Bab 31_ Ketua

466 67 15
                                        

Dua orang berbadan besar dan tinggi keluar dari semak-semak atas perintah Canny. Saling mendorong satu sama lain menghampiri Canny yang masih duduk setia memainkan ayunan nya.

"Lu dulu jeh."

"Gak! Lu dulu sana Lis."kedua orang yang tak lain adalah Rose dan Lisa si dua kanibalisme bersaudara masih bersiteru siapa yang menghadapi Canny duluan.

Canny yang sudah jengah menonton mereka bersidekap dada menghentikan laju ayunan nya dan mulai mengeluarkan kata-kata mutiara.

"Mau sampai kapan kalian saling dolong mendolong? Cepat katakan niat kalian datang menemui Canny, Canny tau ya dali tadi kalian beldua ikutin Canny telus. Dan itu teljadi bukan satu dua kali."mendengar kata tegas bayi di hadapan mereka, kedua orang pemakan manusia itu langsung jatuh terduduk di hadapan Canny.

"Maafkan kami telah mengikuti kamu bayi, tapi kamu masih kenal kita berdua kan?"tanya Lisa.

"Masih, kamu si dada lata kan?"jawab Canny menunjuk Lisa.

"Dan kamu si o'on."lanjut Canny menunjuk Rose.

Meski tidak senang dengan jawaban Canny tapi kedua bersaudara itu sudah berkomitmen untuk berbicara pada Canny.

"Iya, itu kami. Niat kami mengikuti kamu karena ingin meminta pertanggungjawaban kamu bayi."ucap Rose membuat Canny bingung.

"Tanggung jawab? Canny gak salah apa-apa kenapa halus tanggung jawab?"balas Canny dengan satu alis terangkat membuat Lisa geram dan memegang bahu Canny erat.

"Dengar! Bayi. Gara-gara kamu yang gak bisa kami tangkap 2 tahun lalu membuat kami hampir mati karena gak bisa lagi makan manusia dengan benar. Kami selalu di hantui rasa marah dan kesal karena gak bisa memakan mu."

"Teluuuss.. kalian datang kemali membuntuti Canny kalena mau makan Canny?"

"Niat awal nya sih begitu. tapi setelah 2 tahun kami amati tumbuh kembang mu sebagai balita, kami berdua mulai sadar jika kamu bukan bayi sembarangan. Kamu bayi ajaib yang punya pemikiran seperti kami."jawab Rose dan Lisa mengangguk setuju akan hal itu.

"Itu benar, jadi kami berdua datang kemari ingin mengajak mu bernegosiasi dengan kami. Kami berjanji tidak akan memakan mu asalkan kamu mau jadi ketua kami, iya kan jeh?"

"Iyaa, kami rasa kamu adalah orang yang tepat untuk membimbing kami ke jalan yang benar. Tolong ajari kami jadi manusia normal Ketua."Rose tiba-tiba bersujud di ikuti Lisa selanjutnya.

Canny? Dia cukup terkejut sebenarnya tapi sepertinya hal ini bisa ia manfaatkan.

"Baik, Canny akan bantu kalian jadi manusia nolmal tapi ada salat nya."

"Apa itu?"tanya Lisa menengok karena penasaran.

"Semalam Canny gak sengaja dengel Aunty Lili dan Lolo sedang bahas temen Mami Lulu yang namanya Genta. Cali tau siapa itu Genta sebenalnya kalena meleka culiga kalo olang yang namanya Genta itu ada kaitannya sama Mami Canny. Dan Canny juga minta cali tau masa lalu Mami Canny yang sampai saat ini masih menjadi misteli."mendengar jawaban Canny seketika kedua mata Lisa dan Rose berbinar-binar.

"Tuh kan jeh, apa kata gue. Nih bocil pemikiran nya sama kayak kita berdua."seru Lisa kegirangan.

"Ho'oh, gak salah kita jadikan dia ketua."Rose menatap takjub bayi di hadapannya.

"Kami berdua bisa saja lakukan itu tapi kami minta imbalan. Ketua akan kasih kami apa jika kami mendapatkan informasi tentang Genta?"tanya Rose membuat Canny berpikir sejenak.

"Kasih apa ya kila-kila?"batin Canny tengah berpikir lalu pendangan nya mengarah ke tas Ahyeon yang tertinggal di ayunan, seketika senyum Canny terbit karena biasanya Ahyeon menyimpan banyak benda-benda aneh di tas nya.

My Daughter ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang