28

1.1K 68 22
                                        

Didalam sebuah ruangan yang besar terasa begitu sepi hanya detikan jarum jam yang memenuhi ruangan tersebut

Terdapat dua orang didalam sana namun dengan kondisi yang berbeda, mereka adalah John dan Devon

Sejak John bangun dan meminta Devon satu kamar dengan dirinya semua anggota keluarga diusir olehnya, dia hanya ingin dengan sang adik

Pandangan John menatap lurus pada Devon yang masih setia memejamkan matanya hingga matahari sudah tenggelam dari beberapa jam yang lalu

Alat bantu pernapasan yang terpasang dihidung Devon membuat John semakin menyalahkan dirinya, dia tidak tau jika ternyata jiwa bajingan yang dia kubur bertahun-tahun muncul kembali dan melukai kesayangannya

"abang minta maaf.." gumamnya pelan

Tangan John bergetar menyentuh pipi hangat Devon dapat John lihat beberapa luka lecet ada disana

John menarik tangannya kepalan kuat terlihat dengan dengusan amarah mulai terdengar, John kembali emosi mendengar cerita dari sang papa tadi siang tentang ulah Jeff selama ini

Bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini, dia tidak bisa membiarkan jiwa itu tumbuh kembali

Cklek!

Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan John kesana dan ternyata itu adalah Katarina, dia memandang putra keduanya teduh dapat Katarina lihat guratan kecewa dan amarah terukir jelas diwajah tampan anaknya

"sayang..." panggilnya sembari mendekat

"you okay?" tanyanya pelan tanganya terangkat menyentuh pundak sang putra

"mom.. Devon.. Jeff.." lidah John kelu tak kuasa melanjutkan perkataannya

"it's okay honey, this isn't your fault.. let's just pray that Devon wakes up soon, okay?"

"and lose that grumpy face John, it doesn't suit you" imbuh Katarina membuat wajah John semakin masam

"MOM!!" teriaknya kesal

"hey.. jangan berisik kau menganggu kesayangan mama" ucap Katarina acuh sembari membelai wajah Devon dengan damai

"dia adik John jangan pegang-pegang!" sungutnya kesal

"dia anak mama, jika mama tidak membuatnya kau tidak akan bisa memilikinya" ucapan itu membuat John terdiam dan itu menyambut tawa kemenangan dari Katarina

John kesal kemudian berjalan cepat keluar hingga selang infus terlepas dari tangannya

Katarina tidak panik karena apa.??

"mau kemana boy?" Gilbert sudah stanby didepan pintu untuk menahan sang putra

"seret anak itu kesini sayang, dia sangat nakal jika seperti ini" imbuh Katarina yang sudah memanggil dokter tentunya

"minggir, aku mau ke toilet" sanggah John

"usaha yang bagus boy, tapi arah toilet tidak kesini jika kau ingat" Gilbert menyeret John kembali masuk kekamarnya

Kondisi anak itu jika belum sepenuhnya baik, Gilbert sengaja menekan sedikit keras pada bahu John yang retak membuat anaknya memekik kesakitan

"p-papa sakit!" keluhnya

"sudah tau sakit masih bertingkah"

"ck!!" John kembali ke brankarnya dan infus sudah kembali terpasang disana namun setelahnya kedua mata John memberat, John tertidur

"anakku kembali.." ucap Katarina sendu

"iya sayang, kita harus lebih ketat lagi apalagi Jeff.. tidak menutup kemungkinan dia akan kembali lagi" Gilbert memeluk pinggang Katarina erat, kecupan ringan Gilbert berikan pada perpotongan leher Katarina

Namun kemesraan mereka harus direnggut cepat ketika Kai masuk dengan panik kekamar tersebut

"Kau.."

"tuan muda Lui kabur Tuan" ucapan Kai menghentikan amarah Gilbert pada Kai

"dimana dia sekarang?"

"sedang dalam pengejaran Tuan karena tuan muda Lui terus berlari mengelilingi rumah sakit" jelasnya

"anak ituu..." Katarina memegang kepalanya mendengar kelakuan anak bungsunya

Sedangkan dilokasi kejadian sekarang Lui sedang bersenang-senang dengan beberapa bodyguard

"hahahah sini kejar gw kalo lo bisa!!!" teriaknya sembari berlari dengan coklat dan permen kaki dikedua tangannya

Tadinya dirinya sudah tidur disalah satu ruangan dirumah sakit itu lantai khusus untuk keluarga Va Onkar tentunya namun dirinya haus dan keluar ingin mencari mamanya namun dirinya malah menemukan seorang anak kecil dengan banyak jajan ditagannya

Dia hanya meminta sedikit dari anak itu, ingat meminta sedikit walaupun anak itu berakhir menangis karena jajannya diambil paksa oleh Lui oke revisi 'diminta sedikit'

Hingga dirinya ketahuan oleh Kai dan berakhir kejar-kejaran seperti ini

"berhenti tuan muda, nanti anda jatuh"

"bodo amat!!"

"tuam mudaa berhentiii"

"makananya jangan ngejar lagi!! Hoshh" Lui mulai lelah

"anjirr cuma mau ngemil aja susah banget huhh" keluhnya

Lui terus menoleh kebelakang tanpa melihat kedepan dan terus berlari hingga ketika pandangannya sudah lurus kedepan dia dikejutkan dengan seseorang yang sudah berdiri tegak disana yaitu.. Theodore

Mata Lui membola dirinya tidak sempat menahan dirinya untuk tidak menabrak abang pertamanya itu namun naasnya nasib Lui

"kena kau anak nakal!!" dengan sigap Theo menangkap tubuh kecil Lui dan mengendongnya kuat dalam dekapannya

"abang lepass!!!" teriaknya

"kau tau ini jam berapa? Dan apa ini??" ucap Theo menggantung ketika melihat wajah cemong Lui penuh dengan coklat

Lui dengan sigap membuang coklat dan permen ditangannya dan menghapus jejak kenakalannya sebisa mungkin

"abang ini bukan Lui"

"ohh bukan dirimu? Lalu kenapa belasan bodyguard ini mengejarmu?"

Jalan buntu untuk Lui mengelak, apakah dirinya akan bilang kalau mereka sedang bermain? Tapi sepertinya..

"tidak ada yang bermain pada jam 10 malam Lui..."seakan bisa membaca pikiran Lui terkejut akan hal itu

Dan bertepatan dengan itu Gilbert muncul dengan wajah dingin dan datarnya membuat Lui meneguk ludahnya kasar wajah panik mulai terlihat membuat Theo menahan senyumnya gemas

"abang..." panggilnya meminta pertolongan

Namun dengan sadar Theo berjalan mendekat kearah sang papa membuat Lui semakin panik dan mendorong tubuh abangnya menjauh namun hasilnya nihil

"abang.. ayo pergi!! Enggak, jangan kesanaa" pintanya namun seolah tuli Theo semakin mendekat dan menyerahkan Lui kepada Gilbert

Tubuh Lui menegang dan terdiam seketika saat tubuhnya sudah berpindah dengan entengnya kegendongan Gilbert

"jadi apa yang kau lakukan anak nakal?" tembaknya langsung

Lui tidak menjawab namun langsung menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher sang papa dan memeluknya erat

"papa tidak akan terpengaruh denganmu kali ini" dingin Gilbert

"huaaa mamaa Lui takutt, ajirlah gara-gara tu bocil gw jadi dihukum kann huaaaaa" suara hati Lui menjerit

.

.

.

Hai semuanyaaaaa

Lui kembalii lagiii selamat membaca yaaa

Selamat menyambut bulan ramadhan bagi yang merayakan

Terimakasih yang udah baca, vote, follow dan comment 😊💕

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 27, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Luizen Va OnkarWhere stories live. Discover now