Halooo maaf ya updatenya lama :' Ini sok langsung dibaca aja, tetep ditunggu vommentnya ya walaupun kalian banyakan yang silent reader😭
🌸🌸🌸
tok tok tok"Kaa!! Raaa!! Ayo bangun!!" teriak Mama dari luar sambil mengetok pintu dengan brutal.
Kak Arika berjalan dengan limbung menuju pintu yang diketok secara brutal itu, "Apa, Ma?" tanya kak Arika dengan nyawa yang seadanya dan mata yang masih terpejam.
"Yaa Ampun!! Belum mandi?! Ayo ke Malang, Rikaaa!" pekik Mama dengan hebohnya. "Rara mana? Udah kamu mandi duluan biar Rara, Mama yang bangunin" perintah Mama sambil mendorong kak Arika masuk ke kamar mandi.
"Ra, bangun! Ayo ke Malang" ucap Mama sambil mendudukkan anaknya yang masih terbaring itu. Zahra terduduk dengan nyawanya yang belum terkumpul. Mama mempunyai ide sempurna untuk membangunkan anak gadisnya satu ini. Mama mengutak-atik hp nya untuk menghubungi seseorang.
"Pa? Udah bangun kan? Bangunin Zahra, Pa. Ini anaknya susah banget dibangunin" ucap Mama berbisik-bisik dan sedikit menjauh dari Zahra.
Lalu tiba-tiba, "ZAHRATUSHITA BANGUN. KAMU SEKOLAH GA?" terdengar suara Papa menggelegar dari hp Mama yang di loudspeaker. Zahra yang mendengar itu langsung terlonjak dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi, berbarengan dengan keluarnya kak Arika dari kamar mandi. Kak Arika keheranan melihat Mama yang cekikikan dengan hp di telinganya dan adiknya yang menuju kamar mandi dengan wajah panik.
"Zahra ngapa sih, Ma? Mama juga tuh tawa-tawa gitu" tanya kak Arika kepada Mama, namun Mama mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunggu sambil tetap tertawa.
"Haha.. Yaudah makasih ya, Pa. Love you" ucap Mama sambil menutup telponnya. Kak Arika secara otomatis mengetahui apa yang barusan terjadi pada adiknya yang malang itu.
"Mama ih kebiasaan, kasian tau, Ma" ucap kak Arika sambil memoleskan beberapa kosmetik di wajahnya.
"Ya abis, Mama udah ga tau mau bangunin Zahra pake cara apa lagi"
"Ya tapi kan kasian Zahra, Ma. Ga bagus juga buat otaknya dia kaget gitu" ucap kak Arika.
"Iyaya? Iyadeh ntar lain kali ga pake cara itu lagi" Mama mulai menyadari bahwa tindakan usilnya itu berbahaya untuk anaknya.
ceklek
"Ma, dingin...." ucap Zahra yang baru keluar kamar mandi hanya dengan balutan handuk. Mama dengan cepat mematikan ac kamar dan memeluk anaknya.
"Maafin Mama ya sayang. Udah cepet ganti baju biar ga dingin. Mama tunggu diluar ya Ka, Ra" ucap Mama sambil berjalan keluar kamar.
"Dih, Mama kenapa kak?" ucap Zahra dengan bodohnya.
"Yaelah lo lupa cara lo bangun tadi gmn?" kata kak Arika dengan sedikit gemas.
"Ga tau ah lupa" ucap Zahra dengan cueknya.
"Gue udah nih. Lo udah belum?" tanya kak Arika.
"Udah" jawab Zahra sambil dengan mengacungkan jempolnya.
"Ga bedakan apa pake apa gitu lo?"
"Ehmm, lipbalm aja boleh deh biar ga kering" ucap Zahra sambil memakaikan lipbalm kepada bibirnya. "Nah udah! Ayok kak"
••
Kak Arika berjalan mendekati kerumunan ibu-ibu dan bapak-bapak maupun anak-anak yang sedang asyik berfoto ria di lobby hotel tersebut. Kak Arika dan Zahra memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu."Ra, lo sarapan apa?" tanya kak Arika
"Gue kayaknya mau roti, creamsoup sama jus" jawab Zahra.

KAMU SEDANG MEMBACA
Coincidences
Romance"mesti banget gitu gue ikut liburan emak emak gini. oh please, tau gini mending gue stay di hotel aja" - Zahratushita Ihatra "duh panas banget sih. ga bisa apa umii minta orang aja buat cek galeri?!" - Aldebaran Razendra Kebetulan? Ada yang bilang i...