Teror (02)

290 18 13
                                        

Sepulangnya member dream dari restoran mereka meneruskan tekad untuk mencari Chenle. Sayangnya, tidak ada lagi jejak yang di tinggalkan dari chenle.

Akhirnya para member memutuskan untuk menyerah dan kembali ke villa. Terapi sebelum itu, mereka menghubungi Taeyong lebih dulu.

——————————————
Kring! Kringg
——————————————

Taeyong mendapat notifikasi voice call dari Jeno, lantas ia mengangkat voice call tersebut dengan cepat.

''Halo? Jeno kalian tidak apa-apa 'kan? Apa ada yang terluka? Bagaimana keadaan member lainnya?''

Dari sebrang sana Jeno nampak kebingungan dengan percakapan Taeyong yang khawatir. Lantas dengan ragu ia berkata,

''Hyung udah tau?''

''Bagaimana hyung mau tidak tau, Jen. Orang Jisung udah ngabarin hyung duluan.''

Eh tunggu, Jeno menjadi bingung sekarang, sebenarnya yang sedang terjadi saat ini itu apa? Jeno menghadap ke arah Jisung, yang tersenyum tanpa dosa ke arahnya.

''Hmm, pantas saja...''

''Jen, mending kalian pulang deh! Hyung takut bakal terjadi hal yang lebih parah dari ini..''

''Nee..''

——————————————————
Drrrttt! Drrrttt!
——————————————————

Setelah mematikan sambungan telefon, Jeno segera memberi tahu member yanv lain, bahwa Taeyong menyuruh mereka 'tuk pulang. Tak hanya itu, ia juga menyuruh para member untuk bersiap setelah sampai di Villa nanti.

''Huhh.... Mental kita harus benar-benar siap.'' kata Renjun memegang dadanya karena panik.

''Kau benar, lebih baik kita melatih mental kita agar tidak terpengaruh oleh kata-kata orang lain.'' Jaemin menimpali.

''Sudah-sudah, ayo kita kembali'' putus Jeno mengakhiri pembicaraan.

Setelahnya mereka semua menuju ke villa menggunakan taxi, karena saat pergi ke taman mereka juga memakai taxi.

Setelah taxi tiba, para member masuk ke dalamnya, kemudian melaju pergi dari tempat itu.
_
_
_

Di dalam taxi, suasana canggung membahana telah menghampiri empat member dari unit dream di dalamnya. Beberapa waktu lalu, keempatnya masih sempat bercanda.

Namun setelah mendengar dering ponsel supir taxi yang teramat kencang dan menyeramkan membuat mereka takut seketika.

Supir taxi itu mengangkat sambunhan telefon di sertai beberapa tawa misterius, kadang ia juga memakai bahasa yang sepertinya menjadi kode dalam sambungan itu.

Raut member yang tadinya tersenyum langsung luntur mendengar tawa misterius dari sosok supir taxi itu.

''Rumatian, kan ku pulang ke rumah, lewat air terjun, menuju cahaya hidup'' kata itulah yabg keluar dari bibir supir taxi sebelum ia mengakhiri panggilan.

Selain itu, hawa dingin menghampiri tubuh para member saat jalanan mulai naik. Mereka nah kan merasa aneh dengan jalan itu.

Ini.... Bukan jalan ke villa, Renjun menatap ke belakang. Sepertinya member lain juga berfikiran hal yang sama dengan Renjun.

Zhong Baby x All NCTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang