🛎️ Jangan lupa follow dulu sebelum baca, karena cerita ini udah aku privat. Dan budayakan vote sebelum membaca untuk menghargai penulis biar makin semangat juga update ceritanya !!!!
ZAYN SAVIER ABRAHAM
HAZEL AILEEN RENANTA
Ini adalah cerita tentan...
Hai hai hai Kali ini dan chapter ini benar-benar menjadi akhir dari kisah Hazyan guys...
Sedih but im happy 🥹
Sedih karna harus berpisah dengan mereka dan happy karna bisa menuntaskan satu ceritaku demi kaliaaan aakkkk 🥹🥹🥹
Anyway jangan lupa mampir di cerita baru aku nanti yah, judulnya HEAVEN CAFE Aku tunggu kalian disana 😚😘❤️
Sooo,,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang, no, no, no!"
Zayn segera memberikan Defibrilator itu pada suster disampingnya. Ia langsung menaiki ranjang Hazel, untuk melakukan RJP.
"Azel bangun."
"AZEL!"
Tangan Zayn terus memompa dada Hazel berulang kali. Keringat di wajah itu terus keluar dan air matanya seakan tak mau kalah, ia juga terus mengalir deras.
"Please wake up sayang..."
Melihat pemandangan pilu tepat didepan matanya, membuat Baskara dan beberapa perawat menangis.
"Zayn." Baskara mendekati Zayn dan memegang punggungnya. "Udah Zayn, kasian Hazel." Ucapnya kembali dengan suara lirih.
"GAK! TARIK UCAPAN LO BASKARA!"
Zayn berteriak dan menepis kasar tangan sahabatnya itu, dan kembali melakukan RJP sebisanya dengan nafas yang semakin memburu.
"Hazel gak bakal kemana-mana, dia pasti akan bangun. Dia gak mungkin tega ninggalin gue bas, iyakan sayang?" Tegas Zayn dan bertanya lirih pada istrinya yang sudah terbaring tak berdaya.
Bukanya takut dan menjauh, Baskara justru memegang kedua pundak Zayn dan berkata lirih. "Zayn, please... Lo harus ikhlas. Kita udah coba hampir 15 menit, kasihan Hazel."
Pertahanan Zayn pun runtuh.
"ARGHHHHH SAYANGGGGG!!!!!!" Ia menangis histeris sembari memeluk wajah cantik istrinya itu.
"Bangun, aku mohon bangun."
"Kamu udah janji gak bakal pergi ninggalin aku."
"Sayang, bahkan kamu belum melihat putri kecil kita. Kamu janji kan kalau kamu sendiri yang bakal kasih nama dia."
"Sayang dia belum punya nama loh, bangun yaaah?"
"Azelll please....."
"Bangun..."
Racau Zayn parau yang terus memohon Hazel untuk bangun. Zayn berharap ini cuma mimpi buruknya, karena kejadian ini sama sekali tidak pernah Zayn harapkan. Siapa yang mau kehilangan seseorang yang teramat berarti dihidupnya secepat ini?