"Syut, ini gue Jeno."
"Jen-" Ucapan Jaemin kembali terhenti begitu saja akibat tangan kekar Jeno yang kembali menutup mulutnya. Akhirnya Jeno membawa dua sahabatnya itu untuk masuk lebih dalam dari lubang goa.
"Jen kenapa lo-Jisung!" Jaemin berteriak lirih saat mendapati beberapa member jatuh pingsan dengan luka gores di dalam goa itu selain Jeno. Luka gores mereka terlihat mengering, mungkin karena di obati sebelumnya.
Sementara itu Haechan menatap intens ke arah Jeno dari kepala hingga kaki. Sorot matanya sudah sangat jelas menandakan bahwa lelaki beruang itu menginginkan penjelasan lanjut dari Jeno.
"Nanti gue jelasin, kalian obatin dulu tuh luka gores kalian. Ke petugas di sono noh!" ujar Jeno setelah sadar akan tatapan mengintimidasi Haechan kemudian menuding salah satu petugas yang tersenyum sembari melambaikan tangan kepada Haechan dan Jaemin.
"Chan kayaknya Woomin perlu di obatin dulu." lirih Jaemin tak kuasa menahan genangan di pelupuk matanya saat melihat kondisi anak kecil di hadapannya dibaluti oleh luka.
Haechan hendak menolak permintaan Jaemin, melihat tubuh sang kawan yang juga di penuhi oleh luka gores lebar di area kaki dan lengannya. Namun siapa sangka ia malah dibuat luluh oleh tatapan melas dari sang kawan kelincinya itu.
Alhasil dirinya hanya dapat mengangguk pasrah dan menuruti kemauan kawan kelincinya. Asalkan Jaemin kuat menahan sakit pada lukanya. Iapun membantu Jaemin menurunkan beban seorang anak di punggungnya.
Hyung, hyung, nggak ada habisnya Lo nyusahin Jaemin sejak jadi bocil gini! Haechan mengelus dadanya dengan tabah, menatap langit-langit goa yang berliku seperti jalan hidup grupnya.
"Lo kuat kan?" tanya Haechan tanpa aba-aba membuat Jaemin tertoleh dengan wajah terkejut.
"Hah? Maksud lo?"
"Kaki, lengan, dahi lo luka. Terus juga punggung Lo ..." Ucapan Haechan terhenti sesaat. Baru kali ini Haechan dibuat bungkam oleh kata-katanya sendiri karena mengkhawatirkan teman seperjuangannya sejak rookie.
Tanpa sadar Jaemin mengulas senyum tipis yang tak di sadari oleh Haechan. Perlahan iapun menyandarkan kepala Haechan pada pundaknya. Entah mengapa intuisi Jaemin mengatakan bahwa Haechan tengah dalam situasi buruk, dimana ia tidak tahu harus bertindak bagaimana lagi.
Layaknya ia menenangkan Jisung saat anak itu menangis ia melakukan hal serupa guna menghibur Haechan. Sembari mengelus surai Haechan yang menganggur, pemilik kepala menikmati usapan Jaemin di kepalanya.
Tak lama kemudian ia mendengar suara dengkuran halus dari Haechan. Senyum di bibirnya terpatri dalam beberapa detik melihat teman beruangnya itu tertidur oleh usapan yang Jaemin lakukan.
"Loh, itu temennya tidur? Terus ini gimana cara saya biar bisa obatin luka kamunya?" tanya petugas membuat Jaemin tertoleh. Jari telunjuknya menandakan senyap untuk petugas itu.
"Nggak di obatin juga gapapa kok, Pak. Obatin yang bisa bapak jangkau aja. Kasihan temen saya kalau di bangunin." ujar Jaemin kemudian diangguki oleh petugas. Sebisa mungkin Jaemin menahan tangisannya agar Haechan tidak terganggu dalam tidurnya.
"Itu temennya juga mau di obatin?" tanya petugas diangguki oleh Jaemin. Petugas itu kembali mengoleskan salep pada bagian luka yang mengering. Sesekali Jaemin membenahi posisi kepala Haechan yang merosot saat obat merah di sebarkan pada area luka.
"Besok saya bantu buat ganti kain casanya, ya? Sekarang kamu tidur. Butuh selimut, nggak? Lagi dingin banget nih di alam bebas." Tanpa menunggu jawaban dari Jaemin petugas itu memberikan dua selimut yang cukup tebal untuk menghangatkan tubuh Jaemin dan Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zhong Baby x All NCT
Fiksi Penggemar''hiks..hiks..tubuh yeye kenyapa jadi kecill..hiks'' tangis seorang anak yang di timang oleh lelaki gagah. Penasaran Ayo masuk : Happy Reading..🥰
