"Asa? Ka-kamu sudah sadar."
"JANGAN MENDEKAT!!"teriak Asa ketika Kenneth mendekati nya.
"Oke, aku tidak akan mendekat tapi biarkan aku menekan tombol di samping kamu ya? Agar Dokter segera datang mengecek kondisi kamu Asa."
"AKU BILANG JANGAN MENDEKAT, KENNETH MANOBAN."bentak Asa membuat Kenneth mau tak mau nurut.
"Oke oke, aku tidak akan mendekat lagi. Tapi apapun yang kamu dengar tidak seperti apa yang kamu pikirkan Asa, aku punya alasan."Kenneth mengangkat kedua tangannya pasrah.
"Alasan? Alasan apa pun itu tetap saja kamu salah Ken. Kamu tau itu salah tapi kamu tetap melakukan nya demi bisa mendapatkan uang dan mobil yang kamu mau? Katakan padaku nominal yang kamu inginkan dan mobil apa yang kamu mau aku akan memberikan nya asalkan kamu tidak muncul lagi di hadapan aku sama Canny."tegas Asa.
"Sa, aku tidak seburuk itu. Tolong jangan menilai aku serendah itu, aku punya harga diri sebagai seorang laki-laki."Kenneth tak terima di rendahkan.
"Harga diri katamu? Ck, harga diri mu sudah jatuh saat kau memutuskan untuk menjadikan ku bahan taruhan Ken."jawab Asa dengan nada tinggi membuat Kenneth diam.
"Kenapa diam saja? Mulai sadar ya? jika apa yang kau lakukan itu tidak benar, iya? Hahaha memang benar ya di Dunia ini laki-laki sama aja tidak ada yang benar."Asa menatap kecewa pria yang menjadi favorit putri nya.
"Tapi aku punya alasan Asa."
"Alasan apa KENNETH? Alasan apa? Alasan karena kau tampan jadi gampang mempermainkan perasaan wanita, begitu?"
"Bukan seperti itu. Aku.. aku.."pada akhirnya Kenneth tidak bisa menyelesaikan kalimatnya seolah bibirnya terkunci akan sesuatu.
"Sial, kenapa gue jadi gak bisa ngomong gini."rutuk Kenneth dalam hati.
"Kenapa? Tidak bisa berkata-kata lagi ya? Miris sekali kau ini Ken.. Ken."Asa menggeleng kan kepalanya prihatin melihat Kenneth yang mulai menyadari kesalahannya.
"Kamu tau kan Ken? Canny sangat menyukai kamu sampai dia memanggil kamu dengan sebutan Papa, meskipun Canny tau kamu bukan Papa kandungnya. Tapi dengan kamu menyakiti ku seperti ini apakah Canny masih bisa terima dan menyebut mu sebagai Papa? Di bohongi dan di manfaatkan oleh orang tersayang itu benar-benar sakit Kenneth, dan aku benci hal itu."
"Maaf."Kenneth tak bisa mengelak lagi dia hanya bisa meminta maaf atas apa yang ia lakukan.
"Aku pasti akan memaafkan mu dengan syarat jauhi aku sama Canny."tegas Asa.
"Tidak mau sa. Aku-"
"HARUS MAU, KAU HARUS MAU MENJAUHI KAMI ATAU AKU AKAN MENGATAKAN PADA CANNY TENTANG KEBURUKAN MU INI KEN."potong Asa dengan menaikkan nada tinggi.
"Maaf."sekali lagi Kenneth meminta maaf dan hal itu membuat Asa tertawa miris melihatnya.
"Hahaha aku baru menyadari satu hal jika sebesar apapun masalah nya setiap orang yang berbuat salah selalu meminta maaf tapi tetap tidak mau mengakui kesalahannya. Kalian para laki-laki benar-benar menjijikkan."
"Keluar lah Ken, aku tidak mau melihat mu lagi."
"Tapi kamu lagi sakit Asa, jika aku pergi siapa yang akan menjagamu? Sedangkan para Saudara mu sedang pergi ke luar."
"Aku bisa jaga diri sendiri Ken. Tolong keluarlah sebelum aku benar-benar membenci mu."
"Aku tetap disi--"
"KELUAR KU BILANG!"bentak Asa tak membiarkan Kenneth menyelesaikan kalimatnya.
Pria berdarah campuran Indonesia dan Thailand itu pada akhirnya memilih mengalah dan pergi menuruti kemauan Asa dari pada ia semakin di benci.
