Back

130 17 2
                                        

Hening kembali menyelimuti dorm, hanya suara gemerisik kain dan benturan kecil barang-barang yang digeledah yang terdengar. Wajah-wajah tegang para member Dream dan WayV terlihat serius mencari sesuatu yang mungkin terlewatkan.

Di tengah kesibukan itu, Doyoung hanya bisa menatap kosong ke arah jendela, pikirannya melayang pada Renjun. Rasa bersalah dan kehilangan menghantuinya

Semua member masih mencari tanpa henti. Mereka mulai menggeledah kamar masing-masing, mencari petunjuk yang mungkin terlewatkan. Suasana di dorm kembali tegang, dipenuhi kecurigaan dan ketidakpercayaan.

"Gue nemuin ini di kamar Ten hyung," kata Haechan, menunjukkan sebuah buku catatan kecil. "Ada tulisan 'T.A' di dalamnya."

Mata semua member tertuju pada buku catatan itu. Ten menatap Haechan dengan tatapan tidak percaya. "Itu bukan punya gue," katanya. "Gue nggak pernah lihat buku itu sebelumnya."

"Terus, ini apa?" tanya Haechan, menunjuk ke arah tulisan 'T.A' di buku catatan itu.

"Gue nggak tau," jawab Ten, menggelengkan kepalanya. "Gue bener-bener nggak tau. Gue nggak pernah beli buku kayak gitu." Dalam kebingungan dan ketakutan, mereka harus mencari tahu siapa dalang dari semua ini, sebelum semuanya terlambat.

"Nggak mungkin ..." gumam Jaemin pelan, matanya tertuju pada satu nama di daftar itu.

"Kenapa?" tanya Kun penasaran, ikut mencondongkan tubuhnya ke arah kertas. Dengan jari gemetar, Jaemin menunjuk satu kalimat pada secarik kertas yang di temukan dalam kamarnya.

"Gue pastiin mereka bakal celaka."
—JM—

Suasana di dorm kembali menegang. Semua mata kini tertuju pada Jaemin, tatapan penuh kebingungan dan kecurigaan. Jaemin sendiri menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka temukan.

"Ini nggak mungkin. Kenapa ini ada sama gue?" tanya Jaemin, suaranya bergetar. Ia merasa tuduhan tak terlihat menghantam dirinya.

"Lo nggak bisa ngelak, Jaem. Di situ udah jelas ada kertas yang di tulis pake nama, lo di ujung." balas Yuta, meskipun nada suaranya tidak lagi setajam sebelumnya. Ia pun merasa tidak enak dengan kesimpulan ini.

"Kita nggak bisa langsung nuduh Jaemin, Gue yakin Jaemin Hyung sama sekali ga ikut-ikutan di kasus ini" sela Jisung, membela hyungnya. "Mungkin ada maksud lain dari petunjuk ini."

"Maksud lain gimana? Kertas itu jelas dari Jaemin sendiri, lihat aja itu di ujung! Ten juga pasti komplotannya." ucapan Yuta terhenti.

Tiba-tiba, pintu dorm terbuka dengan kasar, menampilkan sosok polisi yang tadi berbicara dengan Kun di perjalanan. Wajahnya tampak tegang dan tergesa-gesa.

"Kami dapat laporan baru!" serunya, tatapannya menyapu seluruh member yang ada di ruangan. "Ada satu petunjuk lagi dari hutan, sejenis mainan yoyo gitu." Keheningan kembali menyelimuti dorm, kali ini bercampur dengan ketakutan yang mendalam. Mereka saling bertukar pandang, mencoba mencerna berita buruk yang baru saja mereka dengar.

"Apa!? Terus maksudnya apa?!" tanya Kun dengan suara frustasi. Ia sudah pusing dengan pertengkaran para member dan tiba-tiba saja terdapat petunjuk baru yang membingungkan.

Polisi itu menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Jangan terlalu frustasi Kun. Gue tau lo stress mikirin semua, tapi temen-temen di sini lebih takut. Mereka butuh lo." bisik polisi itu membuat Kun menoleh ke penjuru ruangan. Hatinya sakit melihat teman-temannya yang tampak frustasi.

"Gue pergi dulu, tujuan gue cuma mau kasih tau itu." seusai mengundurkan diri polisi itu tak lagi menampakkan wajahnya.

Jaemin terduduk lemas di sofa, pikirannya kacau. Namanya muncul pada secarik kertas yang kusut, di tengah badai yang menimpa mereka semua.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Zhong Baby x All NCTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang