Maaf beribu maaf, sudah keluar dari deadline postnya. Terus sekalinya post juga ga sebanyak biasanya. Maaf yaa readersku tercinta, selamat membaca
(。-_-。)🌸🌸🌸
Zahra Side
"Gila ini keren banget, Yo!!" seru kak Arika ketika baru keluar dari mobil.
Zahra masih tercengang melihat pemandangan di depannya, mulutnya sedikit terbuka dan tenggorokannya terasa kering. Diyo mendekati Zahra yang sudah keluar mobil sejak mereka sampai.
"Do you like it, Ra?" tanya Diyo dengan lirih.
"This is my place belongs to be, Yo" lirih Zahra. "Thankyou" bisik Zahra sambil memeluk Diyo. Diyo pun membalas pelukan Zahra dan mengecup kepala gadis dipelukannya, yang hanya setinggi bahu Diyo.
"Mesra amat sih" sungut kak Arika.
"Iyanih jadi kapan ditembaknya, Yo?" sambung Modi sambil terkekeh.
"Berisik" ucap Zahra dan Diyo secara bersamaan. Tawa mereka meledak ketika, mengetahui mereka mengucapkannya secara bersamaan.
"Jadi mau tunggu apalagi?" ucap Modi sambil mengeluarkan tas ranselnya dari mobil, yang entah sejak kapan ransel itu berada di mobil.
"Mod kamu bawa apaan?" tanya kak Arika terheran-heran melihat Modi.
"Bikinis? And some foods?" kata Modi dengan mengangkat bahunya cuek.
"You guys are the best!!" pekik kak Arika sambil berlari memeluk Modi.
Zahra masih terkesima dengan apa yang ada di hadapannya. Pantai. Salah satu tempat yang dapat menenangkan jiwanya. Zahra selalu mengagumi keindahan-keindahan alam, yang Tuhan ciptakan. Bahkan, jika Zahra dihadapkan dengan pilihan untuk shopping berkeliling dunia dengan menyusuri tempat-tempat keindahan alam di seluruh dunia, Zahra lebih memilih untuk menyusuri keindahan alam diseluruh dunia.
"Cantik banget" ucap Zahra lirih.
"Same like you, Queen" ucap pelan Diyo tiba-tiba.
Zahra langsung menatap tak mengerti pada lelaki yang duduk di sampingnya, yang pandangannya tetap terkunci pada ombak-ombak pantai. Lelaki yang telah ia kenal selama 14 tahun dan lelaki yang lebih mengerti dirinya selain Papa nya sendiri.
"Ra, kamu mau nyebur ga?" kata Modi sambil mengangkat bikini untuk Zahra.
"I'm coming Momod ku sayang" ucap Zahra ceria sambil berlari kearah Modi.
••
"Seger banget! Cari es enak nih" celetuk kak Arika ketika mereka sudah selesai bermain air dan berganti baju."Mau cari dimana kak? Ini kan private beach" ucap Modi cuek.
"Private beach?! Seriously?! Punya siapa?!" runtut kak Arika.
"Ga beneran private beach sih, ya cuma keren-kerenan kita bertiga aja" ucap Modi santai sambil terkekeh.
Zahra duduk dengan tenang menikmati pemandangan yang ada di depannya sambil tersenyum senang. Diyo yang melihat itu, buru-buru mengambil hp nya dan memfoto Zahra.
Klik.
Zahra langsung menoleh dan mendapati sahabatnya itu memfoto dirinya. Zahra memutar bola matanya dengan malas. Kebiasaan banget deh Diyo. Biarin aja lah. Untung gue udh ganti baju.
"Balik yuk, sekalian cari makan" celetuk kak Arika.
"Berisik deh kak" ucap Zahra akhirnya membuka suaranya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Coincidences
Romance"mesti banget gitu gue ikut liburan emak emak gini. oh please, tau gini mending gue stay di hotel aja" - Zahratushita Ihatra "duh panas banget sih. ga bisa apa umii minta orang aja buat cek galeri?!" - Aldebaran Razendra Kebetulan? Ada yang bilang i...