Kejadian yang sangat tidak terduga sebelumnya membuta syok semua angggota keluarga Avalon tentunya Gilbert karena perlakuannya sebelumnya kepada Jeff membuat anak itu melakukan hal yang membahayakan itu
"aku tau kau tidak bermaksud, memnag sepertinya ada hal lain yang anak itu inginkan" ucap Katarina menenangkan sang suami yang terlihat stress karena kedua anaknya terbaring belum sadarkan diri sejak 2 hari yang lalu
"mama.. papa kenapa?" suara lembut Lui menyapa pendengaran mereka
"tidak ada apa-apa, kenapa jagoan papa bisa sampai disini sendiri?" Tanya Gilbert yang belum menayadari keanehan ini
Lui yang ditanya hanya nyengir kuda saja tanpa menjawab pertanyaan sang papa hingga Gilbert menyadarinya
"kau sendiri kesini?!!" Tanya Gilbert dengan nada yang sedikit lebiih tinggi
"dengar dulu papa..." Lui mencoba menenangkan Gilbert
"jelaskan" suara Gilbert memberat membuat nyali Lui tergoncang sedikit
"j-jadii tadi Lui mau kesini sama abang, tapi abang bilang abang lagi sibuk jadi Lui berangkat sediri deh.." ucapnya tanpa dosa menyalahkan abang pertamanya
"kapan abang bilang seperti itu?" suara familiar yang terdengar menyeramkan itu mengejutka Lui
Bola matanya semakin melebar ketika melihat Theodore muncul dari belakang sang papa dengan tatapan membunuh terhunus tajam kepada Lui
"mati gw, beneran setan abang gw perasaan tadi udah gw tinggal kenapa udah nyampe sini aja?" suara hati Lui menjerit
Lui menatap Katarina meminta pertolongan pertama pada sang mama namun naasnya Katarina malah memalingkan wajah dan pergi kearah pantry untuk menyiapkan makan siang karena matahari sudah semakin tinggi
"jadi bagaimana anak naakl? Bisa kamu jelaskan kapan abang bicara seperti itu padamu?" lanjut Theo kepada Lui membuatnya tdak bisa berkuti lagi
"eeumm i-itu tadi waktu dikamar abangkan bilang gitu ke Lui" Lui masih mencoba menyelamatkan diri
"abang bilang apa sama kamu?" Tanya Theo memperjelas
"a-anu '5 menit lagi abang selesai kamu bisa tunggu disini atau dimana yang kamu mau, gitu" jawab Lui menirukan suara sang abang
"apakah itu sama dengan apa yang kamu jelaskan ke papa tadi?" tanyanya kembali
Dan dengan mantap Lui menganggukan kepala sembari menatap Gilbert dengan harapan papanya menyetujui ucapannya tadi
"papa baru tau kalau anak papa ini sudah pintar berbohong" ucapan Gilbert membuat Lui merengut tidak suka
"dimana Lui bohongnya? Luikan melakukan hal yang diminta sama abang.."
"kata abang bisa tunggu diruangan abang atau dimanapun yang Lui mau, ya jadi Lui tunggu abang disini gapapa dong kan abang lagi sibuk tadi" ucapnya tanpa dosa membuat Gilbert dan Theo menghela napas
Bahkan Katarina yang berada agak jauh dari sana menahan ketawanya mendengar ucapan sang putra yang sangat pintar itu menurutnya
"udah-udah ayo makan dulu, hari ini kamu mama maafin kalau besok diulang lagi awas aja kamu yaa" ancam Katarina menoleh hidung Lui gemas
"OKEY MAMA!!" seru Lui semangat
"Lui" Gilbert dan Theo secara bersamaan
"hehehe maaf" tawa Lui keluar
.
.
Suara alat-alat rumah sakit yang berbunyi diantara keheningan membuat Gilbert menggeram marah, andaikan dirinya tidak gegabah dengan anak keduanya ini pasti tidak akan seperti ini
"enghh.." lengguhan untuk pertama kali terdengar membuat semuanya berdiri dan berlari kearah brankar Jeff
Mata itu pelahan terbuka lalu kembali menyipit menyesuaikan cahaya yang terlalu banyak masuk kematanya
Pandangan yang pertama kali Jeff lihat adalah sang papa Gilbert yang menunjukkan wajah sedih dan itu jauh lebih menyeramkan baginya
"haus" suara yang hampir tidak bisa terdengar namun masih bisa dipahami oleh Katarina
Setelah cairan bening itu menyapa tenggorokannya membuat dirinya lebih baik dari yang sebelumnya
"ini kenapa wajah papa jelek sekali?" ucapan itu membuat Katarina langsung memeluk tubuh sang putra dan Gilbert bernapas lega
Karena ucapan itu menandakan bahwa yang ada dihadapannya saat ini adalah anaknya John bukan jiwa lain yang menempati raga anaknya
"arghh!! Mama pelan" erangan John keluar ketika Katarina tidak sengaja menekan bahu John yang retak sebelumnya
"sorry mama tidak sengaja sayang"
"it's okay mom" senyum John kembali mengudara
"apa yang terjadi? Kenapa aku bisa disini?" Tanya John karena dia tidak ingat apapun
"kita panggil dokter dulu setelahnya baru kita ceritakan" Gilbert yang kali ini bersuara membuat John semakin bingung
Setelah pemeriksaan yang dokter lakukan mengatakan bahwa tubuh John sedikit membaik namun masih harus dipantau cukup ketat karena kondisi tubuh yang bisa saja kembali drop serta luka yang John dapatkan tidak bisa dikatakan ringan
"abang!!!" teriakan melengking mengagetkan semua orang terutama John membuatnya berdebar cukup kencang
Sang pelaku yang mengetahui perilakunya tadi salah seketika menunduk dan meremat tangannya
"maaf, Lui cuma seneng aja abang udah bangun" ucapnya lirih membuat mereka tidak bisa menghukum atau marah pada manusia kecil ini
"ck anak nakal ini lagi-lagi berulah" ucap Theo sembari menggendong Lui singkat saja dan membawanya mendekat
"abang gapapa? Maaf ya.." tangan Lui terulur menyentuh pipi tirus sang abang yang sedikit dingin itu
"iya sayang, lain kali gak boleh teriak-teriak okey??" ucap John lembut
"siap kapten!" serunya semangat
John merasakan ada yang kurang dari ini, seperti ada yang terlupakan tapi entah apa dirinya tidak bisa mengingat dengan jelas
"kalau bang Jo udah bangun, tinggal abang Dev aja yang belum ya?? Kenapa lama banget abang Dev tidurnya..." ucapan sedih Lui membuat John mengeryitkan dahi dan tersadar
"Dev..." gumam John
"bagaimana kalau kita beli es krim, Lui mau??" Tanya Theo sembari mengalihkan diri keluar dari ruangan itu
Tersisa Gilbert, Katarian dan John dalam keterdiaman yang membingungkan, bagaimana dirinya akan menjelaskan semuanya, sementara dokter mengingatkan untuk tidak terlalu berat dulu pikiran John
"jadi..??" John kembali bersuara
"Jeff..." kata-kata Gilbert menggantung
"Jeff??.. jangan bilang kalau dia.." John yang langsung paham terbelalak kaget
"iya, dia mengambil alih tubuhmu dan kesalahan papa membuat dirimu dan Devon seperti ini" lanjut Gilbert
"sialan! Dimana Devon sekarang?" umpah John emosi mendengar jiwa itu melukai saudaranya
"Devon ada dikamar sebelah" jawab Katarina
"pindahkan dia kesini, aku tidak mau tau" perintah mutlak dari sang putra yang tidak bisa dielakkan lagi
"kenapa bisa dia keluar lagi? Aku sudah lama membunuhnya!!" ucap John
"akan kupastikan dirimu mati Jeff keparat!" lanjutnya kembali
.
.
.
Hai semua..
Ternyata masih ada yg baca ceritanya dongg, aku terharuuu
Makasih yang udah mau baca yaaa dan suka cerita ini hihii, maaf emang lama banget upnya
Terimakasih yang udah baca, vote, follow dan comment 😊💕
YOU ARE READING
Luizen Va Onkar
DiversosHanya bercerita tentang Luizen, anak berwajah imut dan menggemaskan dengan pipi cabi dan bibir mungil merah mudanya itu. Mungkin kalian akan terpesoan saat pertama kalo melihat wajahnya tapi jangan kaget ketika kalian sudah meilaht sifatnya yang seb...
