Asa mondar-mandir menunggu kedua saudaranya yang sampai detik ini tak nampak batang hidungnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 22:34 dini hari.
"Kak Rita kemana sih? Kenapa belum pulang juga. Rora juga kemana lagi, ini sudah sangat larut bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka berdua? Tidak! Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, aku harus cari mereka."dengan gusar Asa mengambil kunci mobilnya di meja ruang tamu namun saat ia berbalik badan menemukan Ruka sudah berdiri di hadapannya dengan wajah datar.
"Mau kemana kamu? Ini sudah malam Asa."
"Aku mau cari Kak Pharita sama Rora, Kak. Mereka sampai detik ini belum pulang juga."beritahu Asa membuat Ruka menarik nafas panjang, menarik tangan Asa untuk duduk di sofa.
"Sini duduk dulu."
"Kakak tau kamu khawatir tapi Pharita dan Rora pasti baik-baik saja di luar sana, Asa. Percaya sama kakak."
"Kakak kok ngomong nya gitu sih? Memang nya Kakak gak khawatir takut terjadi sesuatu kepada Rora dan Kak Pharita? Kalau mereka kenapa-kenapa bagaimana?"Asa menatap Ruka kesal karena Kakak nya itu terlihat santai seolah tak terjadi apa-apa padahal kedua saudaranya belum pulang sampai saat ini.
Padahal kedua saudaranya belum pulang dan tak ada kabar sama sekali.
"Kakak bukan nya tidak khawatir Asa. Kakak justru ngingetin kamu untuk tidak panik, kalo kamu ke'triger bagaimana? Apa yang akan kakak katakan pada Canny jika dia melihat ibunya terkena panik attack? Lagi pula Pharita tadi sudah mengirimkan pesan ke kakak kalo dia akan menginap di hotel karena urusan nya belum selesai, dan untuk Rora? Mungkin saja dia menginap di rumah temannya sesuai penjelasan Ahyeon dan Rami tadi sore."jelas Ruka tak mampu menenangkan Asa dari rasa khawatirnya.
Memang benar saat pulang sore tadi Ahyeon dan Rami menjelaskan jika Rora ada urusan dengan temannya untuk mengerjakan tugas bersama, sedangkan untuk Pharita sendiri itu adalah alibi Ruka agar saudara nya tidak tau tentang konflik mereka berdua. tapi perasaan gundah itu tak kunjung pergi dari hati Asa walaupun dia sudah mendapatkan jawaban dari kakaknya.
"Tapi aku tetap khawatir Kak."lirih Asa langsung di tenangkan Ruka dengan sebuah pelukan.
"Kakak mengerti, tapi terlalu khawatir juga gak baik untuk kesehatan kamu Asa. Sudah malam! Kakak temani tidur bagaimana? Sudah lama loh kita tidak tidur bersama setelah kamu memiliki Canny."Asa mengangguk pelan menyanggupi tawaran dari Ruka walaupun rasa cemas itu tak kunjung sirna.
"Kak Ruka mungkin bener, aku kayaknya berlebihan deh. Lagi pula tidak mungkin Rora dan Kak Pharita kenapa-kenapa di luar sana orang selama ini mereka tidak memiliki musuh sama sekali berbeda dengan ku. Musuh ku banyak, terutama Asahi."batin Asa.
"Ayo sa."ajak Ruka
"Iya kak."Asa mengangguk dan mengikuti Ruka menuju kamarnya di sebelah kamar Canny.
_
_
_
(Kamar Ahyeon)
Canny belum tidur karena dia di ajak Ahyeon menonton film kartun. katanya ada film kartun baru saja di rilis, tentu saja Canny mengiyakan ajakan itu karena dia pencinta kartun terutama anime.
"Yeyon.."
"Kenapa sayang?"jawab Ahyeon menunduk melihat Canny yang tidur tengkurap di atas tubuh nya.
"Yeyon punya labubu besal sama suklo jumbo endak? Kalo ada buat Canny aja."
"??? Punya, memang mau Canny apakan labubu sama Sukro nya? Canny kan gak suka labubu sama Sukro sayang."
