Ruangan gua itu seketika dipenuhi keheningan yang mencekam. Jisung menatap teman-temannya dengan bingung dan terluka. Selama ini, dia merasa seperti orang luar, tapi kenyataan ini jauh lebih parah dari yang dia bayangkan.
"Jangan-jangan lo juga?" Ten membungkam mulutnya, matanya membulat seolah menyadari sesuatu yang mengejutkan.
Haechan mengangguk pelan, "Iya. Kita semua di sini, kecuali Jisung, punya peran ganda." tuturnya tanpa ragu, di hadapan para member. Sementara itu, member lain di sana menutup mulut mereka. Kebetulan ini terlalu mengejutkan untuk mereka, terutama Jisung.
"M-maksud kalian apa? Nggak ada yang kalian sembunyiin dari gue kan?" tanya Jisung bergumam nadanya bahkan terdengar seperti mencicit di akhir kalimat.
Sejujurnya ia takut menanyakan hal ini, karena dalam lingkup pemikiran Jisung, mungkin hal itu merupakan suatu pertanyaan sensitif bagi para member lainnya. Namun rasa terpojoknya karena tak tahu apapun membuat Jisung merasa tidak berguna.
"Jie kita—" penuturan Jaemin terhenti mendengar isakan kecil Jisung. Hati mereka semua teriris, mereka tahu ini salah. Tapi mereka tidak ingin maknae kesayangan mereka itu terluka.
"Sejak kapan?" tanya Jisung masih terisak, ia mencoba menghentikan isakannya agar lebih nyaman berbicara.
"Kasus Chenle di culik sebelum jadi anak-anak. Tapi Jie, kita ngelakuin ini biar lo nggak kena imbasnya." tuding Haechan membuat Jisung mengangguk.
"Ouh, ya udah kalau gitu. Kalian ngobrol aja, gue pergi." Jisung hendak beranjak dari tempat itu, namun beberapa langkah kemudian ia berbalik.
"Seenggaknya kalian semua jangan egois buat nyimpen semuanya sendiri. Kalian mungkin mau ngelindungin gue. Tapi asal kalian tau, gue lebih suka orang yang ngelindungin gue nggak ngebahayain dirinya sendiri, dari pada ngambil resiko. Tindakan kalian bikin gue kecewa sama kalian!"
"Jie! Jisung! Ah, gimana nih?" Jaemin mengacak rambutnya frustasi, di tenangkan oleh Haechan.
"Kita bujuk dia, gue tau Jisung bukan tipe orang yang diem-dieman terlalu lama. Lagian juga kita udah salah, kalau kita jelasin ke dia gue yakin Jisung pasti bakal paham." usul Haechan menenangkan. Dalam hati ia merutuki perbuatannya sendiri.karena membuat Jisung marah.
⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ── ⋆⋅☆⋅⋆ ── ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆
ZHONG BABY
⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ⋆⋅ ── ⋆⋅☆⋅⋆ ── ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆ ⋅⋆
"Mau ngapain lagi? Udah bahas petunjuknya?" tanya Jisung melihat para hyungdeul duduk bersila di hadapannya.
"Jie, gue tau maaf doang nggak bakal cukup," Jaemin memulai dengan suara pelan, "tapi sumpah, kita nyesel banget. Kita salah, kita egois, kita nggak mikirin perasaan lo."
Jisung membuang muka, "Lo pikir dengan bilang maaf semuanya bakal balik kayak semula? Nggak, Hyung gue udah terlanjur kecewa sama kalian yang selalu nyembunyiin sesuatu dari gue." tekan Jisung hendak beranjak, namun di tahan oleh Haechan.
"Dengerin kita dulu, Jie," Haechan menyahut, "kita cuma mau lo bisa ngerti kalau kita ngelakuin ini karena kita sayang sama lo."
"Sayang?" Jisung tertawa sinis. "Kalau lo semua sayang sama gue, lo nggak bakal bohongin gue kayak gini." Jisung menepis tangan Haechan kemudian berdiri tegap di hasapan para member. Suasana kembali hening. Para anggota tim menatap Jisung dengan rasa bersalah.
"Jie," Kun, dengan suara tenang, akhirnya berbicara, "gue ngerti lo kecewa. Kita salah, kita ngaku. Tapi kita harap lo bisa ngerti, kita cuma mau ngelindungin lo dari bahaya yang ada di depan mata."
KAMU SEDANG MEMBACA
Zhong Baby x All NCT
Fanfiction''hiks..hiks..tubuh yeye kenyapa jadi kecill..hiks'' tangis seorang anak yang di timang oleh lelaki gagah. Penasaran Ayo masuk : Happy Reading..🥰
