CHAPTER 13

173 11 2
                                        

Spesial untuk hari ini dan tanggal 14 besok aku bakalan up 2 chapter, jadi jangan lupa dukung author pemula ini dengan vote dan comen nya🫡💐.





Mata mereka saling bertemu satu sama lain, Alexs semakin mengikis jarak diantara mereka hingga Rhapaelo merasakan hembusan nafas hangat membelai kulit wajahnya.

Awalnya Rhapaelo mengira jika Alexs akan menciumnya tetapi Alexs tiba tiba mendekatkan mulutnya ke telinga Rhapaelo dan berbisik.

"Sungguh sangat malang orang yang mengagumimu" ucap Alexs berbisik di telinga Rhapaelo.

Rhapaelo yang mendengar itu langsung buru - buru berdiri dan merasa sedikit malu karena dia kira Alexs akan menciumnya.

"Ak - aku harus pergi bekerja" ucap Rhapaelo yang kemudian langsung pergi keluar dari pintu kaca.

Alexs yang melihat tingkah lucu Rhapaelo pun tertawa kecil dengan pandangan tetap melihat kearah Rhapaelo pergi.

♤♡♤♡

Rhapaelo yang sedari tadi berlari akhirnya sampai di depan pintu ruang kerjanya, ia memegang gagang pintu bermaksud ingin membukanya, tetapi jantungnya masih berdegup kencang akibat kejadian tadi.

Keringat bercucuran di sekitar wajahnya, Rhapaelo juga merasa panas bukan karena dia sehabis berlari tetapi karena dia merasa malu karena durinya berpikir Alexs akan menciumnya.

wajahnya mulai sedikit memerah, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menyadarkan pikiranya dengan cepat, setelah dirasa cukup Rhapaelo pun masuk kedalam kantornya dan duduk di kursinya untuk kembali membaca dokumen.

"Dia benar - benar pandai mempermainkan seseorang" ucap Rhapaelo dengan wajah yang kembali memerah sembari membaca kemballi dokumen yang tertumpuk rapi di mmejanya.

♤♡♤♡

Pagi hari telah tiba, tetapi Rhapaelo langsung disibukkan kembali oleh pekerjaanya, seperti beberapa hari sebelumnya dia langsung kembali memeriksa dokumen - dokumennya dengan ditemani secangkir kopi hangat yang sudah tersedia di mejanya.

Rhapaelo yang merasa sedikit lelah karena sejak tadi melihat huruf - huruf dan tumpukan kertas, Rhapaelo pun meregangkan tanganya dan beranjak dari kursinya, dengan membawa beberapa ringkasan dokumen yang sudah dia buat tentunya karena dia ingin cepat menyelesaikan pekerjaan ini lalu cepat kembali pulang.

Rhapaelo berjalan perlahan kearah jendela,saat dia sudah semakin dekat dia melihat beberapa pelayan yaang sudah mulai bekerja membersihkan tumpukan salju yang ada di jalan utama mmansion.

"Wahh saljunya sudah berhenti, haruskah aku pergi untuk berjalan - jalan sebentar..." ucapnya sembari bersenandung dan berjalan kearah pintu.

Di saat Rhapaelo ingin membuka pintu kantornya untuk keluar, pintu itupun sudah terbuka duluan, Rhapaelo yang hampir menabrak pintu melihat di balik pintu, untuk melihat ulah siapa yang hampir membuatnya terbentur.

Setelah dia melihat keluar dia melihat sosok Alexs lah yang membuatnya terbentur diapun mengerutkan keningnya karena merasa sedikit kesal.

"Oh, apakah aku melewatkan kesempatan, kemarilah kali ini aku akan menerimanya dengan baik" ucap alexs dengan tangan yang melebar siap untuk memeluk Rhapaelo.

Alih - alih Rhapaelo mendekat untuk dipeluk, Rhapaelo malah menyodorkan ringkasan dokumen kearah dada bidang Alexs, dengan tatapan tajam yang diarahkan untuk alexs juga.

" ayo periksa itu dan berbicara tentang itu hari ini, setelah kau kembali" ucap Rhapaelo yang tau jika Alexs ingin keluar karena saat dia melihat jendela tadi ada sebuah mobil yang sudah dipersiapkan untuk dibawa pergi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Perfect Love [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang