•
•
•
•
•
Happy Reading!
Apa kau senang, Aiko?” tanya Sasuke menoleh melihat putrinya yang berjalan dengan langkah kecil yang berayun ringan di atas tanah, seperti irama ceria yang hanya bisa dimainkan oleh hati Aiko yang polos dan bahagia.
Aiko menoleh dan menatap Ayahnya, senyumnya lebar memperlihatkan deretan giginya yang rapi. “Ya! aku sangat senang. Terimakasih, Ayah.”
Setelah itu perjalanan mereka dihabiskan dengan keheningan, hingga tak terasa keduanya telah sampai didepan rumah mereka. Sasuke berjalan lebih dulu dan membuka pintu, mundur selangkah dan mempersilahkan putri kecilnya untuk masuk lebih dulu.
Sasuke menutup pintunya, matanya menangkap Aiko yang berjalan menuju kamar mandi dengan langkah tenang. Sasuke memutuskan untuk mendudukkan dirinya di ruang tengah.
“Ayah, aku sudah mencuci kakiku.”
Sasuke menoleh mendengar suara putrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi. “Bagus, kalau begitu pergilah ke kamarmu dan tidur siang.”
Aiko menggeleng pelan, “Aku ingin ayah menemaniku.”
Sasuke menghela napas pelan, bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati putrinya. “Baiklah, Aiko. Ayah akan menemanimu sampai kau tidur.”
Keduanya pun segera menaiki anak tangga, menuju kamar milik Aiko. Aiko merebahkan tubuhnya di sisi kanan ranjang, sedangkan Sasuke mendudukkan dirinya di tepi kiri dan bersandar pada kepala tempat tidur. Satu-satunya tangannya mengelus lembut surai Aiko.
“Ayah,” bisik Aiko pelan.
“Ya?”
“Ceritakan aku dongeng pengantar tidur.”
Sasuke mengernyitkan keningnya bingung, ia tidak terlalu tahu dongeng-dongeng pengantar tidur anak. Ia tidak punya pengalaman membacanya. “Ayah tidak tahu cerita dongeng apapun yang bisa ayah ceritakan padamu.”
Aiko mengerut sedih, bibirnya mengerucut tapi secepat itu kilatan dimatanya berubah menjadi cerah. “Kalau begitu ceritakan saja kisah ayah dan ibu, aku dengan senang hati akan mendengarkannya.”
Sasuke mendengus, tahu bahwa ini hanyalah akal-akalan putrinya untuk memintanya kembali menceritakan tentang kisahnya dan Hinata.
“Baiklah, Aiko,”
| ••• |
/ kilas balik /
“Apa kau benar sudah baik-baik saja Uchiha-san?”
“Hn” gumamnya tanpa melirik ke arah gadis Hyuga yang berjalan di sampingnya.
“Tidak masalah jika kita beristirahat sebentar.” ucap Hinata pelan.
Sasuke menghentikan langkahnya, membuat Hinata ikut berhenti.
“Kau terlalu cerewet, Hyuga.”
Hinata menelan ludahnya susah payah mendengar jawaban ketus Sasuke. Pasalnya mereka telah meninggalkan gua tempat mereka bermalam saat pagi tiba. Dan mereka telah berjalan tanpa henti, hingga matahari sudah hampir terbenam. Hinata sendiri merasakan kelelahan, dan ia berpikir bagaimana dengan kondisi Sasuke yang saat ini tengah terluka, apa pria itu tidak kelelahan sedikitpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Fanfiction[Fanon/Semi-Canon] Sasuke Uchiha, shinobi legendaris yang dikenal dingin dan pendiam, terhenyak ketika putri semata wayangnya menanyakan tentang sosok sang ibu, Hinata Hyuga. Pertanyaan yang sederhana namun menggugah kenangan mendalam yang selama in...
