Bab 47

576 65 48
                                        

DOOORRR

Tubuh Asa menegang sesaat lalu terjatuh ketika sebuah peluru kini telah bersarang di punggungnya.

"Akkhhh sshh... Ini sakit sekali."ringis Asa menahan diri untuk tidak berteriak karena di hadapannya ada Canny.

Asa tidak mau Canny tau kondisi nya.

"Mami? Itu suala apa? Suala pistol ya?"tanya Canny yang masih dapat mendengar suara tembakan itu walaupun telinga di tutupi oleh tangannya sendiri.

Suara Canny cukup kencang hingga Asa masih dapat mendengar nya dengan jelas.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Asa membasahi bibirnya sedikit untuk meredakan rasa sakit yang mulai menjalar di tubuhnya.

"Bukan sayang! Itu cuma suara burung kenari."

"Bulung kenali butan sepelti itu suala nya Mami. Itu suala apa sih? Baby boleh lihat?"teriak Canny yang menjauhkan tangannya dari telinga dan berniat untuk membuka mata melihat apa yang sedang terjadi.

"JANGAN!"Asa berteriak mengintruksi Canny untuk tidak membuka mata tapi akibat dari teriakan nya itu membuat rasa sakit di punggungnya semakin terasa.

"Hahaha jangan dengarkan kata Mami kamu Canny, jika kamu ingin tau buka saja mata mu."Seru Sana membuat rasa penasaran Canny semakin besar.

Gadis kecil itu membuka mata dan menoleh ke belakang dimana ia dapat melihat sang Mami yang terbaring di tanah menahan sakit akan sesuatu.

"Mami?"

"JANGAN MENDEKAT!"bentak Asa ketika melihat Canny ingin mendekati nya.

"Tapi Mami kesakitan."ucap Canny tak sanggup melihat wajah sang Mami.

"Mami baik-baik saja sayang. Sekarang baby dengarkan Mami ya? Baby lari sekarang, LARI SAYANG JANGAN PERDULI KAN MAMI."

"DAN KALAU KAMU MELAKUKAN ITU TANTE AKAN MENEMBAK MAMI MU LAGI CANNY."timpal Sana ikut berteriak.

Canny mulai bimbang antara mengikuti kemauan dari Mami nya atau tidak. Jika dia mengikuti Mami nya maka Sana pasti akan menembak mati Mami nya, dan Canny tidak mau Mami nya mati hanya karena pilihan nya ini.

Melihat Canny bingung memilih, Asa meyakinkan anak nya itu untuk mengikuti perintahnya.

"Baby~"

"Hm?"

"Baby sayang Mami kan?"Canny mengangguk lalu Asa kembali melanjutkan kalimatnya.

"Kalau begitu turuti perintah Mami kali ini saja, Canny bisa kan?"

"Tapi.. kalau Canny pelgi Mami bagaimana?"

"Jangan pikirkan Mami sayang. Mami rela mati asalkan kamu selamat."

"Dan kamu akan menanggung rasa bersalah itu se'umur hidup jika kamu membiarkan Mami mu mati Canny."Sana sengaja memprovokasi Canny agar tidak mengikuti kemauan Asa.

"Jangan dengarkan Tante Sana, Canny dengarkan ucapan Mami ya? Mami mohon sekali ini saja Canny nurut sama Mami."Asa benar-benar berharap Canny mau mendengarkan perintah nya.

"Canny.. Canny pilih.."Canny benar-benar bingung akan jawabannya.

Sana yang sudah kehabisan kesabaran mulai kehilangan akal, dia arahkan pistol itu ke udara hingga bunyi nyaring memekakkan telinga sengaja agar membuat Canny takut dan menganggap nya sebagai sebuah peringatan bahwa dia tidak main-main dengan kalimatnya.

DOOORRR

Canny menutup telinga nya rapat-rapat karena Sana tidak berhenti sekali dua kali melakukan nya.

My Daughter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang