Bab 14 (kilas balik)

968 111 9
                                        

Happy Reading!

Hinata meraih tasnya yang tergeletak di samping, membuka tali pengikatnya dengan hati-hati. Ia mengeluarkan sebuah kotak bento sederhana.

Dengan gerakan halus, ia membuka kotak itu, memperlihatkan bento yang telah ia siapkan sebelumnya. Meski suhu dingin membuatnya tidak lagi hangat, aroma khas nasi, sayuran, dan lauk yang tersusun rapi masih tercium samar.

Ia menatap ke arah Sasuke, sedikit ragu sebelum akhirnya memberanikan diri. "Aku... membawa perbekalan. Jika kau mau, kita bisa berbagi."

Sasuke melirik bento itu sekilas, lalu kembali menatap Hinata dengan ekspresi datarnya. "Aku tidak lapar," jawabnya singkat.

"Aku ingin berbagi denganmu," tambah Hinata, merasa perlu menjelaskan. "Sebagai rasa terima kasih... karena kau telah menolongku."

Keheningan kembali menyelimuti mereka sebentar. Sasuke tampak tidak terlalu tertarik, tapi juga tampak menimang sesuatu. Setelah beberapa detik, ia akhirnya menghela napas dan mengulurkan tangan, mengambil sepotong onigiri yang ada di dalam bento itu.

"Hn."

Hinata tersenyum tipis, merasa lega karena tawarannya diterima. Ia sendiri juga mengambil sepotong, kemudian keduanya mulai makan dalam diam.

Di bawah naungan gua yang sunyi, ditemani nyala api yang berpendar hangat, mereka makan bersama tanpa banyak bicara. Meskipun masih ada jarak di antara mereka, untuk sesaat, kehadiran satu sama lain terasa tidak seasing sebelumnya.

•••

Sasuke mengamati Hinata dalam diam.

Gadis itu duduk bersandar di dinding gua, makan dengan tenang, sesekali meniup nasi yang sedikit dingin sebelum dimasukkan ke dalam mulut. Gerakannya anggun, lembut, dan tanpa terburu-buru-sebuah kebiasaan yang seolah sudah tertanam dalam dirinya.

Sasuke menurunkan pandangannya ke onigiri di tangannya, lalu menggigitnya pelan. Rasanya sederhana, tapi lebih baik dari apa yang selama ini ia makan dalam perjalanan penebusan dosanya.

Ia melirik Hinata lagi dari sudut matanya.

Hinata Hyuga.

Ia sekilas mengetahui gadis itu, matanya yang putih telah menandakan bahwa ia adalah bagian dari klan Hyuga. Dan rambut indigonya, mengingatkannya pada kenangan dimasa akademi, seorang perempuan pendiam yang memiliki rambut pendek.

Gadis yang jika berhadapan atau berbicara dengan Naruto ia nyaris jatuh pingsan. Dan pada pertemuan antar klan, ia tahu gadis itu adalah seorang pewaris utama klan Hyuga, namun ia tetap saja adalah seseorang yang tampaknya tidak memiliki hubungan apa pun dengannya.

Namun, kini mereka berada di sini. Bersama dalam sebuah gua, di tengah badai salju, berbagi makanan seperti dua teman lama yang mencoba menemukan titik temu.

Sasuke menggigit onigiri sekali lagi, lalu meletakkan sisanya perlahan di atas kain penutup bento. Tatapannya beralih pada Hinata yang masih tenang menikmati makanannya, lalu suaranya terdengar pelan namun jelas.

Beautiful MistakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang