12✨

12 1 0
                                    

Bara POV

You and I go hard at each other like we're going to war.
You and I go rough, we keep throwing things and slamming the door.
You and I get so damn dysfunctional, we stopped keeping score.
You and I get sick, yeah, I know that we can't do this no more.

Yeah, but baby there you go again, there you go again, making me love you.
Yeah, I stopped using my head, using my head, let it all go.
Got you stuck on my body, on my body, like a tattoo..

Pagi ini telepon Bara berdering, yang melantunkan lagu dari Maroon 5, yap band internasional favorit Bara. Bukan alarm, namun dering panggilan masuk dan Bara langsung mengangkatnya, "Hmm.. iya halo?" sapa Bara pada orang diseberang sambungan teleponnya.

"Bara? Masih tidur ya kamu?!" balas orang diseberang yang suaranya sangat tidak asing bagi Bara.

Bara masih mengumpulkan nyawanya sambil mencerna suara siapa itu. Seketika Bara ingat, "Ha? Eh Umi, kenapa Mi?" Bara sudah sedikit sadar namun masih tiduran.

"Kebiasaan loh kamu ini, bangun sana. Kamu nanti cek galeri taneman yang di Jatim Park 1 itu ya, semenjak kamu tinggal itu udah ga ada yang kontrol. Kamu cek dulu, ntar kalo ga tutup aja lah" oceh Umi diseberang sana, Bara hampir tertidur lagi, namun seakan sadar anaknya akan tertidur lagi, tiba-tiba "Aldebaraaaan denger Umi kan?!"

"Aarrghh iya Mi denger, nanti Bara cek galerinya, ampun deh. Udah ya, Mi. Assalamualaikum" Bara langsung memutus sambungan teleponnya. Bukan marah, hanya Bara tidak suka suara berisik di pagi harinya. "Memangnya siapa yang suka kan?" pikir Bara.

Setelah nyawanya terkumpul, Bara bangkit dari kasur nyamannya dan langsung melakukan stretching pagi yang telah menjadi rutinitas paginya.

"Hmm mandi terus cari sarapan diluar kayaknya enak nih" pikir Bara. Tanpa ingin menjadikannya wacana, Bara langsung bergegas mandi.

Bara sudah siap dan wangi seperti biasa, hari ini dia mengenakan kemeja kotak-kotak andalannya dengan menggulung sisi lengannya hingga siku yang dipadukan dengan celana jeans dan sneakers nya . "Okay, ready to go!"

••
"Bu, pesen pecelnya 1 sama teh angetnya 1" ucap Bara dengan senyuman hangatnya.

"Nggeh mas" balas wanita paruh baya itu.

Tak berapa lama pesanan Bara datang. Tanpa mendiamkannya lama, Bara membaca doa dan segera menyantap nasi pecel dan teh hangatnya.

"Aaah alhamdulillah... Nasi pecel emang selalu enak dimakan kapanpun"

Setelah membayar Bara langsung melanjutkan perjalannya ke daerah Batu. Di tengah perjalanannya, Bara melihat banyak penjual buah, tiba-tiba ia kepikiran untuk membeli beberapa jenis buah untuk pegawainya di galeri.

••
"Sampe juga akhirnya.. Cobain kelengkengnya ah" batin Bara.

Baru mencoba beberapa buah, ia melihat dari kaca spion mobilnya ada bis yang baru saja parkir dan keluarlah seseorang yang menarik perhatiannya. Seorang gadis berambut panjang yang mengenakan celana panjang dan sweater.

Tapi, ada hal lain yang membuat Bara tertarik di beberapa orang yang keluar terakhir dari bis tersebut. Seorang gadis yang mengenakan celana pendek dan kaos, tapi yang membuat Bara lebih tertarik adalah raut wajah gadis itu, raut yang menggambarkan kebosanan yang luar biasa.

"Dih napa tuh cewe, baru ini gue nemuin orang ke tempat wisata mukanya gitu banget. Ada yang salah kayaknya sama nih cewe" ucap Bara dengan sedikit terkekeh.

••
"Assalamu'alaikum, udah pada sarapan belum?" sapa Bara pada pegawai-pegawainya di galeri.

"Wa'alaikumsalam, eh ada mas Bara. Belum semua sih ini, mas" jawab salah satu pegawainya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 16, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CoincidencesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang