Oceana's | 25

266 15 6
                                        

"Takdir dengan mudah mempermainkan kehidupan seseorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Takdir dengan mudah mempermainkan kehidupan seseorang."

••••


"Dan dewa itu sampai saat ini tidak menyerah untuk menghidupkan kembali istrinya," ucapnya mengakhiri kisah dari Shui dan Theia.

Setelah mendengar kisah dari cermin masa lalu, Victoria mulai mempelajari sesuatu. Manusia, dewa, iblis makhluk hidup lain pun tidak pernah luput dari takdir ilahi. Namun karena fakta itu, menyerah pada nasib yang telah ditentukan oleh takdir bukanlah jawabannya. Ketika takdir bersikap tidak adil, melawan bukanlah kesalahan.

"Kisah ku dan Theia belum berakhir."

"Awalnya aku mulai meragukan bahwa Theia bisa kembali, namun saat bertemu denganmu Dewi muda, kamulah secercah harapan yang aku punya. Jalan yang semula tidak ada, menjadi ada. Jalan agar aku dan Theia kembali bersama." Victoria terkejut mendengar pengakuan tersebut. Ternyata kisah cinta manusia dan dewa di cermin masa lalu, adalah kisah dari pria yang ada di hadapan Victoria saat ini.

Namun Victoria masih belum mengerti. Terlebih lagi dia penasaran, kenapa Shui bisa berakhir menjadi dewa penjaga dimensi penyesalan. Begitu banyak pertanyaan di benak Victoria. Tapi melihat kondisi saat ini, Victoria tidak bisa langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, yang tengah menghantuinya. Karena prioritasnya saat ini adalah membawa kembali jiwa Ian.

"Untuk pertanyaan yang terakhir...." Lord Shui menatap Victoria dengan seksama, senyum miring terukir di wajahnya.

Victoria sangat gugup, serta saat ini jantungnya berdegup sangat kencang. Pertanyaan terakhir adalah ujian terakhirnya. Dia makin tidak sabar untuk segera pergi dari sana, dan menjemput Ian.

Lord Shui menjentikkan jarinya, dan sebuah portal muncul di sana. Dari portal tersebut, Victoria melihat banyak sekali jiwa manusia, berbaris panjang membentuk seperti sebuah ular raksasa. Apakah itu yang dinamakan gurun kematian. Di sana gelap, seperti tidak ada cahaya yang bisa menembus bahkan matahari sekalipun. Suasananya sedikit membuat tidak nyaman. Dan di antara banyaknya jiwa, di mana Victoria bisa menemukan jiwa Ian.

"Pertanyaan terakhir..., aku hanya ingin kau berjanji padaku." Victoria langsung mengalihkan pandangannya, dia memberikan tatapan tajam pada Shui.

"Apa kau bersedia atau tidak?" Shui tersenyum miring, seolah-olah tengah merencanakan sesuatu dan seperti berniat ingin memanfaatkan Victoria.

"Katakan dulu apa yang sebenarnya kau inginkan," balas Victoria engan nada menekankan.

"Hanya hal sederhana, aku hanya ingin kau membantuku saat aku membutuhkan kekuatanmu kelak, bagaimana? Sederhana bukan."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Oceana's Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang