Saat pulang sekolah Yumna langsung meminta ke ibunya untuk dipindah kan ke sekolah lain, membuat ergan kebingungan dengan adiknya itu yang kekeuh minta untuk pindah sekolah
Tetapi ibunya keberatan untuk memindahkan Yumna ke sekolah yang baru
---
Seiring dengan Yumna yang naik kelas, semakin parah juga dengan bully yang Yumna dapatkan, entah itu dengan melukai fisiknya dan juga pelecehan tak jarang juga yang saku Yumna yang di ambil bahkan uang yang harusnya buat dimasukkan di buku tabungan
Sekarang hanya satu harapan Yumna, yaitu secepatnya ia lulus sekolah sehingga bisa terbebas dari semua ini
Yumna tidak mau untuk memberi tahu apa yang dia alami di sekolah kepada orang tuanya dan juga abang nya, karna berfikir percuma juga nanti yang disalahkan juga Yumna
Jadinya semua yang dia alami itu dia simpan sendiri tidak dia cerita kan kepada siapa siapa
Sampai pada kelas 5 SD Yumna memilih untuk menyendiri di perpustakaan tak jarang juga Yumna memilih menyendiri di belakang sekolah, walau tempat itu terkenal angker
"Kamu kenapa di sini sendirian? " Kata seseorang yang entah siapa yang Yumna lihat lihat bukan orang Indonesia, dengan rambutnya yang blonde dan pakai pakaian seperti orang Belanda
"Tante siapa? Sepertinya tante bukan orang sini ya? " Bukannya menjawab Yumna malah membalasnya dengan pertanyaan juga
"Tante orang sini juga, udah lama tante tinggal disini bersama kakek itu disini" Jawab tante berambut blonde itu sambil menunjuk seorang kakek kakek yang berdiri di dekat pohon pepaya
"Wahhh tapi kenapa nana baru lihat tante disini?" Tanya Yumna kembali tapi dengan mata yang berbinar binar
Tapi bukannya Yumna mendapatkan jawaban melainkan hanya senyuman manis yang Yumna lihat dari wajah si tante yang menurut Yumna sangat cantik
'Tante cantik sekali, andai nana mempunyai wajah seperti tante ini, pasti nana tidak akan dibully" Pikir Yumna
"Kamu siapa? Kenapa ada di sini?" Tanya tante itu kembali
"Eum... Aku Yumna tante murid sekolah ini, nana hanya mau disini saja, teman teman Yumna jahat tante" Jawab Yumna dengan mata berkaca kaca
"Astaga..." Ucap tante itu dengan nada khawatir "gapapa kesini aja, disini aman" Tambah tante itu dengan membelai kepala Yumna sayang
Sejak saat itu Yumna jadi sering ke belakang sekolah saat jam istirahat
Sampai pada satu hari teman teman Yumna yang laki-laki semuanya kumpul di belakang sekolah itu yang membuat Yumna mau ga mau bersembunyi di beberapa pepohonan pisang menunggu sampai bel masuk berbunyi
•••
Bel masuk telah berdentang saatnya jam pembelajaran selanjutnya di mulai
Entah kenapa yang membuat Yumna kaget wali kelasnya tiba tiba membahas soal penunggu sekolah ini, ada yang hantu ambulans di samping sekolah nya tentang ambulans yang tiba tiba jalan sendiri, dan penunggu belakang sekolah alias tempat Yumna biasanya menghabiskan jam istirahatnya
Tentang sesosok hantu kakek kakek dan gadis Belanda yang menghuni bagian belakang sekolah, sudah pernah dipindahkan tetapi ternyata masih ada
Dan saat wali kelasnya membahas soal itu teman teman Yumna yang laki laki semuanya melihat ke arah Yumna, seakan tau kalau Yumna sering menghabiskan waktu istirahat nya di bagian belakang sekolah itu
'Nambah lagi ternyata nanti kata kata bullyan mereka' pikir Yumna sambil tersenyum iba kepada dirinya sendiri
---
Besoknya Yumna sudah tidak pernah menghabiskan waktu istirahat nya di gedung belakang sekolah karna tempat itu sekarang ibarat 'markas' anak laki-laki di kelas Yumna
Sekarang Yumna memilih untuk menghabiskan waktu istirahat nya di dalam perpustakaan
Sambil dalam dirinya berharap untuk secepatnya lulus dari sekolah ini bagi nya Yumna ini bukanlah sekolah melainkan tempat penyiksaan
Walau terkadang ada Wisnu yang membantunya, walau tidak sebanyak itu, karna Wisnu juga terkena palak saat ujian berlangsung
Oke sampai di sini dulu ya gaes
Maaf bet dikit tapi hanya itu yang terlintas di otak😭
Lanjut?
KAMU SEDANG MEMBACA
Waktu
RandomWaktu yang terus berjalan dan takdir yang sudah tertulis Ini tentang 5 orang yang menjalin persahabatan singkat namun membekas, dimana 4 di antaranya pergi terlebih dahulu dan meninggalkan berbagai memori bagi 1 orang sahabatnya dan orang orang di...
