[ON GOING]
BOOK 2 VICTORIA
Negeri indah tersembunyi, Oceana. Indah, seperti di dunia dongeng. Sebuah sekolah elite bernama academy Oceana's, tidak sedikit murid yang menempuh pendidikan di sana, dan berasal dari dunia luar. Pendidikan utama mereka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ketika seseorang mulai mencintai, mereka tidak tau bahwa cinta perlu sebuah pengorbanan." - LORD SHUI
••••
(Gambaran cermin masa lalu)
Sekelompok manusia berpakaian rapi seperti prajurit kerajaan, tengah menunggangi kuda di tengah hutan belantara. Mereka menaiki kuda dengan sangat cepat, seolah tengah mengejar sesuatu. Salah seorang pemuda tampan, satu-satunya di antara mereka yang paling mencolok karena dari pakaian yang berbeda dengan para prajurit tersebut. Dia terlihat seperti seorang bangsawan, entah pangeran atau pejabat kerajaan. Pemuda itu menyuruh para prajurit di belakangnya untuk berhenti.
"Kalian beristirahatlah di sini, aku akan mengejar rusa itu sendiri," ujar pemuda itu pada para prajurit. Suaranya begitu tegas, dan lantang, seolah dia terbiasa bicara dengan nada seperti itu, dapat di pastikan pemuda itu bukanlah bangsawan biasa.
Para prajurit pun hanya diam untuk merespon perintah pemuda itu. Namun salah seorang prajurit lainnya mulai mengeluarkan suara, dia tidak setuju dengan keputusan pemuda bangsawan tersebut.
"Tapi pangeran, itu berbahaya. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada anda? Maka yang mulia raja tidak akan membiarkan kami," ucap prajurit tersebut.
Pemuda yang diketahui berstatus sebagai pangeran itu hanya memberikan respon tersenyum. Dan dia langsung kembali melesat cepat pergi dari sana dengan kudanya.
"PANGERAN!" para prajurit berteriak namun pangeran yang belum diketahui namanya itu, malah semakin mempercepat laju kudanya.
"SIAPAPUN YANG BERANI MENGIKUTI KU! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANNYA!" pangeran tersebut berteriak, sontak membuat para prajurit yang akan menyusul berhenti, mereka seolah dalam dilema. Jika menurut maka akan sial, dan jika tidak menurut perintah sama-sama sial.
mengetahui prajurit yang bersamanya tidak ada satupun yang mengikuti, pangeran itu mulai memperlambat kecepatan kuda yang dia tunggangi. Dan berhenti di sebuah tempat, dia turun dari kuda. Pangeran itu mempersiapkan busur dan anak panahnya, dengan posisi bersiap akan langsung melepaskan panah jika ada hewan yang muncul. Namun cukup lama dia di sana, tidak ada tanda-tanda kemunculan hewan satupun.
"Sunyi sekali." Pangeran keheranan dengan kesunyian itu. Dia merasa tadi melihat rusa yang sedari awal dia kejar bersama prajurit, tadi ada di sana.
Kriett!
Bunyi itu berasal dari ranting yang di injak. Menandakan ada tanda-tanda makhluk hidup di sana selain pangeran. Pangeran itu segera waspada, takutnya hewan buas seperti singa, harimau, atau cheetah berada di dekatnya. Pangeran berjalan sepelan mungkin menuju sumber suara tersebut. Di balik pohon besar yang di bawahnya ada rerumputan liar yang begitu rindang. Pangeran dengan perasaan waspada dan deg-deg an, membuka semak-semak tersebut.