"Hallo mommy sama Daddy udah sampai dimana?"
"..."
"Aaa berarti udah dekat ya."
"...."
"Semuanya udah siap kok. Tinggal nunggu sang tokoh utama aja nih "
"...."
"Oke "
"Gimana bia? Udah dimana paman sama bibi?" Ucap Tasya melihat sang adik sepupu.
"15 menit lagi sih sampai. Sekarang kita gerak ke tempat kita aja." Ucap tasbia.
"Oke, anak-anak ingat jangan sampai kacau ya." Peringat Tasya pada kedua anaknya dan pada sih kembar karena mereka sangat suka sekali bertengkar jika bertemu.
"Oke ma/aunty" ucap keempatnya. Lantas merekapun bersiap ditempat mereka masing-masing.
15 menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh rangga sampai di halaman villa yang jelas milik keluarga Aldebaran itu. Mereka berempat turun dengan membawa bahan-bahan yang memang sengaja mereka beli untuk BBQ an tanpa anak, menantu dan cucu mereka. Walaupun Mutia sangat sedih karena anak-anak tidak ikut tapi dia bisa apa. Apalagi anak sulungnya cukup jauh jaraknya dari tempat dia berada saat ini, jadi tak mungkin dia memaksakan kehendak nya.
"Ayo kita masuk dulu, aku mau istirahat. Capek banget soalnya " ucap mutia sembari memeluk lengan Amanda.
"Ide bagus tuh sayang, lagian kita udah tidak muda lagi jadi pantas kalau merasakan sangat lelah " ucap rangga menyetujui perkataan istrinya dan keempat orang dewasa itu membuka pintu villa tapi anehnya rangga merasa pintu tak terkunci.
"Sayang? Sepertinya ada maling."
"Maksudnya apa sih? Jangan buat takut deh." Kesal Amanda.
"Beneran sayang, ini pintunya udah gak kekunci."
"Mungkin kang Jono lupa kali ngunci lagian pagar juga ke kunci kan tadi. Udah jangan negatif thinking jadi orang." Ucap mutia lalu diapun membuka pintu dan yang dia lihat hanya gelap padahal jelas-jelas hari masih sore dan belum terlalu sore juga jadi tak mungkin jika segelap ini.
Ctak!
"Happy anniversary mommy Daddy/ happy anniversary kakek nenek!"
Mutia dan rangga terharu melihat surprise yang diberikan oleh anak, menantu dan cucunya itu. Bahkan mutia sampai meneteskan airmata bahagianya. Apalagi melihat sih sulung yang jelas susah sekali untuk mengunjunginya yang memang beda kota.
"Happy anniversary mutiar, rangga." Ucap angga dan amanda tersenyum. Dan dibalas senyuman oleh mutia dan rangga. Tak lama, Raka dan raki pun mendekat lalu berdiri dihadapan orangtuanya.
"Happy anniversary mommy, Daddy." Mereka lantas berpelukan diiringi oleh tangisan bahagia mutia.
"Makasih anak-anak mommy. Makasih sudah menyempatkan pulang raki."
"Apapun untuk mommy. Raki usahain " ucap raki lalu merekapun melepaskan pelukan mereka. Dan giliran tasbia juga Tasya yang mendekat pada mertua mereka.
"Happy anniversary mom, dad, maaf aku ngikuti rencana bia. Aku gak nyangka mommy akan nangis seperti ini " ucap Tasya tak enak.
"Lagian mommy gak marah kan? Ini kan hadiah dari kami" ucap bia yang memang tak pernah berubah bahkan membuat mutia tertawa begitu pula rangga, dan kedua orangtua bia yang memang sangat mengerti watak sang anak sematawayangnya itu.
"Hmm bia benar, makasih yang menantu mommy " ucap Mutia memeluk kedua menantunya itu Yang senang hati dibalas oleh keduanya.
Setelah selesai dengan pelukan dari menantunya itu, akhirnya keempat cucunya mendekat dan mengucapkan hal yang sama sembari memeluk kakek dan neneknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKA~DIJODOHIN (END)✔️
Roman pour AdolescentsDia, Tasbia - putri tunggal Reynand. Cantik bak seorang dewi, pemberani, dan tak pernah gentar pada siapa pun selain orang tuanya dan Tuhannya. Hidupnya berjalan sempurna sampai akhirnya ia dijodohkan dengan seseorang yang justru menjadi rivalnya se...
