•
•
•
•
•
Happy Reading!
"Jadi, begitulah pertemuan pertama ayah dengan ibu?" tanya Aiko, ia bersandar dipundak ayahnya yang berada disebelahnya, menoleh kesamping dengan mata onxynya yang berbinar.
Sasuke mengangguk, "Ya, tapi aku sudah mengenal ibumu sejak di akademi. Hanya saja kita tidak terlalu dekat saat itu." jawab Sasuke, tanpa memandang kearah putrinya. Ia tetap memusatkan pandangannya ke arah dinding didepannya.
"Lalu? lanjutkan lagi Ayah. Aku ingin mendengar ceritamu dengan Ibu. Bagaimana kalian saling jatuh cinta dan kapan kalian menikah, hingga akhirnya Ibu dan Ayah memiliki aku." ucap Aiko girang hingga berdiri dari duduknya dan berdiri didepan ayahnya.
Sasuke terdiam sejenak, menatap manik putrinya yang lugu yang selalu mengingatkannya pada Hinatanya.
"Aiko, ayah tidak bisa menceritakan semuanya padamu sekarang. Itu akan memakan waktu yang lama, ayah memiliki sedikit urusan yang harus ayah selesaikan dengan paman Naruto, hm?" ujar Sasuke sambil mengambil satu tangan putrinya dan mengecup telapak tangannya sekilas.
Aiko menunduk muram, bibirnya mengerucut. "Baiklah Ayah. Tidak apa-apa, aku mengerti."
Sasuke bangkit dari duduknya, berdiri didepan putrinya. "Sekarang tidurlah, Aiko. Besok pagi ayah akan membangunkanmu."
Sasuke menuntun putrinya untuk berbaring ke tempat tidur, menyelimutinya dan mengecup keningnya sekilas.
"Ayah," panggil putrinya lirih.
Sasuke menoleh, "Ya?"
"Bisakah ayah mengantarku besok untuk menemui Hanabi-oneesan?"
Sasuke terdiam sejenak, bingung harus menjawab apa. Akhirnya ia mengangguk pelan, "Ayah akan meminta Naruto untuk memanggilkan dia untukmu."
Wajah senang Aiko terpancar, dan senyum manis tersungging di bibirnya. "Terimakasih Ayah!"
Sasuke melengkungkan bibirnya tipis dan beralih menutup saklar lampu agar lampunya padam, sebelum membuka pintu dan keluar dari kamar putrinya.
Pintu tertutup, dan menyisakan Sasuke yang masih berdiri diam didepan pintu kamar Aiko yang tertutup. Dadanya bergejolak, perasaan aneh yang tidak bisa ia deskripsikan menyeruak didadanya. Ia memejamkan matanya singkat sebelum memutuskan untuk menuruni anak tangga dan menghampiri Naruto yang masih menunggu di meja makan.
| ••• |
"Bagaimana? apa kau sudah menceritakan segalanya padanya?"
Sasuke menggeser kursi dan duduk dihadapan Naruto. "Tidak, aku hanya menceritakan intinya padanya."
Naruto menghela napas lega, bahunya terkulai kebelakang. "Itu lebih baik, setidaknya dia tidak akan bertanya-tanya lagi."
Sasuke mengambil gelas berisi teh didepannya dan meneguknya, Ia mendesah kasar "Dia masih mengira bahwa aku dan Hinata saling jatuh cinta dan menikah hingga memilikinya."
Naruto mengerutkan keningnya, "Kau belum menceritakan padanya alasan kematiannya?"
Sasuke menatap tajam pria Uzumaki didepannya, sedikit membanting gelas yang berada digenggamannya kemeja. "Aku tidak bisa...Dia hanya akan menyalahkan dirinya sendiri jika tahu tentang itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Fanfiction[Fanon/Semi-Canon] Sasuke Uchiha, shinobi legendaris yang dikenal dingin dan pendiam, terhenyak ketika putri semata wayangnya menanyakan tentang sosok sang ibu, Hinata Hyuga. Pertanyaan yang sederhana namun menggugah kenangan mendalam yang selama in...
