Canny mengerti aku mengkhawatirkan nya.
"Baiklah, Ateu ambil ini ya? Dan Canny harus janji sama Ateu jangan kemana-mana karena Ateu gak mau di marahi sama Mami kamu kalo kamu sampai hilang di hutan."anak itu mengangguk dengan senyum lebarnya.
Walaupun berat untuk meninggalkan Canny, tapi aku harus tega karena proritas ku saat ini harus menyelamatkan Rora lebih dulu.
Ra, tunggu kakak ya? Kakak akan segera datang menyelamatkan mu.
Pharita pov end.
_
_
_
Asa sudah di tangani oleh Dokter dan beruntung dia tepat waktu di bawa ke Rumah Sakit, jika terlambat 1 menit saja mungkin Asa sudah pergi meninggalkan Dunia karena overdosis obat.
"Hah.. syukurlah Asa sudah gak papa sekarang."Ruka bernafas lega sambil bersandar pada sofa ruang VVIP tempat Asa di rawat.
"Tapi kenapa ya Kak Asa mengkonsumsi obat penenang? Dan sejak kapan Kak Asa mengkonsumsi nya, setahu kita dia tidak pernah sekalipun mengkonsumsi obat-obatan kecuali sedang sakit. Itu pun.. harus kita yang maksa dia untuk meminum nya."Rami ikut bersandar di sofa sebelah Ruka.
