"Lo nggak mau naik level dari babu jadi pacar gue gitu?"
"Ogah."
Kala benci menjadi sesuatu yang dinanti, amarah yang bertukar dengan rasa nyaman, keinginan untuk bersama lebih banyak dibanding yang dipikirkan.
Raga yang terikat dengan cinta tidak b...
the taste that once remained has long been thrown away.
—with love, ssavera.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
51. he returns
"You look happier," puji Salvio pada Floryn yang belum juga melunturkan senyumnya.
Acara wisuda baru saja selesai satu jam yang lalu, tangis haru masih membekas diingatan, tetapi Floryn dan yang lain masih belum beranjak dari gedung tempat acara itu berlangsung. Mengenang masa perkuliahan, senang sedihnya, walaupun lebih banyak pusingnya, tetapi bukan berarti tak ada momen indahnya.
"Iya dong, she's with me." sahut Edward disamping Floryn, berbangga diri.
"Belum? Berarti akan resmi?" Roberto bertanya sembari melirik bergantian Edward dan Floryn.
"Doain aja," kata Edward lagi. Kali ini Floryn yang mendengus sebal mendengarnya, tetapi tak ada sanggahan yang berarti.
"Bakal ada acara lamaran lagi ni setelah Belinda," celetuk Julio, entah datang kapan, tahu-tahu sudah menimbrung saja.
"Dari mana aja lo," sungut Salvio. Semenjak mereka tak ada disatu band yang sama, mereka tak pernah memiliki waktu yang lama untuk sekedar berada disatu ruangan yang sama, apalagi untuk mengobrol. Julio bisa dikatakan wajar karena hanya mantan manajer yang sebelumnya juga tidak dekat-dekat amat, tetapi anggota bandnya sendiri yang sudah bersahabat erat juga sering mencar-mencar setelah bandnya bubar.
"Kangen ya lo?" ejek Julio.
"Najis," balas Salvio.
"Akhirnya bisa dengar kalian ribut lagi, UNSAYA sepi banget kalau nggak ada dua monyet berantem." gurau Roberto, tetapi tak sama sekali lucu baik bagi Salvio maupun Julio.
"Monyetnya udah lulus lagi." Elio ikut bersuara.
Roberto tertawa lepas. "Nah kan, makin sepi deh UNSAYA. Harusnya rekrut monyet baru buat jadi mahasiswa, kan sayang ya nggak ada penerusnya."
"Bangsat lo, Rob!" umpat Salvio dan Julio berbarengan.
Menimbulkan gelak tawa yang makin kencang. "Kompak banget duo monyet," komentar Chiara.
"Jangan ikut-ikutan ah, cantik." tegur Salvio berubah nada jadi manis.
"Idih geli banget gue liatnya," ujar Julio memperagakan tubuhnya yang merinding.
"Geli apa iri, Jul?" Belinda memanas-manasi.
"Iri tanda tak mampu!" seru Salvio.
"Ngapain iri sama hubungan tanpa status!" balas Julio tak mau kalah. Nyatanya sekali mereka ribut, akan lama juga selesainya.
"Kangen-kangenannya bisa jangan ekstrim gini ga caranya?" akhirnya Floryn menengahi, jujur karena sudah terlalu berisik dan takut malah nanti diusir oleh panitia acara yang belum pulang disana.