13

1.5K 64 2
                                        

Saat ini dikamar Lui terdapat 2 buntalan lemak yang masih setia menutup matanya dengan selang infus yang senantiasa bertengger manis ditangan masing-masing

Sekarang sudah menunjukkan pukul 21.35 tetapi belum ada tanda-tanda mereka ingin membuka matanya, sungguh suasana dikediaman Va Onkar sangat kalut

Keluarga Donahue juga sudah ada disana setelah mendapat kabar bahwa bungsunya terserang demam bersamaan dengan anak bungsu sahabatnya itu

"apakah ini efek obatnya bertahan begitu lama?" suara Dikta memecah ketegangan didalam kamar Lui

"tidak, seharusnya mereka sudah sadar 1 jam yang lalu" ucap Devon pelan

Devon merasa aneh pasalnya obat yang dia berikan berefek ringan tetapi kenapa kedua adiknya belum juga membuka matanya?

Segera Devon mendekat dan memeriksa kembali keduanya tapi tidak ada yang aneh dengan mereka kecuali dengan suhu tubuhnya yang memang masih tinggi tapi tidak setinggi tadi

Katarina mendekat kearah Lui mengusap lembut pipi panas Lui, tatapan kekhawatiran sangat terpancar dari kedua mata Katarina

"sayangnya mama bangun dong sayang, Lui udah tidur lama loh.. gak capek emang? Hmm?" ucapnya lembut mencoba membangunkan Lui dan masih tidak ada respon berarti dari Lui

Katarina menegakkan badannya menatap tajam kearah suaminya, kilatan emosi kini memenuhi wajah Katarina

"jika terjadi apa-apa dengan anakku, aku bersumpah akan membunuhmu Gilbert" ucapnya dengan nada terendah yang dia miliki

Gilbert hanya menatap datar istrinya walau tanpa dipungkiri rasa khawatir terus melanda hatinya, Lui seperti ini pasti karena dirinya yang mendiaminya

Gilbert tau tapi dia ingin memberi pelajaran agar anaknya ini tidak berbuat ulah lagi hingga terluka tapi dia tidak tau kalau efeknya akan separah ini

"lebih baik kita keluar dulu, biarkan mereka istirahat" ucap Devon dia tidak ingin keributan ini memperburuk kondisi Lui dan Kevin

Setelah beberapa saat kamar Lui kembali sepi dan seketika dua pasang mata bulat itu terbuka tangan keduanya yang terbebas dari infus saling berpegangan

Lui menoleh kesamping begitu juga Kevin, pandangan mereka bertemu kemudian senyum jail mengembang diantara wajah mereka

"hihihi"

"hahahha" tawa keduanya mengudara dengan pelan, mereka merasa puas mengerjai keluarga mereka

Ya mereka berdua sudah sadar beberapa waktu yang lalu sesuai dengan apa yang dikatakan Devon tetapi mereka memilih untuk menutup matanya kembali

Lui ingin membalas perbuatan Gilbert karena berani sekali mengabaikannya hingga membuat dirinya sakit seperti ini. Sedangkan Kevin? dia hanya membantu sahabatnya itu

"arghh.." pekikan keluar dari mulut Kevin ketika dia mencoba untuk mendudukan diri dengan sigap Lui menggapai tubuh Kevin tapi naas dia lupa kalau tangannya sedang terjerat serang infus dan alhasil selang itu terlepas

"ashhh.." Lui ikutan meringis merasakan perih dan pusing yang kembali mendera

Sungguh apakah mereka tidak sadar bahwa kondisi mereka masih lemah? Ada-ada saja mereka berdua ini

Melihat tangan Lui yang berdarah entah pikiran dari mana Kevin dengan cepat menarik selang infus miliknya yang kemudian darah mulai mengalir dari bekas jarum infusannya

"Kevin! lo gila!" teriak Lui melihat apa yang dilakukan Kevin

"hehehe..." Kevin hanya terkekeh kecil menunjukkan rentetan giginya

Luizen Va OnkarWhere stories live. Discover now