Bab 38

450 60 12
                                        

Asa baru saja sampai di rumah tentu saja tidak ada orang di rumah karena semua orang belum pulang.

Canny melirik kearah Mami nya yang berwajah masam! Ingin sekali Canny menarik bibir Mami nya itu sampai putus saking gemasnya Canny karena Asa terus mengoceh tanpa henti soal tentang kejadian di kebun binatang.

"Mami sudah dong jangan malah lagi, nanti tambah tua loh."Asa langsung melotot ke arah Canny tak terima di bilang tua.

Hey! Dia masih sangat muda, baru berusia 22 tahun masa di bilang tua? apalagi yang baru saja mengatakan nya adalah anak kandungnya sendiri.

"Baby kok gitu sih sama Mami? Gak baik loh meledek orang tua apalagi yang baby ledek adalah ibu kandung baby sendiri. Mami juga sedari awal tidak masalahin baby yang sangat durhaka sama Mami hari ini kan? Tapi kenapa baby tega meledek Mami seperti itu."

"Baby endak dulhaka ya Mami, baby itu pintal, Mami saja yang bodoh kalena mau aja di suluh Baby."dengan tampang tidak berdosa nya Canny menjawab.

Tentu saja Asa tak bisa lagi menahan diri untuk tidak marah, kali ini Canny sudah benar-benar keterlaluan. Ia letakkan Canny di sofa lalu ia tatap tajam anak itu.

"Pinter ya baby sekarang makin berani sama Mami."

"Iya dong, baby gitu loh!"Canny menjawab dengan kepercayaan tingkat tinggi.

"Ouh.. jadi begitu? Oke, kalo baby pinter coba lakukan sesuatu yang membuat Mami bangga sama kamu. "tantang Asa.

"Bisa, Baby bisa aja buat Mami bangga sama baby tapi ada salatnya."

"Apa syaratnya? Mami akan penuhi jika kamu bisa terarah dengan benar."Canny mengangguk setuju lalu berdiri di sofa menatap sang ibu dengan datar.

"Salatnya.. , jika baby belhasil buat Mami bangga dengan apa yang baby lakuin nanti Mami endak boleh nikah sama siapapun itu, bahkan meskipun itu Papa Ken."

"Kenapa jadi bahas pernikahan? Dan lagi, Mami tidak menyukai Papa Ken mu itu jadi kamu tidak perlu khawatir Mami akan menikah dengan nya."Asa memijit hidung nya heran kenapa pembicaraan ini merembet kemana-mana.

Canny mengangkat bahu acuh lalu menjawab "Ya.. kan kita endak tau masa depan akan sepelti apa, bisa aja nanti Mami lah yang pengen banget nikah sama Papa Ken. Dan lagi, baby endak mau punya adek, Mami. Jadi Mami cuma boleh milik baby atau baby endak mau lagi cabutin bulu ketiak Mami."rajuk Canny membelakangi Asa dengan bibir mengerucut.

Asa tertawa kecil melihat Canny merajuk padanya. "Oke.. oke, Mami tidak akan menikah dengan siapapun. Tapi jika baby tidak bisa melakukan hal itu dengan benar jangan harap Mami mau bicara lagi sama kamu."

Deg

Untuk sesaat Canny tersentak kaget dengan jawaban Asa, namun tak berselang lama ia mengangguk menyanggupi syarat itu.

"Oke, baby setuju."Asa mengangguk senang akhirnya Canny punya peluang untuk menjadi anak baik.

"Mami masuk kamar dulu ya? Mau istirahat. Baby juga harus bobok pasti capek kan?"Canny mengangguk karena benar dia sudah kelelahan.

"Ya sudah, Mami duluan ya? Baby bisa kan masuk kamar sendiri."

"Bisa Mami, Mami langsung istilahat aja baby bisa lakuin sendili."Asa mengangguk senang mendengar jawaban itu.

Sebelum pergi Asa sempatkan untuk mencium kening Canny baru setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya yang terletak di lantai bawah dekat dapur.

Melihat ibunya sudah masuk ke dalam kamar, Canny juga pergi ke kamarnya yang terletak di lantai dua karena sejak usia nya 2 tahun dan Asa membeli rumah yang besar, Canny minta pada Asa agar ia punya kamar sendiri katanya agar bisa bereksperimen.

My Daughter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang